Friday, January 25, 2019

KARAKTER DAN SIFAT-SIFAT ANAK SECARA UMUM



Kita akan meninjau anak-anak dari sifat mereka yang berpengaruh dalam membentuk karakter mereka. Ada banyak tinjauan di bawah ini tentang sifat-sifat anak tersebut namun bersifat umum adanya. Umum yang dimaksudkan di sini ialah siat-sifat yang diutarakan nanti belum mencakup kondisi kejiwaan seorang anak yang secara khusus mengalami pengalaman-pengalaman ekstrim semasa kecil atau yang mengalami gangguan mental dan keterbelakangan mental. Tinjauan di bawah ini saya sertakan dengan tindakan yang sekiranya tepat untuk menangani anak-anak sesuai dengan sifat dan karakter mereka masing-masing. Tentu saja dasar tindakan yang tepat adalah pendidikan di dalam Kristus.

1.                    Anak sanguinis
          Anak dengan sifat ini cenderung ekspresif dalam bicara, dan terlalu cerewet dalam pandangan kita orang dewasa. Pada masa kanak-kanak mereka yang memiliki sifat sanguinis sering meniru perkataan orang dewasa bahkan yang buruk sekalipun seperti makian, umpatan, dan obrolan jorok. Keingintahuan mereka besar terhadap setiap perbincangan dan mereka sangat senang jika dapat menarik perhatian orang lewat kata-kata mereka. Sangat disayangkan jika ada banyak orang dewasa secara tidak sadar atau sengaja bermain-main telah melatih anak-anak tersebut untuk berkata-kata buruk yang tidak sepantasnya diungkapkan seorang anak. Saya sering melihat di mana ada orang-orang dewasa yang justru senang dan terhibur dengan sikap anak yang demikian tanpa memikirkan resiko bagi perkembangan emosional dan mental anak tersebut. Yang menyenangkan dari anak sanguinis adalah sifat mereka yang santai dan tidak mudah sakit hati. Mereka cenderung langsung melepaskan semua perasaan mereka lewat kata-kata dan tidak menyimpan kesusahan. Mereka adalah pendengar yang baik bagi teman-temannya dan suka bercerita. Mereka berpembawaan santai dan tidak banyak berpikir untuk mengambil tindakan. Anak-anak ini tidak mau keterikatan atau kekangan, mereka cenderung suka akan kebebasan. Beberapa dari mereka merasa kursi pendidikan sekolah menjadi suatu penjara kejenuhan  sebab mereka amat supel dan suka bermain. Anak sanguinis terkenal pula gampang berteman dan punya teman banyak. Dia tidak mudah menaruh curiga pada orang lain dan tidak suka berprasangka buruk.

2.                    Anak melankolis
          Ini mungkin menjadi tipe anak yang paling banyak digemari oleh orang dewasa. Kebanyakan anak melankolis memilki bakat di bidang seni, misalnya menulis, melukis, menyanyi, bermain musik, dan masih banyak lagi. Umumnya dari mereka menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hobi tersebut, hingga mereka suka menyendiri untuk menekuninya. Namun anak melankolis cenderung mudah sakit hati, pemalu, dan suka menyimpan perasaannya yang susah dan sedih. Anak melankolis gampang beriba hati dan di fase kanak-kanak usia di bawah 10 tahun mereka terlihat lebih mudah menangis dan terharu dibanding anak-anak yang lain. Meskipun pada beberapa anak melankolis lainnya hal itu tidak nampak. Anak melankolis memiliki bakat dan kepandaian tersendiri yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang lain. Mereka adalah juara-juara di sekolah, cenderung  jenius, dan berminat dengan berbagai pengetahuan. Mereka adalah anak-anak yang gemar membaca, suka belajar, dan suka akan kerapihan. Tidak sulit mengajarkan kebersihan dan etika kepada mereka. Mereka cenderung penurut bahkan untuk hal yang sebenarnya mereka belum mampu melakukan. Pada masa kanak-kanak tentu saja orang dewasa akan sangat senang dengan anak berperilaku melankolis sebab tidak banyak merepotkan orang tua atau lingkungan, bahkan bisa menjadi kebanggaan jika dia berprestasi di sekolah. Banyak orang dewasa senang dan menilai anak-anak dengan sifat ini adalah contoh anak yang baik dan tidak nakal. Namun ada sisi di mana jika dia tidak dalam pembimbingan yang benar dan perhatian yang tepat maka mereka bisa saja menjadi bencana saat menanjak dewasa. Anak melankolis adalah tipe penyayang namun terkadang terlihat tidak peduli ketika dia terfokus pada hobi dan kegemarannya. Mereka memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dalam hal ini sulit bergaul karena pendiam dan suka menyendiri. Anak-anak ini juga adalah anak-anak yang rentan terhadap perasaan dendam.

3.                    Anak koleris
          Anak koleris adalah anak yang “bossy”, atau suka berlagak bos, pemberani dan suka mengatur. Mereka merasa semua adalah milik mereka dan cenderung merampas milik temannya. Mereka adalah anak-anak yang tidak mau memahami perasaan orang lain kecuali perasaannya sendiri. Mungkin mirip ungkapan “hatiku adalah rajaku”. Mungkin ini akan mengundang banyak kebencian terhadap lingkungannya bahkan keluarganya sendiri. Saya sendiri sering jengkel dengan anak yang berperilaku seperti ini. Beberapa dari mereka bahkan agresif bertindak keras jika mengingini sesuatu dan tidak terpenuhi. Ambisi adalah hal yang utama bagi mereka. Untuk kadar usia anak-anak tentu saja ambisi mereka tidak begitu membahayakan, tapi bayangkan jika mereka dewasa dan terbawa terus dengan ambisi. Semua orang tentu punya ambisi namun pembawaan anak-anak koleris terhadap ambisi berbeda. Mereka ingin menghalalkan segala cara demi tercapai apa yang diinginkan. Mereka adalah anak-anak dengan keyakinan diri yang kuat dan kemauan yang keras. Sayangnya mereka cenderung menghalalkan segala cara demi tercapainya keinginan mereka meskipun itu menyakiti orang lain atau berbahaya. Mereka pemberi semangat bagi teman-temannya dan tidak peduli apa kata orang. Hal ini membuat mereka tampak keras kepala dan susah di atur.

4.                    Anak Plegmatis

          Anak plegmatis adalah ciri anak yang kalem dan cukup pendiam. Mereka suka humor dan canda tawa,dan yang terutama adalah mereka tidak suka bertengkar atau masuk campur dalam sebuah keributan. Anak tipe ini cenderung netral jika teman-temannya berada dalam dua blok yang saling bermusuhan. Mereka tidak sulit untuk memohon maaf jika bersalah, hal yang sangat jauh berbeda dengan anak koleris. Anak plegmatis banyak di sukai teman-temannya karena sifatnya tersebut, mereka berpembawaan santai dan tidak mudah kuatir. Mereka tidak banyak bicara, mudah rukun, dan senang menjadi pengamat situasi. Kendati demikian mereka punya kekurangan dalam hal kurang antusias dan sering tidak fokus pada suatu tujuan atau pembelajaran. Mereka suka lari dari tanggung jawab karena sifatnya yang selalu ingin santai dan tidak punya ambisi atau kekuatiran. Mereka terlalu sering menjadi penonton di sekolah dan tidak mau terlibat banyak kegiatan. Mereka sering mengabaikan perintah orang tua dan tidak serius menanggapinya. Menunda-nunda pekerjaan dan mudah menyerah jika menghadapi suatu masalah adalah ciri utama mereka.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...