”Semua telah diserahkan kepadaKu oleh
BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa,dan tidak seorang pun
mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan.”
Matius 11:27
Yesus Kristus adalah wujud Pribadi Allah
yang hadir dalam rupa manusia seutuhnya.Dia berkali-kali menyebutkan bahwa
melihat Dia berarti melihat Bapa,mengenal Dia berarti mengenal Bapa.Tidak ada
seorang pun yang hanya bisa mengenal salah satu dari Kristus atau Bapa,sebab
keduaNya adalah Satu.Mengenal Bapa berarti mengenal juga Kristus,mengenal
Kristus berarti mengenal juga Bapa.Menerima Allah maka berarti menerima juga
Kristus,menerima Kristus maka berarti menerima juga Allah.Mereka yang menolak
Allah berarti menolak Kristus,dan sesungguhnya mereka yang menolak Kristus
berarti juga menolak Allah.
Kata Yesus kepada mereka:“Jikalau Allah
adalah Bapamu,maka kamu akan mengasihi Aku,sebab Aku keluar dan datang dari
Allah.Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri melainkan Dialah yang
mengutus Aku,”(Yohanes 8:42-baca juga Yohanes 5:23).Dalam Yesus kita mengenal Allah
dan dikenal oleh Allah yang telah mengenalNya terlebih dahulu hingga kita masuk
dalam pengenalan yang benar tentang Allah.Kita dikenal oleh Allah sebab kita
tinggal di dalam Kristus yang dikenal oleh Allah.Sebuah wujud hubungan yang
dahulu terpisah oleh dosa namun oleh Kristus menjadi satu kembali oleh
kebenaran dan pembenaranNya.Dia adalah Allah yang sukses menyatakan Manusia
yang sesungguhnya,dan Manusia yang sukses menyatakan Allah yang
sesungguhnya.Kedua hal itu menjadi satu dan utuh di dalam Dia.Hingga oleh Dia
Allah masuk dan hadir di dalam dunia serta mengenal langsung manusia dan oleh
Dia manusia mengenal langsung dengan Allah.Tidak ada Allah dan Tuhan sehebat
dan senyata selain Tuhan Yesus Kristus.
Ada seorang kaya raya yang sudah kehilangan
istrinya dan tinggal memiliki seorang anak yang amat nakal sewaktu kecil.Salah
satu reputasi terburuk anak itu adalah pernah menyiram pembantu dapur dengan
minyak panas hingga kulitnya melepuh.Namun saat menanjak dewasa anak itu justru
menjadi amat baik dan dia tampaknya akan siap menggantikan posisi ayahnya.Begitu
baik dan jujurnya hingga anak tunggal tersebut amat dibenci oleh para pekerja
ayahnya yang berniat menjadi pewaris usaha.Mereka ingin membunuh anak tersebut
dan mulai merencanakannya.Alhasil usaha itu berhasil,anak tersebut tewas saat
usia dewasa di saat siap untuk menjalankan perusahaan.Sang ayah hanya bisa
menangis dan terus bersedih atas kepergian anaknya yang mati mengenaskan.Hingga
satu saat pengusaha kaya itu pun mati dalam sakit yang diderita sejak kematian
anaknya yang amat dia kasihi.Dalam surat wasiat sebelum meninggal berisi bahwa
dia melelang semua harta kekayaannya dan akan disumbangkan karena tidak ada
pewaris tersisa.Para peserta lelang amat banyak dari kalangan konglomerat dan
pengusaha kaya termasuk pekerja-pekerja almarhum.Maklumlah selain kaya almarhum
adalah kolektor benda-benda seni terkenal dan mahal.Barang yang pertama
dilelang adalah sebuah foto usang dengan gambarnya adalah anak dari
almarhum.Bingkai dan kacanya sudah rusak dan apalagi objek dalam foto itu sudah
tidak begitu jelas sebab terlalu sering dipegang,dicium,dan lecet dibawa
kemana-mana oleh almarhum semasa hidupnya.Tidak ada yang tertarik untuk
penawaran pertama yang tidak bisa dilewatkan.Mungkin juga karena objek dalam
foto itu tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mereka,apalagi beberapa di
antara pengunjung malah membenci anak dalam foto itu,tambah lagi harga patokan
awalnya terlalu mahal untuk sebuah foto usang.Hingga akhirnya seorang nenek di
barisan paling belakang mengajukan bersedia membeli foto itu.Para pengunjung
amat heran dengan nenek tersebut yang mau membeli foto itu dengan harga
mahal.Dia adalah pembantu dapur dari almarhum yang pernah dilukai oleh anak
dalam foto itu semasa anak itu kecil dahulu.Nenek itu dengan amat senang
membeli dan mengelus kaca foto tersebut yang sudah berdebu hingga tanpa sengaja
bingkainya yang retak hancur dan foto pun jatuh.Dalam foto itu terdapat secarik
kertas yang segera dibuka oleh notaris dan menemukan sebuah tulisan terakhir
almarhum.Tulisan itu berisi begini;
“Aku mewariskan seluruh
kekayaanku kepada dia yang membeli foto putra tunggalku ini,sebab orang yang
membeli foto ini berarti adalah orang yang amat menyayangi putraku dan dekat
dengan putraku yang kukasihi.”
Lelang tidak dilanjutkan lagi
sebab akhirnya nenek tersebut berhak atas seluruh kekayaan almarhum yang kaya
raya itu.Dia menerima warisan itu sebab dia amat mengasihi anak almarhum
seperti cucunya sendiri.Apakah kita mendapat hikmah tersendiri dari kisah tersebut?Kristus
adalah pengenalan dekat dari Allah terhadap kita dan dari kita terhadap Allah.Dalam
Dia kita dikenal Allah dan kita mengenal Allah.Kita menjadi anak-anakNya yang
berhak atas segala harta damai sejahtera surgawi milikNya.Semua oleh karena Kristus.Amin.

No comments:
Post a Comment