Filipi 4:19, 2 Raja-raja 4:1-7
Pemberian-pemberian jemaat
Filipi datang kepada Rasul Paulus, dan daripada Rasul Paulus datang kepada
mereka berkat-berkat rohani. Itu juga sesuai dengan perkataan Paulus dalam 1
Korintus 9:11 –“Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu,
berlebih-lebihank kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?”. Jemaat
diFilipi mengadakan hutang piutang dengan Paulus, yaitu pemberian jasmani
menuai pemberian rohani. Nyata bahwa mereka sudah beberapa kali memberi pemberian
kepada Rasul Paulus. Akan tetapi yang dirindukan Paulus bukan pemberian,
melainkan buah-buah yang melimpah kepada mereka. Dengan tulus ikhlas Rasul
Paulus berterima-kasih kepada mereka dalam hal ia menyebut pemberiannya satu
persembahan yang harum kepada Allah. Apakah akibat segala kebajikan orang-orang
Filipi? Paulus menjawab atas pertanyaan itu dalam ayat 19 “Allahku akan memenuhi
segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
Janji ini tidak dapat dilepaskan dari ayat 18—“Kini aku telah menerima semua
yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena
aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum,
suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.” Dua hal itu saling
berhubungan,
Paulus ingin agar
orang-orang Filipi insyaf bahwa Tuhan setia adanya: Tuhan sudah memenuhi
keperluan Rasul Paulus dan oleh karena itu ia juga akan memenuhi keperluan
mereka. Dengan kata lain, Tuhan memenuhi keperluan orang yang memenuhi
keperluan hamba-hamba Tuhan. Hanya orang yang yang sudah berbuat seperti orang
Filipi yang berhak menuntut janji dalam ayat 19. Namun harus disadari bahwa
janji ini bukan hanya keperluan-keperluan jasmani saja, tetapi juga keperluan rohani.
Dalam ayat ini 5 “Greats” yang akan kita lihat bersama-sama.
1. Keperluan yang besar – “Segala keperluanmu....”
Orang-orang percaya
di Filipi menderita banyak kesukaran karena mereka hidup di antara orang-orang
musyrik yang berlawanan, tetapi Paulus berjanji bahwa mesekipun mereka telah
berkorban banyak untuknya melalui Epafroditus, Allah pasti akan menyediakan
kebutuhan mereka, sebagaimana Allah telah menyediakan semua kebutuhannya ketika
berada dalam penjara. Dan kebutuhan itu Allah sediakan melalui jemaat di
Filipi.
2. Penolong yang besar – “Allahku...”
Meskipun
kebutuhan-ebutuhan kita adalah besar, penolong kita adalah lebih besar dari
kebutuhan-kebutuhan kita. Paulus meyakinkan mereka bahwa Allah Allah mereka
adalah Allahnya (“Allahku”) –Pribadi yang yelah menyediakan semua kebutuhan
Paulus. Kita tidak boleh lupa bahwa Allah kita adalah Allah Nuh, Abraham, Musa
dan tokoh-tokoh alkitab lainnya yang memberikan kesaksian dalam pelayanan
mereka. Apakah Allahmu ini Omnipotent, Omniscient, all-wise, Loving God? Atau apakah
kamu sedang mempercayai sebuah allah dari imajinasimu sendiri?
3. Supply yang besar – “..Memenuhi segala keperluanmu...”
Paulus meyakinkan
mereka bahwa Allah yang besar akan “memenuhi segala keperluan mereka..” atau
dengan kata lain; “akan mengisi penuh semua kebutuhanmu.” Cara itu disupply
digambarkan dengan indah di dalam 2 Raja-raja 4:1-7 –Di mana semua bejana yang
kosong dari janda itu di isi secara ajaib dengan minyak. Allah dapat memenuhi
kebutuhan kita dengan “meringankan beban kita atau menambah kekuatan kita.” Kita
harus membedakan kebutuhan-kebutuhan kita dari keinginankeinginan bodoh kita
atau keinginan-keinginan egois kita. Tuhan tidak berjanji akan memenuhi kemauan
kita, melainkan keperluan kita. Dr. Alexander Maclaren berkata, “Apa yang tidak
kita terima oleh iman berarti kita tidak memerlukannya.”
4. Sumber yang besar – “...menurut kekayaan dan kemuliaanNya...”
Alasan mengapa Allah
memenuhi kebutuhan kita dengan berlimpahlimpah adalah karena itu “menurut
kekayaanNya dalam kemuliaan.” KekayaanNya secara alami adalah luar biasa,
kekayaanNya dalam pemeliharaan di ringkas dalam Roma 8:28—“ Kita tahu sekarang,
bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan
rencana Allah,” kekayaanNya dalam anugerah adalah berlimpah, dan kekayaanNya
dalam kemuliaan "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah
didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia:
semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." –1 Korintus
2:9“ Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh
mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di
dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.".
Kita dapat menghitung tenaga kuda daripada mesin-mesin, kita juga dapat menghitung
tenaga listrik dengan kilowatt, tetapi siapa gerangan dapat menghitung kuasa
dan kelengkapan anak-anak Allah menurut kekayaannya dalam Kristus Yesus? Sumber
dari Allah adalah tidak terbatas – oleh karena itu Dia memberi seseperti
seorang raja. Sumber kita adalah persediaan Allah, Kuasa Allah dan janji-janji
Allah.
5. Channel yang besar – “...dalam Kristus Yesus.”
Semua persediaan yang
melimpah ini diterima hanya “melalui Yesus Kristus”. Mereka yang menerima
persediaan ini hanyalah untuk mereka yang berada di dalam Kristus. Janji ini
tersedia untuk orang-orang yang sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamatnya. Untuk orang-orang yang percaya kepada Kristus – Mazmur 2:12—KJV
“…..Blessed are all they that put their trust in him.” LAI –“ Berbahagialah semua
orang yang berlindung pada-Nya!”
Kesimpulan:
Kita harus mengklaim
janji yang besar ini dengan iman sebagaimana kita melangkah memasuki tahun
2019, jika tidak kita akan memasuki tahun baru ini seperti pengemis yang
gelisah yang takut berkorban melayani Tuhan sebagai sumber persediaan kita
karena takut bahwa sumber kita amat kecil akan habis! Kita akan menjadi terlalu
kuatir memberika kekuatan kita dalam doa, membaca dan melayani dan terlalu
kuatir berkorban memberi untuk misi dan membangun rumah Tuhan. “Tetapi yang
kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar
keuntunganmu.” Filipi 4:17.

No comments:
Post a Comment