“Setiap
orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas
minum,barulah yang kurang baik;akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik
sampai sekarang.”
Yohanes
2:10
Petikan di atas dikatakan seorang pemimpin
pesta pada sebuah perkawinan di Kana di mana Yesus hadir.Pada saat itu Yesus
membuat mujizat dengan mengubah air menjadi anggur ketika pesta kehabisan
anggur untuk dihidangkan.Kejadian itu tercatat sebagai mujizat Yesus yang
pertama,mengubah air menjadi anggur.Menarik sekali sebab para undangan
mendapati bahwa mereka disuguhi anggur yang baik terus sejak awal,tidak seperti
biasanya.Bagi mungkin sebagian orang hidup ini memang sering diisi oleh kisah
buruk pada akhir yang diharapkan.Sesuatu yang baik kita terima hanya di awal
saja,baik dalam perkenalan atau hubungan.Namun apa yang dapat kita ambil dan
nikmati dari kisah mujizat Yesus di atas akan sangat memberkati untuk menyikapi
realita hidup ini yang tidak selamanya terasa baik.Sebelumnya ada baiknya kita
percayai bersama bahwa Yesus Kristus adalah Kebaikan Allah bagi kita.Kebaikan
yang utuh.Dia Alfa dan Omega,Setia sejak awal hingga akhir,Dia baik bagi kita
sejak awalnya hingga akhirnya.
Kejadian 6:5,dan 8:21 menyatakan bahwa
kecenderungan hati manusia adalah jahat semata bahkan sejak lahirnya oleh
karena dosa.Percayakah saudara bahwa di luar Kristus yang adalah kebaikan
sejati itu maka sesungguhnya kita terhitung sebagai orang-orang yang jahat yang
ada dalam kejahatan?Apapun yang kita perbuat dikatakanNya bermuara dari
kejahatan,dan akan berujung pada kejahatan pula.Secara lahiriah kita mungkin
tidak alami celaka atau kejadian yang dapat dikategorikan sebagai yang
jahat,tapi di luar Kristus segala yang kita alami baik ataupun buruk itu tidak ada faedah rohaninya,sebab tanpa
pergaulan dan pengenalan akan Allah,itu adalah situasi yang amat jahat bagi
manusia dan menuju kebinasaan dalam kefanaan.Itu adalah kejahatan yang tidak
disadari oleh banyak orang.Kejahatan,atau situasi yang buruk tidak dapat kita
nilai sebatas apa yang tampak jasmani saja,tapi itu nyata secara rohani,sebab
penilaian Allah jauh luas dan dalam.
Jika hidup manusia bersandar pada hukum
dunia atau sistem dunia maka yang terjadi adalah seperti halnya kisah anggur di
atas.Manusia yang hidup dikuasai sistem dunia akan mendapati bahwa secara
alamiah dia akan memberi yang terbaik pada awalnya dan memberikan yang kurang
baik pada selanjutnya.Hal itu realita hidup sebab kemampuan kita tidaklah sempurna,namun
syukur kita punya Kristus,Pribadi sempurna yang menyempurnakan kita selalu
dalam segala yang kita alami.Dalam Dia maka segala jalan hidup kita baik
ataupun buruk tetaplah baik adanya sebab ada Dia sebagai kebaikan sejati kita
yang kita andalkan dan nikmati untuk menyikapi hidup ini.Adakah situasi atau
perlakuan buruk dapat menjahati kita jika kita menikmati Kristus di dalam
kita?tidak sama sekali.Meskipun secara lahiriah kita tampak dirugikan dan
disakiti tapi secara Rohaniah itu tidak dapat merugikan keuntungan dan kebahagiaan
kita dalam Kristus.Adakah dosa kita dapat merugikan kita jika kita tetap
tinggal dalam Kristus?ya,jika kita terus tertuduh dan tanpa pengampunan
diri.Ya,jika kita tidak menyerahkan dalam Kristus segala apa yang telah dan
ingin kita perbuat.Jika kita sertakan Dia maka kita akan mendapati hikmah dari
segala kesalahan kita dan lepas dari kesalahan itu.
“Kutak
mengerti cinta,indahnya hanya di awal kurasa”…..
Petikan di atas adalah isi sebuah
lagu dari salah satu grup band terkenal.Menarik sebab ini adalah ungkapan yang
terjadi jika hidup tanpa Yesus atau seolah-olah tanpa Yesus.Jika kegagalan kita
hanya kita sikapi secara dunia saja maka yang kita dapati adalah bahwa kita
dirugikan dan disakiti.Kita tidak mengerti arti dan makna dari apa yang kita
alami.Kalaupun kita mengerti maka pengertian itu sebatas makna dunia yang sudah
cemar adanya oleh karena dosa.Kristus adalah makna yang mempermakna segala
realita hidup kita.Dalam Dia kita tidak akan rugi dan dibutakan oleh makna
dunia yang justru membingungkan dan tanpa jawaban pasti,yang selalu
berubah-ubah sesuai tuntutan zaman dan situasi.Kita semua jika tanpa
menempatkan Kristus sebagai Jawaban akan pula “menyanyikan” petikan di atas saat hadapi kenyataan pahit.Keindahan
hanya di awal terasa.Syukur kepada Allah oleh Yesus Kristus bahwa kita tidak
menyikapi hanya sebatas dalam penilaian secara dunia tapi kita kini punya
Kristus yang selalu menjadi makna,hikmah,dan jawaban kita dalam segala sesuatu.
“aku mengerti Cinta,indahnya sejak awal hingga
akhir”……
Itulah Cinta sejati kita dalam
segala sesuatu,yaitu Kristus.Kita tidak lagi menilai cinta kasih sebatas makna
dan sumber dari dunia tapi memiliki makna dan sumber dari Allah.Wajar jika
hadapi sesuatu lalu perasaan dan pikiran kita pertama kali tertuju sebatas
duniawi,tapi dalam Kristus kita tidak rusak oleh itu sebab kita punya penilaian
dan jawaban hidup yang pasti dari Allah.Sejak awal hingga akhir Dialah kebaikan
kita bagi dunia dan kebaikan kita dalam menyikapi dunia ini.Segala yang manis,yang
indah,yang sedap didengar,siapa lagi kalau bukan Kristus.Dialah yang
terindah,termanis,dan tersedap didengar dalam hidup ini untuk kita memberkati
dan diberkati dalam hidup ini.
No comments:
Post a Comment