Monday, April 1, 2019

KEBAIKAN DALAM DIDIKAN


Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik,tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita,supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya.
Ibrani 12:10

     Didikan Allah adalah penyataan kasihNya kepada kita.DidikanNya bukan bertujuan untuk menghukum dalam kutukan dan berujung maut,tapi menghukum di dalam berkat yang berujung kepada hidup.Banyak orang merasa bangga ketika melihat orang lain seperti dalam situasi sedang dididik Allah.Mereka merasa bahwa keadaan rohani mereka jauh lebih baik dari orang itu.Bahkan dalam suatu komunitas gereja ada yang malah saling menghakimi dan menjelekkan tatkala melihat ada saudara seiman mereka yang sedang ditimpa susah lalu mengasumsikan itu sebagai didikan Allah karena dosanya.
     Allah mendidik kita agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNya adalah agar kita bahagia bersama-sama dengan Dia.Ini bukan bicara soal bersama di surga nanti,tapi kebersamaan denganNya sejak saat ini.Didikan secara dunia belum tentu membawa kita dalam kebaikan tapi segenap realita hidup kita di dunia menjadi jalan Allah untuk mendidik kita.Didikan Allah adalah bukti kebersamaaNya dengan kita,itu adalah bukti hubungan kita dengan Dia.Tidak hanya dilihat saat kita sedang ditimpa susah baru kita mengakui bahwa kita sedang dididik Allah,tapi keseluruhan hidup kita adalah bagian utuh dari proses pendidikan Allah.
     Saat kita berani menyerahkan segenap usaha dan keberadaan kita baik dalam suka dan duka itu sudah membuktikan kalau kita mengakui didikanNya atas kita.Saat kita selalu mengucap syukur kepadaNya di kala susah atau senang,itu sudah membuktikan kalau kita mengakui didikanNya atas kita.Pengakuan kita atas didikan Allah tidak nanti dilihat saat penyerahan kita kala ditimpa celaka dan musibah.Hal itu dilihat dari keutuhan hidup kita yang mau terus berhubungan dengan Dia.Hubungan tanpa adanya pengakuan itu bukanlah hubungan yang benar.Pengakuan tanpa adanya hubungan maka pengakuan seperti apa itu?Itu bukan pengakuan yang benar.Sebab hubungan dan pengakuan satu adanya.Dalam makna yang benar maka hubungan berarti juga sebuah pengakuan dan pengakuan berarti juga sebuah hubungan.Dalam hubungan ada pengakuan,dalam pengakuan ada hubungan.Keduanya satu di dalam Kristus.Dia adalah wujud nyata pengakuan Allah bagi dunia dan hubungan Allah bagi dunia.Lewat Kristus,Allah menunjukkan bahwa Dia mengakui manusia sebagai mahluk kesayanganNya dan mengakui bahwa kita adalah anak-anakNya yang tidak Dia biarkan.Lewat Kristus,Allah menunjukkan bahwa Dia sesungguhnya memiliki hubungan yang tak bisa terpisahkan dengan kita.Kristus adalah hubungan yang sesungguhnya,baik Dia dengan Bapa di mana Dia mewakili manusia,dan Dia dengan manusia di mana Dia mewakili Bapa.Jika mau belajar hubungan yang mendidik,menguduskan dan memberkati dalam kebenaran maka mari kita lihat Yesus Kristus.
     Yesus sudah menunjukkan bagaimana Dia taat akan kasihNya kepada Bapa dan bagaimana Dia taat akan kasihNya kepada manusia.Dia adalah pribadi yang sukses menyatakan suatu hubungan dan didikan yang benar.Kini di dalam kita ada Roh kudus,Roh yang dari Kristus itu sendiri yang menemani kita.Roh penghibur,pencerah,pengajar,dan itu menunjukkan bahwa Dia adalah pendidik kita.Kita tidak belajar sendiri.Mereka yang merasa sedang dididik oleh dunia lewat sekolah,studi,pekerjaan,dan pelayanannya bawalah itu di dalam didikan Kristus oleh Roh kudus.Dengan demikian mereka akan menikmati didikan Allah yang memberkati dalam segala hal.Didikan dunia ini terbatas,didikan orang tua kita terbatas,didikan guru kita terbatas,didikan pemimpin kita terbatas adanya,tapi di dalam Kristus oleh penyerahan kita maka kita akan diberkati oleh semua keterbatasan itu.Kita mendapat harta rohaniah Allah yang tidak didapati oleh sebatas didikan dunia.Kita mendapat hikmat pengenalan akan Dia,kasih,sukacita,dan kebebasan menjalani dan menyikapi hidup.
     Mereka yang mendidik,serahkanlah tanggung jawabnya itu di dalam Kristus,sebab didikan manusia terbatas adanya dan oleh Kristus kita mendidik dengan benar dan disempurnakan dalam didikan itu.Mereka yanag mendidik adalah pribadi yang sedang dididik pula.Makna dunia mengartikan bahwa pendidik sebatas mendidik dan tidak sedang dididik.Itu salah dan keliru sebab jika kita sadari dalam Kristus maka saat kita mendidik,kita juga sedang dididik oleh didikan kita.Kalaupun didikan kita tidak secara langsung mendidik kita tapi situasi di mana kita sedang mendidik adalah suatu pendidikan juga buat kita.Ini membawa kita pada kerendahan hati dan sukses dalam mendidik.Oleh Kristus kita tahu dan selalu menikmati segala didikan kita dari orang lain maupun kepada orang lain.
     Pendidik yang sukses adalah dia yang menerima berkat dari didikannya sendiri,dan sanggup dididik oleh didikannya sendiri.Tidak dilihat sebatas pada hasil terhadap orang lain tapi dilihat pada hasil yang dicapai diri sendiri.Pendidik yang sukses berarti dia mendapatkan banyak kebaikan untuk dirinya meski kenyataan dari luar banyak yang tidak mendengarkan dia.Lihat Kristus,banyak yang menolak Dia bahkan murid-muridNya banyak yang meninggalkan Dia saat Dia ditangkap.Tapi Dia sukses menikmati kebaikan dalam segenap pengajaranNya.Dia menikmati kasih,pengampunan,kekuatan,dan ketegaran dari pengajaranNya itu.Dia dan pengajaranNya telah utuh dalam satu pribadi yaitu Dia sendiri,Manusia Allah.Dia adalah manusia yang sukses menyatakan Allah,dan Allah yang sukses menyatakan kemanusiaan yang benar.Semua itu utuh dalam pengajaran dan didikanNya bagi kita.
     Ada banyak orang tua yang sangat memprihatinkan.Mereka kerap berucap bahwa mereka gagal mendidik anak yang nakal yang amat menyusahkan mereka.Jika mereka menikmati penyesalan itu terus sebagai kegagalan mereka maka mereka memang gagal.Bukan dilihat dari keberadaan anaknya tapi dilihat dari keberadaan rohani orang tua tersebut.Dia gagal mendapati kebaikan untuk dirinya dalam pendidikannya terhadap anaknya.Dia gagal mendapati syukur,sukacita,semangat,ketabahan,kekuatan,dan penyertaan Allah yang selalu ada dalam hidupnya.Jika dia menyadari dalam didikannya ada didikan buat dia juga maka dia akan diberkati tanpa sesal meski anak yang dididik belum berubah atau malah tambah parah.Dia bersukacita dan tidak larut kecewa karena dia diberkati oleh proses didikannya itu.Dia sukses jadi pendidik karena turut dididik oleh dididikannya di dalam Kristus sebagai pendidik kita.Hanya soal waktu dalam kasih karunia Allah untuk anak tersebut berubah sesuai keinginan orang tua.Hingga saat anak itu berubah,ucapan syukur kita bukan hanya terhadap anak,tapi terhadap berbagai perubahan dari Allah untuk kedewasaan kita.
     Banyak orang ingin jadi pendidik atau hanya suka mendidik tanpa menyadari dalam didikan mereka sesungguhnya mereka turut menjadi terdidik.Syukur dalam Kristus kita menyadari semua itu sebab Dialah Pendidik kita dalam segala seuatu,baik saat merasa dididk dan saat merasa sedang mendidik.Dalam didikan Allah lewat segala pendidikan hidup kita di dunia ini,kita menerima banyak kebaikan yang tidak akan ditemukan dunia di luar Kristus.Inilah kekayaan kita yang diperhitungkan Allah.

     Mereka yang sedang dididik pun sebenarnya harus sadar bahwa dalam didikan itu mereka turut menjadi pendidik untuk dirinya sendiri dan hidupnya.Murid yang benar dan sukses adalah murid yang sanggup menjadi guru dalam segegnap didikan yang dia terima.Dia menerima didikan itu dan menjadi pendidik bagi dirinya dalam didikan itu.Meski didikan dunia tidak sempurna dan malah ada yang hadir dalam berbagai motivasi yang salah dan menyesatkan tapi jika ada pendidik di dalam kita yaitu Roh kudus maka semua didikan yang tidak sempurna itu itu justru akan menjadi berkat dan penyempurnaan bagi kita.Bukan pada kesalahan didikan itu kita menerima berkat tapi pada kebenaran Allah yang ada di dalam kita maka kita bisa menikmati pencerahan,hikmah,dan hikmat Allah dalam semua itu.Kristuslah pemersatu dan kebaikan kita dalam segala didikan.Kita berhubungan dengan Bapa itu sudah menyatakan bahwa kita siap oelh pendidikanNya dan mengakui pendidikanNya bagi kita.Hubungan,pengakuan,dam didikan menjadi satu di dalam kebaikan.Itulah hubungan yang benar,pengakuan yang benar,dan didikan yang benar.Amin.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...