Monday, April 1, 2019

ANGGUR YANG BAIK

“Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,barulah yang kurang baik;akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
Yohanes 2:10

     Petikan di atas dikatakan seorang pemimpin pesta pada sebuah perkawinan di Kana di mana Yesus hadir.Pada saat itu Yesus membuat mujizat dengan mengubah air menjadi anggur ketika pesta kehabisan anggur untuk dihidangkan.Kejadian itu tercatat sebagai mujizat Yesus yang pertama,mengubah air menjadi anggur.Menarik sekali sebab para undangan mendapati bahwa mereka disuguhi anggur yang baik terus sejak awal,tidak seperti biasanya.Bagi mungkin sebagian orang hidup ini memang sering diisi oleh kisah buruk pada akhir yang diharapkan.Sesuatu yang baik kita terima hanya di awal saja,baik dalam perkenalan atau hubungan.Namun apa yang dapat kita ambil dan nikmati dari kisah mujizat Yesus di atas akan sangat memberkati untuk menyikapi realita hidup ini yang tidak selamanya terasa baik.Sebelumnya ada baiknya kita percayai bersama bahwa Yesus Kristus adalah Kebaikan Allah bagi kita.Kebaikan yang utuh.Dia Alfa dan Omega,Setia sejak awal hingga akhir,Dia baik bagi kita sejak awalnya hingga akhirnya.
     Kejadian 6:5,dan 8:21 menyatakan bahwa kecenderungan hati manusia adalah jahat semata bahkan sejak lahirnya oleh karena dosa.Percayakah saudara bahwa di luar Kristus yang adalah kebaikan sejati itu maka sesungguhnya kita terhitung sebagai orang-orang yang jahat yang ada dalam kejahatan?Apapun yang kita perbuat dikatakanNya bermuara dari kejahatan,dan akan berujung pada kejahatan pula.Secara lahiriah kita mungkin tidak alami celaka atau kejadian yang dapat dikategorikan sebagai yang jahat,tapi di luar Kristus segala yang kita alami baik ataupun buruk itu  tidak ada faedah rohaninya,sebab tanpa pergaulan dan pengenalan akan Allah,itu adalah situasi yang amat jahat bagi manusia dan menuju kebinasaan dalam kefanaan.Itu adalah kejahatan yang tidak disadari oleh banyak orang.Kejahatan,atau situasi yang buruk tidak dapat kita nilai sebatas apa yang tampak jasmani saja,tapi itu nyata secara rohani,sebab penilaian Allah jauh luas dan dalam.
     Jika hidup manusia bersandar pada hukum dunia atau sistem dunia maka yang terjadi adalah seperti halnya kisah anggur di atas.Manusia yang hidup dikuasai sistem dunia akan mendapati bahwa secara alamiah dia akan memberi yang terbaik pada awalnya dan memberikan yang kurang baik pada selanjutnya.Hal itu realita hidup sebab kemampuan kita tidaklah sempurna,namun syukur kita punya Kristus,Pribadi sempurna yang menyempurnakan kita selalu dalam segala yang kita alami.Dalam Dia maka segala jalan hidup kita baik ataupun buruk tetaplah baik adanya sebab ada Dia sebagai kebaikan sejati kita yang kita andalkan dan nikmati untuk menyikapi hidup ini.Adakah situasi atau perlakuan buruk dapat menjahati kita jika kita menikmati Kristus di dalam kita?tidak sama sekali.Meskipun secara lahiriah kita tampak dirugikan dan disakiti tapi secara Rohaniah itu tidak dapat merugikan keuntungan dan kebahagiaan kita dalam Kristus.Adakah dosa kita dapat merugikan kita jika kita tetap tinggal dalam Kristus?ya,jika kita terus tertuduh dan tanpa pengampunan diri.Ya,jika kita tidak menyerahkan dalam Kristus segala apa yang telah dan ingin kita perbuat.Jika kita sertakan Dia maka kita akan mendapati hikmah dari segala kesalahan kita dan lepas dari kesalahan itu.
    
      “Kutak mengerti cinta,indahnya hanya di awal kurasa”…..
Petikan di atas adalah isi sebuah lagu dari salah satu grup band terkenal.Menarik sebab ini adalah ungkapan yang terjadi jika hidup tanpa Yesus atau seolah-olah tanpa Yesus.Jika kegagalan kita hanya kita sikapi secara dunia saja maka yang kita dapati adalah bahwa kita dirugikan dan disakiti.Kita tidak mengerti arti dan makna dari apa yang kita alami.Kalaupun kita mengerti maka pengertian itu sebatas makna dunia yang sudah cemar adanya oleh karena dosa.Kristus adalah makna yang mempermakna segala realita hidup kita.Dalam Dia kita tidak akan rugi dan dibutakan oleh makna dunia yang justru membingungkan dan tanpa jawaban pasti,yang selalu berubah-ubah sesuai tuntutan zaman dan situasi.Kita semua jika tanpa menempatkan Kristus sebagai Jawaban akan pula “menyanyikan”  petikan di atas saat hadapi kenyataan pahit.Keindahan hanya di awal terasa.Syukur kepada Allah oleh Yesus Kristus bahwa kita tidak menyikapi hanya sebatas dalam penilaian secara dunia tapi kita kini punya Kristus yang selalu menjadi makna,hikmah,dan jawaban kita dalam segala sesuatu.
     “aku mengerti Cinta,indahnya sejak awal hingga akhir”……
Itulah Cinta sejati kita dalam segala sesuatu,yaitu Kristus.Kita tidak lagi menilai cinta kasih sebatas makna dan sumber dari dunia tapi memiliki makna dan sumber dari Allah.Wajar jika hadapi sesuatu lalu perasaan dan pikiran kita pertama kali tertuju sebatas duniawi,tapi dalam Kristus kita tidak rusak oleh itu sebab kita punya penilaian dan jawaban hidup yang pasti dari Allah.Sejak awal hingga akhir Dialah kebaikan kita bagi dunia dan kebaikan kita dalam menyikapi dunia ini.Segala yang manis,yang indah,yang sedap didengar,siapa lagi kalau bukan Kristus.Dialah yang terindah,termanis,dan tersedap didengar dalam hidup ini untuk kita memberkati dan diberkati dalam hidup ini.



No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...