“Karena
itu buanglah segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan
fitnah. Dan jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air
susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh
keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.”
1
Petrus 2 : 1 – 3
Mereka
melihat berbagai etnis, bentuk fisik, warna kulit, bentuk wajah, dan berbagai
budaya yang baru mereka kenal. Kisah petualangan mereka itu mereka catat dalam
jurnal harian dan buku-buku mereka. Terkenal beberapa catatan dari Ferdinand
Magelan, Marcopolo, ataupun Christopher Colombus. Dari sinilah timbul keinginan
kuat pada bangsa-bangsa Eropa untuk mempelajari lebih dalam dan terperinci
tentang manusia dan budayanya. Mereka mulai mengenal Etnografi (ilmu tentang
etnis suku bangsa), dan Antropologi (ilmu tentang manusia).
Pada abad 19 perhatian bangsa-bangsa Eropa
terhadap Etnografi dan Antropologi menjadi amat dalam. para pelajar dan
akademisi amat tertarik hingga akhirnya ilmu tersebut menjadi bahan
pembelajaran sekolah. Hal itu berlaku meluas di berbagai negara luar Eropa dan
mendunia termasuk di Indonesia. Ya, manusia semakin hari akan semakin haus
dengan ilmu dan pengetahuan karena Alkitab pun menulis pada hari-hari terakhir
pengetahuan akan bertambah.
Manusia akan menyelidiki hidup ini dan
dunia dan semesta untuk memenuhi hasrat keingintahuannya dan keinginannya untuk
berkembang maju. Mereka berusaha mendapatkan banyak solusi yang lebih baik
untuk menikmati hidup ini. Yesus berkata bahwa tanda-tanda dunia manusia fasih
dan peka memahaminya tapi untuk Anak Allah yang datang sebagai Tanda dari Allah
atau sebagai Mesias, manusia sulit mendalami dan menerima. Itu dikatakan Yesus
pada para ahli Taurat dan kaum Farisi yang terpelajar seputar permintaan mereka
pada Yesus untuk meminta tanda dari langit sebagai pengesahan Allah atas
kemesiasan Yesus.
Padahal telah banyak tanda Yesus lakukan
dan telah banyak pernyataan Allah yang tampak lewat Yesus salah satunya adalah
saat Yesus dibaptis dan muncul Merpati serta terdengar suara; “Inilah AnakKu
yang kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan.” Manusia memang bebal untuk hal
rohaniah dan amat tertarik dengan hal duniawi dan lahiriah semata.
Syukurlah di dalam Yesus kita diajari
Allah untuk peka dengan Dia. Jika kita menikmati kepekaan dan pengajaran Allah
dalam Kristus maka soal pengetahuan dunia itu akan kita peroleh dengan luas dan
benar. Sebab kita memiliki hikmat yang mengkaji segala sesuatu, yang
benar-benar kaya. Dikatakan kaya sebab kekayaan sesungguhnya adalah sesuatu
yang berkembang dan tidak pernah habis, bukanlah seperti harta jasmaniah yang
sifatnya bisa habis dan usang.
Kristuslah kekayaan dalam diri kita bagi
hidup kita, agar oleh Dia kita dapat menikmati hidup ini dalam kekayaan yang
sesungguhnya. Kekayaan tanpa memberikan
perubahan akhlak dan kualitas rohani hidup maka itu bukanlah kekayaan. Kekayaan
yang benar itu hidup dan menghidupi kita dalam rohani dan jasmani, yang
berkembang dan mengubah diri kita menjadi lebih baik dan benar. Kekayaan itu
adalah Kristus, yang memperkaya segala sesuatu yang ada di dalam Dia.
Di dalam Yesus kita menikmati hidup dalam
pengajaran hidupNya Allah. Di mana kita haus akan Dia dalam segala sesuatu.
Kita menikmati pengajaran Allah secara utuh dalam hidup. Apapun yang kita
hadapi dan alami itu menjadi sarana Allah untuk mengajari kita dan sarana kita
untuk menikmati pengajaran Allah. Jadi pengajaranNya bukan sebatas pada
pendengaran Firman lewat khotbah dalam ibadah tetapi utuh dinikmati dalam
realita hidup kita.
Ketika kita masuk dalam pengajaran Allah
maka hidup ini adalah pengajaran dan pendidikan ilahi. Kita menikmati Dia hadir
dalam apapun yang kita tekuni dan pelajari. Hingga olehNya kita tidak hanya
menerima ilmu dunia tetapi mendapati Allah dalam segala hal. Kita sanggup
mengkaji segala sesuatu dengan benar dan menjadi berkat bagi diri kita dan
sesama oleh karenanya. Pengetahuan
sebatas wawasan dunia itu fana dan satu saat akan lenyap tetapi Pengetahuan
Kebenaran Allah yaitu Kristus akan menghidupkan kita hingga kekal bersama Dia.
“Akulah
Jalan, Kebenaran, dan Hidup”, kata Yesus. Jalan bagi kita untuk kita beroleh
pengetahuan yang memberi jalan atau solusi, kebenaran bagi kita untuk kita
memperoleh pengetahuan yang membenarkan, dan Hidup bagi kita untuk kita
memperoleh pengetahuan yang menghidupkan. Itu semua satu di dalam Yesus.
Mari kita bersama
menjadi umatNya yang haus akan Dia dalam segala hal. Kita bukan hanya manusia
yang hidup sebagai makhluk sosial dunia tetapi utuhnya dan intinya kita adalah
makhluk mulia dari Allah dan anak Allah yang hidup menyatakan kerajaan Allah di
tengah dunia ini.
“Ya Tuhan Yesus ajarlah kami dalam segala
hal, dalam penghiburanMu, dalam perlindunganMu, dalam berkatMu, dalam segala
yang Engkau miliki. Bawalah kami untuk semakin mengenal Engkau lewat segala
realita yang kami alami, inilah berkat yang terindah dan utama bagi kami yaitu
semakin mengenal Engkau dan dekat dengan Engkau.
Engkau
mau mengenali kami secara pribadi dan mengenali kami apa adanya kami karena
itulah hingga kami pun beroleh jalan untuk bisa mengenal Engkau sebagaimana
yang Engkau inginkan atas kami. Dalam apapun yang kami inginkan dan kami minta serta
kami butuhkan biarlah kami mencari Engkau lewat itu, yaitu kami ingin semakin
mengenal Engkau secara pribadi.”
Sungguh luar biasa permintaan ini bukan?
Mungkin saudara ada yang merasa jarang berdoa seperti itu, ataupun ada yang
sering mendoakan hal itu namun tidak dalam pengertian dan keinginan sungguh
untuk mencari dan menerima. Sekarang mari kita bersama sebagai anak-anak Allah
masuk pada ranah yang lebih dalam dengan Yesus untuk semakin mengenal Dia
sebagaimana Paulus berkata bahwa yang dia kehendaki adalah mengenal Yesus dan
kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dengan Yesus dan menjadi serupa dengan
Yesus. Amin.

No comments:
Post a Comment