“Kamu
akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan
menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36:26
Satu tahun telah kita
lalui dan kini tahun yang baru telah tiba. Banyak hal yang telah kita lalui,
entah itu baik maupun yang buruk sekalipun. Sebagian doa-doa kita mungkin telah
dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Masalah yang lalu telah
dilalui, tetapi ada masalah lain yang terus berdatangan. Memasuki tahun yang
baru, janji Tuhan bagi umatNya tetap berlaku. Dia senantiasa memberikan
rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang setia mengasihi Dia. Dan ketika
kita sungguh-sungguh berbalik dari jalan-jalan kita yang jahat, Dia memberikan
hati yang baru dan roh yang baru dalam hidup kita. Dia akan memberikan
kemampuan bagi kita agar kita dapat hidup taat seturut dengan FirmanNya.
Tentunya hati yang
baru dan roh yang baru harus diikuti dengan sikap dan perbuatan yang sesuai
dalam kehidupan kita, agar hubungan dengan Tuhan dapat terus terjaga dan
FirmanNya benar-benar membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita. Dan
dalam tahun yang baru ini, kita semua juga pasti rindu untuk melihat
janji-janji Tuhan digenapi, jawaban-jawaban doa dipenuhi, masalah-masalah dapat
terselesaikan dan segala keinginan kita diberikan oleh Tuhan. Oleh karena itu
dengan hati yang baru, ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam menyambut
tahun yang baru ini agar janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita:
1. Lakukan Segala Sesuatu Di Dalam Yesus
“Dan segala sesuatu yang kamu
lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama
Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa
kita.” Kol 3:17
Ingatlah kepada Tuhan
dalam setiap perbuatan kita, baik dalam pekerjaan, di kantor, di rumah, di
jalan, di sekolah, dalam lingkungan sosial, keluarga, pergaulan dan lain-lain.
Keluarkan perkataan-perkataan yang positif dalam
hidup kita, lakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan
kebenaran Firman Tuhan. Lakukan segala sesuatu, seperti kita melakukannya untuk
Tuhan. Kita tidak akan berani berbuat kecurangan/dosa, jika kita
ingat bahwa yang kita lakukan adalah untuk Tuhan.
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku,
Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan
meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, danakan Kuperlihatkan
kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”
Maz 91:14-16
*courtesy of PelitaHidup.com
2. Belajar Dari Pengalaman
“Bahwa aku tertindas itu baik
bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Maz 119:71
Segala ujian dan
pencobaan yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita adalah untuk pembelajaran bagi
kita agar kita dapat hidup lebih baik lagi di hadapan Tuhan. Tuhan senantiasa
membentuk hidup kita melalui segala keadaan maupun kondisi agar kita dapat
menjadi kuat menghadapi masalah-masalah yang lebih besar lagi. Dan ketika kita
mau terbuka di hadapan Tuhan dan belajar dari setiap masalah yang kita hadapi,
maka kita akan menjadi manusia yang semakin mendekati kepada kesempurnaan,
karena hidup ini adalah proses menuju kepada kesempurnaan. Belajarlah dari
setiap pengalaman yang kita lalui, belajar dari tahun yang telah kita lalui dan
evaluasi apa yang perlu kita perbaiki untuk menyongsong tahun yang baru.
Kesalahan yang pernah kita lakukan tidak perlu terulang lagi, dan kebaikan yang
telah dilakukan biarlah dapat lebih lagi dikerjakan dalam tahun yang baru.
“Sebab segala sesuatu yang
ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita
teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab
Suci.” Rom 15:4
3. Iman Disertai Perbuatan
“Demikian juga halnya dengan
iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya
adalah mati.” Yak 2:17
Keyakinan iman dan
kehidupan doa harus selalu diimbangi dengan perbuatan. Karena iman tanpa
perbuatan adalah iman yang mati, sedangkan iman yang disertai dengan perbuatan
akan menghasilkan mujizat dalam kehidupan kita Seringkali ketakutan senantiasa
menghalangi kita untuk dapat melangkah dengan iman. Pikiran dan logika selalu
bertolak belakang dengan iman yang kita miliki. Tetapi ketika kita
menyingkirkan segala ketakutan dan mulai melangkah dengan iman, maka kita akan melihat
hasil yang luar biasa dari perbuatan yang kita lakukan. Ketika kita takut untuk
melangkah atau berbuat sesuatu, maka kita telah kehilangan kesempatan untuk
berhasil. Mungkin juga ketika kita melangkah kita akan menemui kegagalan.
Tetapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi ketika kita tidak mulai untuk
melangkah. Keberanian berbuat sesuatu akan mendatangkan kemungkinan untuk
berhasil dalam kehidupan kita. Dan sesuatu yang dilakukan berkali-kali dengan
tekun akan membuat kita menjadi mahir, sehingga persentase keberhasilan akan
menjadi semakin besar. Ditambah lagi dengan iman yang kita pegang teguh, maka
mujizat demi mujizat akan menyertai setiap langkah hidup yang kita jalani.
“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi
istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui
apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” Pkh 11:6
Sambutlah tahun yang baru dengan penuh keyakinan, karena Tuhan
telah memberikan kita hati yang baru. Lakukan segala sesuatu di dalam Yesus,
belajarlah dari pengalaman yang lalu dan melangkah dengan imanmu, maka kita akan melihat
janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita pada tahun yang baru ini. Haleluya!
.
“Justru
karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada
imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan
penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan
kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih
akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada
padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil
dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 2 Petrus 1:5-8

No comments:
Post a Comment