Sebab
mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka
anggap baik,tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita,supaya kita beroleh
bagian dalam kekudusanNya.
Ibrani
12:10
Didikan Allah adalah penyataan kasihNya kepada
kita.DidikanNya bukan bertujuan untuk menghukum dalam kutukan dan berujung
maut,tapi menghukum di dalam berkat yang berujung kepada hidup.Banyak orang
merasa bangga ketika melihat orang lain seperti dalam situasi sedang dididik
Allah.Mereka merasa bahwa keadaan rohani mereka jauh lebih baik dari orang
itu.Bahkan dalam suatu komunitas gereja ada yang malah saling menghakimi dan
menjelekkan tatkala melihat ada saudara seiman mereka yang sedang ditimpa susah
lalu mengasumsikan itu sebagai didikan Allah karena dosanya.
Allah mendidik kita agar kita beroleh
bagian dalam kekudusanNya adalah agar kita bahagia bersama-sama dengan Dia.Ini
bukan bicara soal bersama di surga nanti,tapi kebersamaan denganNya sejak saat
ini.Didikan secara dunia belum tentu membawa kita dalam kebaikan tapi segenap
realita hidup kita di dunia menjadi jalan Allah untuk mendidik kita.Didikan
Allah adalah bukti kebersamaaNya dengan kita,itu adalah bukti hubungan kita
dengan Dia.Tidak hanya dilihat saat kita sedang ditimpa susah baru kita
mengakui bahwa kita sedang dididik Allah,tapi keseluruhan hidup kita adalah
bagian utuh dari proses pendidikan Allah.
Saat kita berani menyerahkan segenap usaha
dan keberadaan kita baik dalam suka dan duka itu sudah membuktikan kalau kita
mengakui didikanNya atas kita.Saat kita selalu mengucap syukur kepadaNya di
kala susah atau senang,itu sudah membuktikan kalau kita mengakui didikanNya
atas kita.Pengakuan kita atas didikan Allah tidak nanti dilihat saat penyerahan
kita kala ditimpa celaka dan musibah.Hal itu dilihat dari keutuhan hidup kita
yang mau terus berhubungan dengan Dia.Hubungan tanpa adanya pengakuan itu
bukanlah hubungan yang benar.Pengakuan tanpa adanya hubungan maka pengakuan
seperti apa itu?Itu bukan pengakuan yang benar.Sebab hubungan dan pengakuan
satu adanya.Dalam makna yang benar maka hubungan berarti juga sebuah pengakuan
dan pengakuan berarti juga sebuah hubungan.Dalam hubungan ada pengakuan,dalam
pengakuan ada hubungan.Keduanya satu di dalam Kristus.Dia adalah wujud nyata
pengakuan Allah bagi dunia dan hubungan Allah bagi dunia.Lewat Kristus,Allah
menunjukkan bahwa Dia mengakui manusia sebagai mahluk kesayanganNya dan
mengakui bahwa kita adalah anak-anakNya yang tidak Dia biarkan.Lewat
Kristus,Allah menunjukkan bahwa Dia sesungguhnya memiliki hubungan yang tak
bisa terpisahkan dengan kita.Kristus adalah hubungan yang sesungguhnya,baik Dia
dengan Bapa di mana Dia mewakili manusia,dan Dia dengan manusia di mana Dia
mewakili Bapa.Jika mau belajar hubungan yang mendidik,menguduskan dan
memberkati dalam kebenaran maka mari kita lihat Yesus Kristus.
Yesus sudah menunjukkan bagaimana Dia taat
akan kasihNya kepada Bapa dan bagaimana Dia taat akan kasihNya kepada
manusia.Dia adalah pribadi yang sukses menyatakan suatu hubungan dan didikan
yang benar.Kini di dalam kita ada Roh kudus,Roh yang dari Kristus itu sendiri
yang menemani kita.Roh penghibur,pencerah,pengajar,dan itu menunjukkan bahwa
Dia adalah pendidik kita.Kita tidak belajar sendiri.Mereka yang merasa sedang
dididik oleh dunia lewat sekolah,studi,pekerjaan,dan pelayanannya bawalah itu
di dalam didikan Kristus oleh Roh kudus.Dengan demikian mereka akan menikmati
didikan Allah yang memberkati dalam segala hal.Didikan dunia ini terbatas,didikan
orang tua kita terbatas,didikan guru kita terbatas,didikan pemimpin kita
terbatas adanya,tapi di dalam Kristus oleh penyerahan kita maka kita akan
diberkati oleh semua keterbatasan itu.Kita mendapat harta rohaniah Allah yang
tidak didapati oleh sebatas didikan dunia.Kita mendapat hikmat pengenalan akan
Dia,kasih,sukacita,dan kebebasan menjalani dan menyikapi hidup.
Mereka yang mendidik,serahkanlah tanggung
jawabnya itu di dalam Kristus,sebab didikan manusia terbatas adanya dan oleh
Kristus kita mendidik dengan benar dan disempurnakan dalam didikan itu.Mereka
yanag mendidik adalah pribadi yang sedang dididik pula.Makna dunia mengartikan
bahwa pendidik sebatas mendidik dan tidak sedang dididik.Itu salah dan keliru
sebab jika kita sadari dalam Kristus maka saat kita mendidik,kita juga sedang
dididik oleh didikan kita.Kalaupun didikan kita tidak secara langsung mendidik
kita tapi situasi di mana kita sedang mendidik adalah suatu pendidikan juga
buat kita.Ini membawa kita pada kerendahan hati dan sukses dalam mendidik.Oleh
Kristus kita tahu dan selalu menikmati segala didikan kita dari orang lain
maupun kepada orang lain.
Pendidik yang sukses adalah dia yang
menerima berkat dari didikannya sendiri,dan sanggup dididik oleh didikannya
sendiri.Tidak dilihat sebatas pada hasil terhadap orang lain tapi dilihat pada
hasil yang dicapai diri sendiri.Pendidik yang sukses berarti dia mendapatkan
banyak kebaikan untuk dirinya meski kenyataan dari luar banyak yang tidak mendengarkan
dia.Lihat Kristus,banyak yang menolak Dia bahkan murid-muridNya banyak yang
meninggalkan Dia saat Dia ditangkap.Tapi Dia sukses menikmati kebaikan dalam
segenap pengajaranNya.Dia menikmati kasih,pengampunan,kekuatan,dan ketegaran
dari pengajaranNya itu.Dia dan pengajaranNya telah utuh dalam satu pribadi yaitu
Dia sendiri,Manusia Allah.Dia adalah manusia yang sukses menyatakan Allah,dan
Allah yang sukses menyatakan kemanusiaan yang benar.Semua itu utuh dalam
pengajaran dan didikanNya bagi kita.
Ada banyak orang tua yang sangat
memprihatinkan.Mereka kerap berucap bahwa mereka gagal mendidik anak yang nakal
yang amat menyusahkan mereka.Jika mereka menikmati penyesalan itu terus sebagai
kegagalan mereka maka mereka memang gagal.Bukan dilihat dari keberadaan anaknya
tapi dilihat dari keberadaan rohani orang tua tersebut.Dia gagal mendapati
kebaikan untuk dirinya dalam pendidikannya terhadap anaknya.Dia gagal mendapati
syukur,sukacita,semangat,ketabahan,kekuatan,dan penyertaan Allah yang selalu
ada dalam hidupnya.Jika dia menyadari dalam didikannya ada didikan buat dia
juga maka dia akan diberkati tanpa sesal meski anak yang dididik belum berubah
atau malah tambah parah.Dia bersukacita dan tidak larut kecewa karena dia
diberkati oleh proses didikannya itu.Dia sukses jadi pendidik karena turut
dididik oleh dididikannya di dalam Kristus sebagai pendidik kita.Hanya soal
waktu dalam kasih karunia Allah untuk anak tersebut berubah sesuai keinginan
orang tua.Hingga saat anak itu berubah,ucapan syukur kita bukan hanya terhadap
anak,tapi terhadap berbagai perubahan dari Allah untuk kedewasaan kita.
Banyak orang ingin jadi pendidik atau
hanya suka mendidik tanpa menyadari dalam didikan mereka sesungguhnya mereka
turut menjadi terdidik.Syukur dalam Kristus kita menyadari semua itu sebab
Dialah Pendidik kita dalam segala seuatu,baik saat merasa dididk dan saat
merasa sedang mendidik.Dalam didikan Allah lewat segala pendidikan hidup kita
di dunia ini,kita menerima banyak kebaikan yang tidak akan ditemukan dunia di
luar Kristus.Inilah kekayaan kita yang diperhitungkan Allah.
Mereka yang sedang dididik pun sebenarnya
harus sadar bahwa dalam didikan itu mereka turut menjadi pendidik untuk dirinya
sendiri dan hidupnya.Murid yang benar dan sukses adalah murid yang sanggup
menjadi guru dalam segegnap didikan yang dia terima.Dia menerima didikan itu
dan menjadi pendidik bagi dirinya dalam didikan itu.Meski didikan dunia tidak
sempurna dan malah ada yang hadir dalam berbagai motivasi yang salah dan
menyesatkan tapi jika ada pendidik di dalam kita yaitu Roh kudus maka semua
didikan yang tidak sempurna itu itu justru akan menjadi berkat dan
penyempurnaan bagi kita.Bukan pada kesalahan didikan itu kita menerima berkat
tapi pada kebenaran Allah yang ada di dalam kita maka kita bisa menikmati
pencerahan,hikmah,dan hikmat Allah dalam semua itu.Kristuslah pemersatu dan
kebaikan kita dalam segala didikan.Kita berhubungan dengan Bapa itu sudah
menyatakan bahwa kita siap oelh pendidikanNya dan mengakui pendidikanNya bagi kita.Hubungan,pengakuan,dam
didikan menjadi satu di dalam kebaikan.Itulah hubungan yang benar,pengakuan
yang benar,dan didikan yang benar.Amin.

No comments:
Post a Comment