1.
Egois
Sifat ini pada anak-anak erat hubungannya
dengan keras kepala dan sering membuat orang tua hilang kesabaran atau tidak
tahu harus berbuat apa. Anak dengan sifat egois memiliki tingkah laku yang umum
yaitu bila keinginannya tidak terpenuhi mereka akan mengancam, mogok makan,
sampai berguling di lantai.
Anak seperti ini hanya perlu diberi
pengertian sebab mereka hanya melakukan apa yang mereka kehendaki tanpa
benar-benar mengetahuinya. Memberi pengertian mana yang baik dan buruk dan mana
yang berguna saat sekarang dan nanti. Selebihnya orang tua tentu harus lebih
tahu sifat dan karakter anaknya agar bisa mendalami mereka untuk tahu didikan
yang tepat. Ajari mereka tentang Kristus sebagai pribadi yang memiliki sukacita
saat mengalah dan melakukan kehendak BapaNya. Teguhkan iman mereka yang meski
masih kanak-kanak namun sudah bisa mengerti tentang Kristus dalam pengertian
yang sederhana. Mulai mengajari mereka sejak dini tentang Kristus yang
memberikan sukacita sejati dalam segala hal. Hal ini memupuk anak untuk sejak
kecil mulai mengenal dan berakar kuat di dalam Kristus secara pribadi.
2.
Perajuk
Anak perajuk dan suka ngambek
cenderung cengeng. Hampir sama dengan anak egois namun anak perajuk belum tentu
keras kepala. Mereka adalah tipe anak yang hanya ingin diperhatikan dan jika
merasa kehilangan perhatian atau kasih sayang sedikit saja maka mereka merajuk.
Mengahadapi anak perajuk jika tidak
dengan kesabaran yang kuat tentu akan menambah panjang cerita rajukan si anak.
Mereka sebenarnya tidak mudah dibujuk dengan barang tapi mereka utamanya
mencari kasih sayang. Sikap dan perhatian kita tentu akan sangat berpengaruh
baginya. Mereka hanya perlu penjelasan jika anda tidak bisa sering memberi
perhatian lebih itu bukan berarti tidak sayang melainkan anda sedang sibuk dan
butuh fokus pada pekerjaan. Kristus adalah pribadi yang setia menemani mereka
setiap saat. Ajari mereka untuk sejak kecil mulai merasakan Kristus dalam iman
dan menikmati kehadiranNya setiap saat yang memberi pengertian dan kepedulian.
Sebab mereka saat remaja atau menanjak dewasa akan mengalami masa-masa tertentu
di mana jauh dari orang tua dan saudara atau bahkan tinggal sendiri. Jika tidak
kuat dalam Kristus tentu kita tahu bersama banyak hal rentan bagi anak dengan
tipe seperti ini.
3.
Pemalas
Sifat anak yang pemalas biasanya
tidak mau mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan padanya. Misalnya
merapihkan tempat tidur, rak buku, tugas pelajaran, dan membereskan mainannya
sendiri. Mereka cenderung suka mengandalkan orang lain untuk mengerjakan tugas
yang harus mereka lakukan.
Kita hanya perlu menceritakan bahwa
dia tidak selamanya akan mengandalkan orang lain, sebab satu saat itu bisa
merugikan dirinya sendiri. Ajari dia tanggung jawab dari hal-hal kecil yang
bahkan berkaitan dengan permainan hingga akhirnya dia belajar menikmati
tanggung jawab dalam tugas sejak anak-anak. Dia dapat melihat pula orang tua
sebagai contoh dan panutannya. Ajari dia tentang Yesus sebagai Pribadi yang
rajin sejak masa kanak-kanak. Meskipun tidak banyak bukti tertulis dalam
alkitab tentang masa kanak-kanak Yesus namun kita semua tahu sebagai Anak Allah
dan Anak Manusia sejati Dia adalah panutan dalam segala hal termasuk kerajinan.
4.
Nakal
Sifat nakal adalah sifat yang umum
pada anak-anak meski penampilannya berbeda. Sifat nakal itu bisa saja kita
terjemahkan dalam karakter anak seperti keras kepala, suka melawan, suka akan
bahaya, cenderung aktif atau suka berkelahi dan mengganggu sesama. Mereka jahil
pada teman dan sangat bahagia melihat teman menangis karena ulahnya.
tentu saja orang tua harus dekat
dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai dasar hubungan emosional dan
pendidikan bagi anaknya. Larangan demi larangan mungkin sudah dilancarkan
termasuk deraan sampai tindakan tegas berupa hajaran orang tua. Ada yang nakal
memang karena jiwanya yang jahil, ada yang nakal karena jiwanya yang suka
mencari tahu sendiri dan suka bertualang. Pahami seperti apa inti kenakalan
anak tersebut dan ajari dia tentang Yesus sebagai Pribadi yang tahu menghargai
teman dan sesama serta mau mendengarkan nasehat dan larangan orang tuaNya.
Berikan mereka pengertian bahwa tindakan mereka ada yang membahayakan dan itu
akan merugikan diri mereka sendiri.
5.
Pendendam
Ciri anak pendendam adalah anak yang
kejiwaannya terbiasa memendam sakit hati. Dia biasa melakukan ancaman secara
langsung atau hanya berencena diam-diam di dalam hati. Mereka biasanya akan
berusaha keras untuk membalas dan akan puas ketika pembalasan telah
dilakukan.(1) Biasanya mereka dendam dan memendam sakit hati karena mereka
dalam posisi tidak mampu melawan secara langsung, keadaan yang tidak
memungkinkan, tidak ingin dilihat orang-orang tertentu, atau karena takut dan
mereka mencari cara lain.
Anda jangan biarkan sejak anak-anak
sifat ini tertanam pada anak anda. Ajari dia tentang Yesus yang memberi
sukacita dan yang sukses merasakan sukacita Allah hingga Dia tidak pendendam
melainkan penuh kasih mengampuni. Ajari anak anda untuk mulai mengaduh hanya
kepada Yesus yang memberi penghiburan selain dia mengaduh kepada anda. Ajari
mereka untuk berani di dalam Yesus. Berani di sini adalah mereka bisa
menyampaikan isi hati mereka dengan terbuka kepada orang yang menyakiti mereka
agar mereka tidak memendamnya. Orang tua dengan kondisi anak seperti ini
haruslah benar-benar terbuka dengan anaknya dan penuh kepedulian mendengar
serta menjadi penyemangat. Utarakan pada anak bahwa setiap kejahatan ada
upahnya tersendiri. Ada banyak cerita alkitab yang dapat menjadi contoh untuk
dapat memotivasi anak tersebut. Dia harus tahu bahwa dendam dapat merugikan
dirinya sendiri pula meski dia tetap bisa mampu menjalankannya. Kepuasan sejati
dan kelegaan hidup hanya ada di dalam Yesus.
6.
Pemalu
Anak pemalu dan minder sering menjadi
tersisih dalam pergaulannya dan bahkan menjadi korban bagi kejahilan dan
aroganisme teman-temannya. Mereka adalah anak-anak yang jarang bicara dan sulit
bergaul karena minder dan tidak bisa memulai pertemanan lebih dahulu.(2) Dalam pergaulan sesama umur mereka sering dinilai
“kuno” atau “kuper”, alias “tidak gaya” dan itu cenderung membuat mereka tampak
tidak menarik di hadapan teman-temannya kendati mereka mungkin memiliki potensi
luar biasa. Kesulitan berkomunikasi dan kesulitan untuk diminati atau disukai
oleh lingkungannya membuat mereka makin terpuruk dalam keminderan.
Anak seperti ini butuh kepercayaan
diri dalam dirinya dan kita harus memotivasinya untuk itu. Mereka harus dilatih
keberanian untuk tampil dan tidak ambil peduli dengan apa kata orang nanti. Mereka
cenderung terlalu keras kepada diri sendiri sehingga merasa tidak lebih baik
dari yang lain, padahal anda bisa membangkitkan semangat dan harga dirinya
dalam Tuhan. Katakan bahwa dalam Yesus dia berharga dan memiliki potensi besar
untuk berkembang dan disukai orang. Yang utama adalah dia punya Yesus, Pribadi
yang benar-benar menyukai dan menyayanginya. Jika dia telah beriman demikian
maka dia akan mulai menikmati kepercayaan diri dari dalam dirinya sendiri oleh
karena Yesus.
7.
Periang
Anak tipe ini terkenal sebagai anak
yang aktif dalam hal positif. Pada umumnya mereka lincah, muda bergaul, dan
ramah pada semua orang. Mereka memiliki banyak teman, tidak pernah kehabisan
cerita dan akal untuk membangun persahabatan. Mereka senang bersahabat dan
pertemanan bukan hal yang sulit baginya melainkan sudah alamiah dalam hidupnya.
Ajari mereka tentang Yesus sebagai
sahabat sejati yang menemani dia setiap waktu dan menjadi hikmat bagi dia dalam
bergaul. Mereka cenderung tidak punya identitas pribadi sebab amat mudah
beradaptasi dengan lingkungan pergaulannya. Contohkan mereka tentang Yesus yang
tidak kehilangan identitas diriNya yang benar meski ada di tengah-tengah orang
berdosa dan bergaul karib dengan mereka. Melainkan Yesus lah yang sanggup memberi
contoh yang benar bagi mereka.
8.
Hiperaktif / perusak
ulung
Anak seperti ini termasuk amat
menjengkelkan. Mereka mungkin tidak bermaksud untuk merusak sesuatu, tapi
keaktifan merekalah yang membuat tangan dan kakinya membawa bencana. Setiap barang yang mereka pegang akan
berujung pada hancur, berantakan, macet, rusak, dan tidak bisa dipakai lagi.
Anda membeli mainan, dan sekejap kemudian mainan itu sudah rusak. Di samping
itu ada anak-anak yang cenderung hiperaktif dalam destruktif, yaitu memang suka
merusak.
Kita patut memberi arahan bahwa
mereka perlu bersikap menjaga dan merawat barang-barangnya sendiri dan tidak
merusaknya. Ada yang merusak secara tidak sengaja karena keingintahuan yang
kuat. Kita hanya perlu menjelaskan padanya bahwa ada hal-hal keingintahuannya
dapat ditemukan tanpa harus dengan merusak barang tersebut. Belajar memberi
pemahaman bagi anak untuk tahu memilah-milah mana yang pantas dan mana yang
tidak pantas dan merugikan.

No comments:
Post a Comment