Monday, January 21, 2019

HIDUP DALAM PENGAJARANNYA


“Karena itu buanglah segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.”
1 Petrus 2 : 1 – 3

     Pada abad 15-16, bangsa-bangsa di Eropa berlomba-lomba menjelajah dunia dan menemukan daratan-daratan lain di seberang samudera. Mereka bertemu dengan begitu banyak aneka bangsa dan suku manusia di berbagai benua. Mereka amat terheran-heran dengan apa yang mereka temui.

Mereka melihat berbagai etnis, bentuk fisik, warna kulit, bentuk wajah, dan berbagai budaya yang baru mereka kenal. Kisah petualangan mereka itu mereka catat dalam jurnal harian dan buku-buku mereka. Terkenal beberapa catatan dari Ferdinand Magelan, Marcopolo, ataupun Christopher Colombus. Dari sinilah timbul keinginan kuat pada bangsa-bangsa Eropa untuk mempelajari lebih dalam dan terperinci tentang manusia dan budayanya. Mereka mulai mengenal Etnografi (ilmu tentang etnis suku bangsa), dan Antropologi (ilmu tentang manusia).
     Pada abad 19 perhatian bangsa-bangsa Eropa terhadap Etnografi dan Antropologi menjadi amat dalam. para pelajar dan akademisi amat tertarik hingga akhirnya ilmu tersebut menjadi bahan pembelajaran sekolah. Hal itu berlaku meluas di berbagai negara luar Eropa dan mendunia termasuk di Indonesia. Ya, manusia semakin hari akan semakin haus dengan ilmu dan pengetahuan karena Alkitab pun menulis pada hari-hari terakhir pengetahuan akan bertambah.
     Manusia akan menyelidiki hidup ini dan dunia dan semesta untuk memenuhi hasrat keingintahuannya dan keinginannya untuk berkembang maju. Mereka berusaha mendapatkan banyak solusi yang lebih baik untuk menikmati hidup ini. Yesus berkata bahwa tanda-tanda dunia manusia fasih dan peka memahaminya tapi untuk Anak Allah yang datang sebagai Tanda dari Allah atau sebagai Mesias, manusia sulit mendalami dan menerima. Itu dikatakan Yesus pada para ahli Taurat dan kaum Farisi yang terpelajar seputar permintaan mereka pada Yesus untuk meminta tanda dari langit sebagai pengesahan Allah atas kemesiasan Yesus.
     Padahal telah banyak tanda Yesus lakukan dan telah banyak pernyataan Allah yang tampak lewat Yesus salah satunya adalah saat Yesus dibaptis dan muncul Merpati serta terdengar suara; “Inilah AnakKu yang kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan.” Manusia memang bebal untuk hal rohaniah dan amat tertarik dengan hal duniawi dan lahiriah semata.
     Syukurlah di dalam Yesus kita diajari Allah untuk peka dengan Dia. Jika kita menikmati kepekaan dan pengajaran Allah dalam Kristus maka soal pengetahuan dunia itu akan kita peroleh dengan luas dan benar. Sebab kita memiliki hikmat yang mengkaji segala sesuatu, yang benar-benar kaya. Dikatakan kaya sebab kekayaan sesungguhnya adalah sesuatu yang berkembang dan tidak pernah habis, bukanlah seperti harta jasmaniah yang sifatnya bisa habis dan usang.
     Kristuslah kekayaan dalam diri kita bagi hidup kita, agar oleh Dia kita dapat menikmati hidup ini dalam kekayaan yang sesungguhnya. Kekayaan tanpa memberikan perubahan akhlak dan kualitas rohani hidup maka itu bukanlah kekayaan. Kekayaan yang benar itu hidup dan menghidupi kita dalam rohani dan jasmani, yang berkembang dan mengubah diri kita menjadi lebih baik dan benar. Kekayaan itu adalah Kristus, yang memperkaya segala sesuatu yang ada di dalam Dia.
     Di dalam Yesus kita menikmati hidup dalam pengajaran hidupNya Allah. Di mana kita haus akan Dia dalam segala sesuatu. Kita menikmati pengajaran Allah secara utuh dalam hidup. Apapun yang kita hadapi dan alami itu menjadi sarana Allah untuk mengajari kita dan sarana kita untuk menikmati pengajaran Allah. Jadi pengajaranNya bukan sebatas pada pendengaran Firman lewat khotbah dalam ibadah tetapi utuh dinikmati dalam realita hidup kita.
     Ketika kita masuk dalam pengajaran Allah maka hidup ini adalah pengajaran dan pendidikan ilahi. Kita menikmati Dia hadir dalam apapun yang kita tekuni dan pelajari. Hingga olehNya kita tidak hanya menerima ilmu dunia tetapi mendapati Allah dalam segala hal. Kita sanggup mengkaji segala sesuatu dengan benar dan menjadi berkat bagi diri kita dan sesama oleh karenanya. Pengetahuan sebatas wawasan dunia itu fana dan satu saat akan lenyap tetapi Pengetahuan Kebenaran Allah yaitu Kristus akan menghidupkan kita hingga kekal bersama Dia.
“Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”, kata Yesus. Jalan bagi kita untuk kita beroleh pengetahuan yang memberi jalan atau solusi, kebenaran bagi kita untuk kita memperoleh pengetahuan yang membenarkan, dan Hidup bagi kita untuk kita memperoleh pengetahuan yang menghidupkan. Itu semua satu di dalam Yesus.
Mari kita bersama menjadi umatNya yang haus akan Dia dalam segala hal. Kita bukan hanya manusia yang hidup sebagai makhluk sosial dunia tetapi utuhnya dan intinya kita adalah makhluk mulia dari Allah dan anak Allah yang hidup menyatakan kerajaan Allah di tengah dunia ini.
     “Ya Tuhan Yesus ajarlah kami dalam segala hal, dalam penghiburanMu, dalam perlindunganMu, dalam berkatMu, dalam segala yang Engkau miliki. Bawalah kami untuk semakin mengenal Engkau lewat segala realita yang kami alami, inilah berkat yang terindah dan utama bagi kami yaitu semakin mengenal Engkau dan dekat dengan Engkau.
Engkau mau mengenali kami secara pribadi dan mengenali kami apa adanya kami karena itulah hingga kami pun beroleh jalan untuk bisa mengenal Engkau sebagaimana yang Engkau inginkan atas kami. Dalam apapun yang kami inginkan dan kami minta serta kami butuhkan biarlah kami mencari Engkau lewat itu, yaitu kami ingin semakin mengenal Engkau secara pribadi.”
     Sungguh luar biasa permintaan ini bukan? Mungkin saudara ada yang merasa jarang berdoa seperti itu, ataupun ada yang sering mendoakan hal itu namun tidak dalam pengertian dan keinginan sungguh untuk mencari dan menerima. Sekarang mari kita bersama sebagai anak-anak Allah masuk pada ranah yang lebih dalam dengan Yesus untuk semakin mengenal Dia sebagaimana Paulus berkata bahwa yang dia kehendaki adalah mengenal Yesus dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dengan Yesus dan menjadi serupa dengan Yesus. Amin.


No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...