Saturday, January 12, 2019

Beberapa sifat-sifat anak yang umum dan penanggulangannya


1.                    Egois
          Sifat ini pada anak-anak erat hubungannya dengan keras kepala dan sering membuat orang tua hilang kesabaran atau tidak tahu harus berbuat apa. Anak dengan sifat egois memiliki tingkah laku yang umum yaitu bila keinginannya tidak terpenuhi mereka akan mengancam, mogok makan, sampai berguling di lantai.
          Anak seperti ini hanya perlu diberi pengertian sebab mereka hanya melakukan apa yang mereka kehendaki tanpa benar-benar mengetahuinya. Memberi pengertian mana yang baik dan buruk dan mana yang berguna saat sekarang dan nanti. Selebihnya orang tua tentu harus lebih tahu sifat dan karakter anaknya agar bisa mendalami mereka untuk tahu didikan yang tepat. Ajari mereka tentang Kristus sebagai pribadi yang memiliki sukacita saat mengalah dan melakukan kehendak BapaNya. Teguhkan iman mereka yang meski masih kanak-kanak namun sudah bisa mengerti tentang Kristus dalam pengertian yang sederhana. Mulai mengajari mereka sejak dini tentang Kristus yang memberikan sukacita sejati dalam segala hal. Hal ini memupuk anak untuk sejak kecil mulai mengenal dan berakar kuat di dalam Kristus secara pribadi.


2.                    Perajuk
          Anak perajuk dan suka ngambek cenderung cengeng. Hampir sama dengan anak egois namun anak perajuk belum tentu keras kepala. Mereka adalah tipe anak yang hanya ingin diperhatikan dan jika merasa kehilangan perhatian atau kasih sayang sedikit saja maka mereka merajuk.
          Mengahadapi anak perajuk jika tidak dengan kesabaran yang kuat tentu akan menambah panjang cerita rajukan si anak. Mereka sebenarnya tidak mudah dibujuk dengan barang tapi mereka utamanya mencari kasih sayang. Sikap dan perhatian kita tentu akan sangat berpengaruh baginya. Mereka hanya perlu penjelasan jika anda tidak bisa sering memberi perhatian lebih itu bukan berarti tidak sayang melainkan anda sedang sibuk dan butuh fokus pada pekerjaan. Kristus adalah pribadi yang setia menemani mereka setiap saat. Ajari mereka untuk sejak kecil mulai merasakan Kristus dalam iman dan menikmati kehadiranNya setiap saat yang memberi pengertian dan kepedulian. Sebab mereka saat remaja atau menanjak dewasa akan mengalami masa-masa tertentu di mana jauh dari orang tua dan saudara atau bahkan tinggal sendiri. Jika tidak kuat dalam Kristus tentu kita tahu bersama banyak hal rentan bagi anak dengan tipe seperti ini.
3.                    Pemalas
          Sifat anak yang pemalas biasanya tidak mau mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan padanya. Misalnya merapihkan tempat tidur, rak buku, tugas pelajaran, dan membereskan mainannya sendiri. Mereka cenderung suka mengandalkan orang lain untuk mengerjakan tugas yang harus mereka lakukan.
          Kita hanya perlu menceritakan bahwa dia tidak selamanya akan mengandalkan orang lain, sebab satu saat itu bisa merugikan dirinya sendiri. Ajari dia tanggung jawab dari hal-hal kecil yang bahkan berkaitan dengan permainan hingga akhirnya dia belajar menikmati tanggung jawab dalam tugas sejak anak-anak. Dia dapat melihat pula orang tua sebagai contoh dan panutannya. Ajari dia tentang Yesus sebagai Pribadi yang rajin sejak masa kanak-kanak. Meskipun tidak banyak bukti tertulis dalam alkitab tentang masa kanak-kanak Yesus namun kita semua tahu sebagai Anak Allah dan Anak Manusia sejati Dia adalah panutan dalam segala hal termasuk kerajinan.
4.                    Nakal
          Sifat nakal adalah sifat yang umum pada anak-anak meski penampilannya berbeda. Sifat nakal itu bisa saja kita terjemahkan dalam karakter anak seperti keras kepala, suka melawan, suka akan bahaya, cenderung aktif atau suka berkelahi dan mengganggu sesama. Mereka jahil pada teman dan sangat bahagia melihat teman menangis karena ulahnya.
          tentu saja orang tua harus dekat dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai dasar hubungan emosional dan pendidikan bagi anaknya. Larangan demi larangan mungkin sudah dilancarkan termasuk deraan sampai tindakan tegas berupa hajaran orang tua. Ada yang nakal memang karena jiwanya yang jahil, ada yang nakal karena jiwanya yang suka mencari tahu sendiri dan suka bertualang. Pahami seperti apa inti kenakalan anak tersebut dan ajari dia tentang Yesus sebagai Pribadi yang tahu menghargai teman dan sesama serta mau mendengarkan nasehat dan larangan orang tuaNya. Berikan mereka pengertian bahwa tindakan mereka ada yang membahayakan dan itu akan merugikan diri mereka sendiri.
5.                    Pendendam
          Ciri anak pendendam adalah anak yang kejiwaannya terbiasa memendam sakit hati. Dia biasa melakukan ancaman secara langsung atau hanya berencena diam-diam di dalam hati. Mereka biasanya akan berusaha keras untuk membalas dan akan puas ketika pembalasan telah dilakukan.(1) Biasanya mereka dendam dan memendam sakit hati karena mereka dalam posisi tidak mampu melawan secara langsung, keadaan yang tidak memungkinkan, tidak ingin dilihat orang-orang tertentu, atau karena takut dan mereka mencari cara lain.
          Anda jangan biarkan sejak anak-anak sifat ini tertanam pada anak anda. Ajari dia tentang Yesus yang memberi sukacita dan yang sukses merasakan sukacita Allah hingga Dia tidak pendendam melainkan penuh kasih mengampuni. Ajari anak anda untuk mulai mengaduh hanya kepada Yesus yang memberi penghiburan selain dia mengaduh kepada anda. Ajari mereka untuk berani di dalam Yesus. Berani di sini adalah mereka bisa menyampaikan isi hati mereka dengan terbuka kepada orang yang menyakiti mereka agar mereka tidak memendamnya. Orang tua dengan kondisi anak seperti ini haruslah benar-benar terbuka dengan anaknya dan penuh kepedulian mendengar serta menjadi penyemangat. Utarakan pada anak bahwa setiap kejahatan ada upahnya tersendiri. Ada banyak cerita alkitab yang dapat menjadi contoh untuk dapat memotivasi anak tersebut. Dia harus tahu bahwa dendam dapat merugikan dirinya sendiri pula meski dia tetap bisa mampu menjalankannya. Kepuasan sejati dan kelegaan hidup hanya ada di dalam Yesus.
6.                    Pemalu
          Anak pemalu dan minder sering menjadi tersisih dalam pergaulannya dan bahkan menjadi korban bagi kejahilan dan aroganisme teman-temannya. Mereka adalah anak-anak yang jarang bicara dan sulit bergaul karena minder dan tidak bisa memulai pertemanan lebih dahulu.(2)   Dalam pergaulan sesama umur mereka sering dinilai “kuno” atau “kuper”, alias “tidak gaya” dan itu cenderung membuat mereka tampak tidak menarik di hadapan teman-temannya kendati mereka mungkin memiliki potensi luar biasa. Kesulitan berkomunikasi dan kesulitan untuk diminati atau disukai oleh lingkungannya membuat mereka makin terpuruk dalam keminderan.
          Anak seperti ini butuh kepercayaan diri dalam dirinya dan kita harus memotivasinya untuk itu. Mereka harus dilatih keberanian untuk tampil dan tidak ambil peduli dengan apa kata orang nanti. Mereka cenderung terlalu keras kepada diri sendiri sehingga merasa tidak lebih baik dari yang lain, padahal anda bisa membangkitkan semangat dan harga dirinya dalam Tuhan. Katakan bahwa dalam Yesus dia berharga dan memiliki potensi besar untuk berkembang dan disukai orang. Yang utama adalah dia punya Yesus, Pribadi yang benar-benar menyukai dan menyayanginya. Jika dia telah beriman demikian maka dia akan mulai menikmati kepercayaan diri dari dalam dirinya sendiri oleh karena Yesus.
7.                    Periang
          Anak tipe ini terkenal sebagai anak yang aktif dalam hal positif. Pada umumnya mereka lincah, muda bergaul, dan ramah pada semua orang. Mereka memiliki banyak teman, tidak pernah kehabisan cerita dan akal untuk membangun persahabatan. Mereka senang bersahabat dan pertemanan bukan hal yang sulit baginya melainkan sudah alamiah dalam hidupnya.
          Ajari mereka tentang Yesus sebagai sahabat sejati yang menemani dia setiap waktu dan menjadi hikmat bagi dia dalam bergaul. Mereka cenderung tidak punya identitas pribadi sebab amat mudah beradaptasi dengan lingkungan pergaulannya. Contohkan mereka tentang Yesus yang tidak kehilangan identitas diriNya yang benar meski ada di tengah-tengah orang berdosa dan bergaul karib dengan mereka. Melainkan Yesus lah yang sanggup memberi contoh yang benar bagi mereka.
8.                    Hiperaktif / perusak ulung
          Anak seperti ini termasuk amat menjengkelkan. Mereka mungkin tidak bermaksud untuk merusak sesuatu, tapi keaktifan merekalah yang membuat tangan dan kakinya membawa bencana.  Setiap barang yang mereka pegang akan berujung pada hancur, berantakan, macet, rusak, dan tidak bisa dipakai lagi. Anda membeli mainan, dan sekejap kemudian mainan itu sudah rusak. Di samping itu ada anak-anak yang cenderung hiperaktif dalam destruktif, yaitu memang suka merusak.

          Kita patut memberi arahan bahwa mereka perlu bersikap menjaga dan merawat barang-barangnya sendiri dan tidak merusaknya. Ada yang merusak secara tidak sengaja karena keingintahuan yang kuat. Kita hanya perlu menjelaskan padanya bahwa ada hal-hal keingintahuannya dapat ditemukan tanpa harus dengan merusak barang tersebut. Belajar memberi pemahaman bagi anak untuk tahu memilah-milah mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dan merugikan.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...