Monday, January 21, 2019

KRISTUS BAGI SEMUA ORANG



“Tetapi kemuliaan, kehormatan, dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.”
Roma 2: 10-11

     Profesor Koentjaraningrat menyimpulkan bahwa Antropologi adalah ilmu yang berguna untuk mempelajari umat manusia pada umumnya dengan melihatnya dari aneka warna kulit, bentuk fisik, serta kebudayaan yang mereka hasilkan. Manusia memang mahluk yang kompleks, ada beraneka warna kulit dan perbedaan fisik. Ada beraneka bangsa dan suku dengan berbagai cara hidup dan cara pandang mereka yang berbeda.  Namun dalam keanekaragaman itu terdapat kesatuan di mana manusia adalah makhluk sosial yang saling berhubungan dan membutuhkan.
Ada yang menempatkan kemuliaannya pada jabatannya, ada yang menempatkan kemuliaan pada kegagahan fisik, kekayaan, kekuatan, kemampuan, kepintaran, bahkan sikap hidup. Namun pada apapun kita letakkan kemuliaan hidup ini jika tanpa Kristus maka kita akan tahu itu semua akan binasa dan fana. Apakah Mulia jika sesuatu ada habisnya dan bersifat fana? pasti jawabannya tidak. Sebab Mulia itu berarti kekal.
     Yang Mulia dalam kekekalan dan Kekal dalam kemuliaan adalah Yesus Kristus. Dia telah menunjukkan Kemuliaan yang sesungguhnya dari keutuhan hidupNya. Kemuliaan yang tidak dapat diukur dan dinilai secara lahiriah melainkan nyata oleh iman dan mata rohani kita. Sebab kemuliaan yang sejati ada dan berawal di dalam batin kita oelh karena Kristus, bukan lewat hal-hal yang nampak luar. Berbagai bangsa mencari cara dan jalan untuk kemuliaan diri masing-masing, manusia yang kehilangan kemuliaan mencarinya pada dunia yang fana. Hingga yang didapati adalah ketidakpuasan dan pertikaian. Manusia yang menikmati hidup tanpa kemuliaan Allah akan sarat dengan beban dan dosa.
     Namun kini kita sudah tinggal dalam Yesus yang menjadi kemuliaan bagi kita dalam segala hal. Jika Yesus yang mulia di dalam kita, jika Yesus yang menjadi kemuliaan kita dalam segala hal yang kita miliki maka tidak ada yang dapat merampasNya dari kita. Inilah manusia yang mulia. Manusia yang hidup memuliakan Allah dan dimuliakan Allah, hal itu satu dalam Yesus.
     Kita tidak akan terpengaruh dan takut dengan berbagai kecemaran dunia dan seolah-olah mengekslusifkan diri atau menjauhi sesama yang menurut kita kotor dan akan mengotori kita, melainkan kita akan menikmati hidup dalam hubungan dengan semua tanpa terkotori oleh dosa, sebab kemuliaan Allah hadir dan kita nikmati di dalam diri. Allah tidak memandang bulu, hal ini bukan hanya berarti Dia tidak memandang warna kulit, ras, suku, bentuk fisik, dan hal lahiriah lainnya tetapi Dia juga tidak memandang kita dari kemampuan dan keahlian kita ataupun segala keadaan diri kita. Dia memandang keutuhan diri kita dari dalam hati kita bukan untuk membedakan kita tetapi untuk menerima kita dan memperbaiki hidup kita. Inilah kasih Allah dalam Yesus bagi kita.
     Paulus memanggil Timotius dengan sebutan manusia Allah. Ini berlaku atas semua kita yang menjadi anak-anak Allah dalam Yesus. Sebab kita dulunya manusia lama, manusia dosa, kini menjadi lahir baru dan manusia baru, Manusia Allah di dalam Kristus. Manusia yang mau menyatakan Allah dan menikmati Pribadi Allah di dalam dirinya.
     Inilah kesejatian dan kemuliaan hidup sebagai manusia ciptaan yang mulia. Jika oleh dosa manusia jatuh dalam kehinaan kini oleh karena Kristus maka manusia itu dapat kembali bangkit dalam kemuliaan.
Manusia yang sesungguhnya adalah makhluk mulia yang berkorelasi atau berhubungan dengan Allah. Tanpa adanya Allah dalam diri kita maka kita sesungguhnya kehilangan kesejatian manusia itu. Kita hanya manusia dalam arti makhluk biologis, suatu organisme tercerdas di muka bumi yang hanya bergerak dengan naluri perasaan hati dan kepintaran pikiran akal budi, hanya sebatas berjiwa dan bertubuh sementara roh kita mati, dalam hal inilah apa yang disebut kematian rohani.

     Tetapi dalam Yesus kita menikmati Hidup baru, Roh kudus hadir di dalam kita dan membangkitkan roh kita hingga kita menikmati hidup dalam roh yang menguasai hati perasaan kita dan akal pikiran kita. Jiwa kita dikuasai olehNya dan bukan oleh dosa lagi. Inilah nikmat dari apa yang selalu disebut dengan keselamatan jiwa. Mari di dalam Kristus kita yang adalah manusia ciptaanNya menikmati keadilanNya yang tidak pandang bulu, hingga oleh KemuliaanNya itu kita pun tidak pandang bulu. Kita memandang sesama di dalam pandangan Kristus yang mau menerima semua untuk menaklukan semua dengan kasih sehingga semua bisa diselamatkan.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...