“Karena terang hanya berbuahkan
kebaikan dan keadilan dan kebenaran,”
Efesus 5:9
Yesus adalah terang dunia,itu adalah
ungkapanNya untuk menunjukkan PribadiNya sebagai penerang.Dia adalah terang
yang menerangi segala sesuatu.Mereka yang di dalam Dia berarti tinggal di dalam
terang,belajar dalam terang,melihat dalam terang,dan memaknai di dalam
terang.Segala sesuatu Nampak jelas di dalam terang itu dan tidak ada yang
tersembunyi.Bagi dunia maknanya sebatas kemampuan untuk menerawang atau melihat
hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak dilihat mata jasmani.Jika demikian
pemahaman kita maka kita akan menilai dukun pun mampu melihat dalam
terang.Mereka punya kemampuan melihat apa yang diperbuat orang lain secara
tersembunyi atau diam-diam.Tapi terang Allah yaitu Kristus jauh melihat kedalam
ke tempat tersembunyi yang tidak bisa dilihat oleh dukun dan iblis si penipu
yaitu kedalaman hati batiniah seseorang.Inti hidup manusia yang mengendalikan
manusia itu dalam bersikap dan menyikapi hidupnya ada di dalam batinnya,inilah
yang dilihat oleh Allah.TerangNya memberikan kita pencerahan,menyelidiki batin
kita,hati kita,perasaan dan pikiran kita yang paling dalam yang bahkan tidak
kita sadari,sebab Dia yang maha tahu akan pribadi kita lebih dari yang kita
tahu akan diri kita.Dalam Dia kita sanggup melihat dan mengenal diri kita
dengan benar dan mulai melihat orang lain dalam pengenalan Allah yang dalam dan
tidak sebatas penilaian lahiriah kita.
Mereka yang diterangi dalam terang Kristus
dan menikmati terangNya secara alami dalam hidup ini akan menerangi
kehidupannya dengan terang itu.Melihat dalam terangnya hati,merasakan dalam
terangnya hati,memaknai dalam terangnya hati.Kegelapan dunia yang
menggelisahkan tidak akan mengaburkan pandangan kita hingga kita menemui
masalah dalam menyikapi masalah.Terang berarti nyata,nyata terlihat dan nyata
melihat.Manusia duniawi cenderung hanya nyata melihat tapi tidak nyata
terlihat.Cenderung hanya sanggup melihat kesalahan orang lain dan
menyembunyikan kesalahan sendirir rapat-rapat.Padahal jika dinilai di hadapan
Terang sejati yaitu Kristus maka sesungguhnya mereka tidak benar-benar melihat
dan tidak benar-benar tersembunyi.mereka buta dalam melihat dan telanjang dalam
usaha menyembunyikan diri.ya,jika kita berusaha ,menutupi kesalahan kita dengan
cara dunia maka kita sedang menunjukkan bahwa kita telanjang dan berusaha
menyelimuti diri dengan pakaian usang dunia.Jika tidak bisa mengaku pada sesama,bawalah
pengakuanmu dalam Kristus,agar Dia menyelimuti ketelanjangan dosa itu dengan
hikmah dan pencerahan yang membebaskan kita dari dosa.
Mereka yang menilai dan melihat tanpa
Kristus sebagai terangnya maka sesungguhnya kabur dalam melihat.Hanya sanggup
melihat sebatas apa yang tampak dan tanpa pengertian,hingga yang terjadi adalah
percekcokan dan menghakimi.Kristus utuh dalam melihat dan menyikapi sebab
ketika Dia melihat Dia merasakan dan memahami.Inilah penglihatan
sejati,penglihatan dalam terang Allah.Di dalam Kristus kita mulai masuk dan
belajar menyikapi hidup dengan penglihatan itu,penglihatan yang terang dan
menerangi kita serta orang lain.Kita tidak selalu berkanjang pada penglihatan
yang maknanya lahiriah melulu,yaitu menilai penglihatan terang sebatas dari hal
yang sifatnya mistis.Hanya menilai penglihatan yang benar adalah saat kita
sanggup melihat kesalahan,masalah,penyakit,atau jimat orang lain yang
tersingkap lewat mimpi atau saat berdoa.Lalu apa yang kita dapati dari
situ?adakah kita sudah benar-benar saling memberkati dan mengetahui lewat
penglihatan semacam itu?Bukan menyepelekan atau menentangnya tapi keliru adanya
jika kita hanya terus berpedoman pada penglihatan yang sifatnya lahiriah semata
karena hanya melihat keadaan jasmaniah
saja.Mari kita masuk pada penglihatan utuh dari Allah yang mulai menyelidiki
dan membuka batiniah kita untuk selalu dipulihkan dan diterangi hingga kita
benar-benar melihat dalam apa yang kita lihat.
Kristus melihat di dalam kasihNya,ketika
Dia melihat Dia sedang mengasihi.Dia melihat berarti Dia mengasihi dalam
penglihatanNya.Dia melihat,Dia mengasihi,Dia menyikapi,utuh dan satu dalam
tindakan.Ini penglihatan Allah dalam terang yang nyata dalam pribadi manusia
ilahi Kristus.Dia melihat para penganiaya dan mengampuni,dia melihat pelacur
dan mengampuni,Dia melihat orang sakit dan menyembuhkan.Dia melihat dan
mengasihi itulah terang.Kita bersyukur memiliki Dia sebagai terang hidup kita
dalam segala kemampuan dan ketidakmampuan kita.Kita menyerahkan segalanya agar
Dia yang menerangi kita hingga kita sanggup menerangi hidup ini olehNya.
“vini vidi vici’…..
Ungkapan di atas adalah motto
terkenal dari Julius Caesar seorang panglima perang dan kaisar Romawi
dahulu.Ungkapan itu berarti datang,melihat,dan menang.Julius Caesar adalah perwira
pertama romawi saat itu yang sanggup menaklukkan Britania.Dia datang ke pulau
Briton dengan kapal,melihat pulau itu dan menjejakkan kakinya di sana setelah
membakar seluruh kapalnya sendiri.Dengan demikian prajurit romawi yang ingin
tetap hidup tidak bisa berpikir untuk mundur kembali pulang selain menang dan kuasai
pulau itu.USA Army Sniper atau divisi penembak jitu dalam militer Amerika
memakai motto tersebut sebagai motto mereka.Dimaksudkan sebagai falsafah tugas
seorang sniper yang harus yakin dalam melihat dan menang tepat sasaran.
Kristus adalah Pribadi yang sejati dan
sempurna dalam kedatanganNya,penglihatanNya,dan kemenanganNya.Dia datang adalah
pembuktikan bahwa Dia adalah Allah yang mau melihat kita dan Allah yang yakin menjamin
akan kemenangan bagi kita.Dia menang sudah dimulai sejak kedatanganNya dan
sejak Dia hadir melihat di dalam dunia.Dia menang bahkan sejak awal Dia
berkarya dan berencana atas kita manusia.Dia menang dalam ketidakterbatasanNya
oleh ruang dan waktu,Dia alfa dan omega,yang menang sejak awal hingga
akhir.Itulah kemenangan sejati.Mereka yang tinggal di dalam Kristus diterangi
dalam terang kemenangannya yang memenangkan kita dalam segala sesuatu.Dia
datang,melihat dan tepat sasaran dalam menunjukkan Pribadi kasihNya serta
mengalahkan dosa dan maut bagi kita.Dalam Dia kita mulai melihat dalam terang
dan tidak dikaburkan oleh tipuan dunia.

No comments:
Post a Comment