Monday, April 29, 2019

Contoh materi Pendidikan Kristen bagi anak

          Berikut ini adalah contoh materi Pendidikan Agama Kristen bagi anak usia sekolah yaitu 6-17 tahun. Adapun contoh-contoh materi ini telah coba saya terapkan di PPA (Pusat Pengembangan Anak) tempat saya mengajar dan hasilnya cukup efektif sesuai perkembangan usia mereka.
a.        Usia 6-7 tahun.
1.        Allah itu ada (Penyataan Allah lewat penciptaan dan lewat Yesus Kristus).
2.        Allah mengasihi aku.
3.        Allah mengasihi keluargaku dan semua orang.
4.        Yesus Kristus adalah Anak Allah dan memiliki Pribadi Allah.
5.        Orang tua adalah pemimpin dalam rumah tangga.
Tujuan:
          Agar anak memiliki dasar iman yang kokoh tentang keberadaan Allah yang nyata lewat ciptaanNya dan kesempurnaanNya nyata di dalam Pribadi Kristus. Sejak dini agar anak sudah tertanam di dalam Kristus. Mereka mengenal Allah sebagai Oknum pengasih dan penyayang yang peduli atas dirinya dan keluarganya serta semua orang dengan wujud nyata kepedulian Allah itu adalah Kristus. Mereka belajar menyadari dan menghormati keberadaan orang tua sebagai Wakil Allah bagi mereka yang menjadi panutan dan harus dihormati.

b.        Usia 8-9 tahun.
1.        Allah itu berkuasa, bijaksana, dan ada di mana-mana.
2.        Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat.
3.        Mengenal orang tua sebagai oknum yang memiliki aturan yang harus diikuti serta melihat orang tua sebagai oknum yang memiliki aturan Allah yang mereka ikuti.
Tujuan:
          Agar anak mulai mengenal Allah dalam Kristus sebagai wujud lahiriahNya yang pernah datang sebagai Pribadi yang bijaksana dan berkuasa atas manusia termasuk hidup mereka pribadi. Agar anak semakin masuk pada otoritas Allah dan olehnya menghargai dan menghormati otoritas orang tua dalam rumah. Dalam hal itu pula anak sudah mulai bisa menilai orang tua dalam arti melihat apa saja yang bisa dia teladani dari orang tuanya sebab dia telah diajari unutk masuk pada pengenalan Kristus secara pribadi meskipun masih dalam kapasitas intelektual dan emosionalnya yang terbatas.
Usia 10-11 tahun.
1.        Allah adalah Roh.
2.        Allah ada di mana-mana, Dia ada di Surga.
3.        Allah ada di dalam saya oleh Roh Kudus.
4.        Roh Kudus adalah Allah, Dia adalah Wujud Roh dari Yesus Kristus.
5.        Yesus Kristus adalah teladan sejati, Dia Panutan yang Sempurna sebagai Manusia Allah.
Tujuan:
         Anak mengenal secara sederhana hakekat Pribadi Allah yang adalah Roh yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan ada di mana saja serta menguasai segala sesuatu dalam kemahakuasaaNya. Selain Dia ada di Surga namun mereka mengimani dan menikmati bahwa Dia ada di dalam diri oleh kehadiran Roh Kudus di dalam kita. Anak memahami bahwa Roh Kudus adalah Allah yang berdiam di dalam diri yang membuat dia menjadi anak Allah dan Yesus adalah yang Sulung, Anak Allah yang sempurna demi penyempurnaan manusia sebagai anak-anak Allah di dalam Dia. Mereka mulai diajari untuk semakin masuk di dalam pengenalan Pribadi Kristus sebagai Keutuhan dan Kesempurnaan Allah bagi dunia dan hidupnya sehingga semakin hari anak akan semakin mengakui dan memuliakan Yesus dalam hidupnya. Yesus Kristus menjadi Panutan dan satu-satuNya sumber utama dalam dia menjalani hidup. Dengan demikian jika anak tersebut mendalaminya dalam hidupnya secara alami maka dia terlatih untuk selalu berhubungan dengan Tuhan di setiap situasi diri dan lingkungan. Ikatan yang erat dengan Tuhan yang membuat dia siap memasuki masa remaja dan pubertas.
c.        Usia 12-14 tahun.
1.        Allah dan otoritasNya dalam pergaulan.
2.        Menikmati Kristus dalam pergaulan.
3.        Mendapati dan makin mengenal Kristus dalam pergaulan.
4.        Masa depan bersama Kristus.
Tujuan:
          Agar anak remaja dapat semakin mengenal Allah dalam pergaulan hidupnya dan menemukan Jati Diri Kristus dalam pencarian jati dirinya sebab di luar Kristus maka jati diri manusia adalah jati diri dosa dalam kebaikan dan kejahatannya. Di dalam Kristus maka jati diri kita di perbaharui dari ke hari dalam Jati Diri Allah. Inilah Cermin Hidup Allah bagi dunia yaitu Kristus di dalam kita. Di dalam Dia kita turut menjadi CerminNya Allah bagi dunia yang ada dalam kepalsuan jati diri dosa mereka. Dalam bekal yang kuat sejak masa kanak-kanak diharapkan anak mampu menikmati masa remajanya dalam pergaulan pribadi dengan Kristus lewat segala pergaulan hidupnya dengan lingkungan termasuk lingkungan pergaulan remaja. Setidaknya mereka akan semakin menemukan kenikmatan yang sesungguhnya dalam hidup yaitu Kristus.
          Untuk masuk pada iman seperti itu bukan dilalui dengan ketaatan pemaksaan diri untuk tunduk kepada kehendak Allah tetapi lewat hubungan pribadi yang terbina secara berkala. Agar mereka tidak hanya belajar sebatas hukum hurufiah tertulis tapi oleh itu dan pekerjaan Roh Kudus mereka mendapati Hukum Allah secara Pribadi yaitu Kristus yang sudah menjadi bagian dalam diri mereka. Hukum itu akan berkembang dengan sendirinya secara alami lewat hubungan pribadi dengan Allah setiap hari dalam penyerahan dan pengakuan diri kepada Allah. Hukum itu akan membawa mereka semakin mengenal Allah secara pribadi dan otomatis akan membongkar diri mereka sedalam mungkin hingga mereka mulai mengenal diri mereka dengan benar. Pengenalan itu akan menjadi Hidup di dalam hidup mereka dalam arti mereka menikmati hukum itu secara pribadi di dalam diri oleh Roh Kudus. Dalam hal ini mereka akan dengan sendirinya secara alami terbawa terus oleh pengurapan Allah. Ini bukan berarti menjadikan mereka suci secara pemahaman dunia yang menilai kesucian dari pengasingan diri dan pertapaan atau dengan berbagai penyangkalan jasmaniah tapi kesucian yang hadir dalam setiap jengkal perasaan dan pikiran mereka yang akan memperindah dan mempernikmat hidup masa remaja mereka. Jika ditinjau dari sudut pandang jasmani dan emosional di mana kemampuan berpikir dewasa mereka belum terbentuk, mungkin keadalamannya akan terjadi saat mereka menanjak dewasa setelah lulus masa sekolah, namun setidaknya mereka mulai merasakan hubungan itu sejak masa remaja. Hubungan pribadi yang akan membawa mereka pada hidup yang bukan lagi hanya sebatas berusaha diri untuk mentaati hukum tapi menikmati Hukum itu di dalam diri lewat penyerahan diri kepada Kristus agar Dialah yang mengerjakannya di dalam kita hingga menggenapi kedewasaan Kristus yang menyatakan bahwa semua dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Di dalam hal itu tidak ada lagi beban tapi semakin hari semakin bebas lewat penyerahan diri kita dalam segala keberadaannya sebab di situlah letak dan sumber segala beban dunia. Sederhananya kita hanya mengajak mereka untuk mau merendahkan diri meminta dibawa oleh Allah dalam pengenalan akan Dia setiap saat. Menjadikan setiap momen hidup ini sebagai sarana saling mengenal dengan Allah.
         Anak akan semakin yakin dalam pencarian jati dirinya meski masih dalam kapasitas keimanannya sebagai seorang remaja. Mereka akan dibawa Allah untuk makin meyakini akan masa depan mereka yang indah bersama Dia dan dalam rancanganNya.
d.        Usia 15-17.
1.        Allah dalam Pribadi Yesus Kristus.
2.        Kemaha Esaan Allah.
3.        Mengenal otoritas Allah di dalam diri.
4.        Menyatakan Allah dalam pergaulan.
5.        Menyatakan Allah dalam dunia.
Tujuan:
          Membawa remaja yang menanjak dewasa sebagai peserta didik akan masuk pada pengenalan Pribadi Allah yang Utuh dan Menyatu di dalam Yesus Kristus. Dalam hal iman mereka akan masuk pada kekokohan yang tidak tergoyahkan mengenai Keilahian dan Ketuhanan Yesus dalam WujudNya saat ada dalam dunia. Secara pribadi saya mendapati dan menikmati bahwa Dia memang harus menjadi manusia agar dalam kemanusiawianNya itulah maka Dia bisa menyatakan Kesempurnaan dari KeAllahanNya. Mereka akan diperkenalkan dan diperkuat dalam keEsaan Allah dalam tiga Pribadi yang bekerja dalam diri Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Mereka akan mendalami secara pribadi KeEsaan Ketiga Pribadi itu dalam satu pekerjaan, satu tujuan, dan satu penyelamatan dalam kebenaranNya.
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam Sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.”
1 Yohanes 5:7-8.
          Kita perlu memiliki hikmat dari Kristus untuk menghadapi dunia anak remaja. Saya secara pribadi sejak mendalami Pribadi Allah yang ada di dalam saya maka Kristuslah yang dimuliakan. Semakin hari semakin cinta Yesus dan semakin mengakui Yesus dalam segala hal. Itulah pengajaran Roh Kudus di dalam kita yang mau menelaah Dia semakin dalam. Ada banyak pembongkaran diri dan pembangunan diri yang Dia kerjakan dari dalam dan membuat kita secara pribadi menemukan dan memuliakan Dia dalam segala hal. Dengan modal itulah saya memasuki dunia mereka secara langsung dan ringan. Seperti contoh menanyakan hobi, cita-cita, sampai band kesukaan ataupun musik kesukaan mereka. Di situ saya mulai memberitakan Keutamaan Kristus yang saya temui. Ini bukan karena kepintaran manusiawi saya menelaah Firman, tapi hasil dari penyerahan diri setiap hari untuk dibukakan dan dibongkar olehNya dari dalam batin. Pengajaran itu mengalir terus setiap hari bahkan setiap saat seperti Firman Alkitab yang menyatakan untuk memikirkan Dia setiap saat.
          Tidak ada orang yang sanggup untuk hidup utuh dalam merasakan dan memikirkan Allah, tetapi ada banyak orang yang bahkan sudah di dalam Yesus pun tapi masih hidup lebih banyak dan peka untuk merasakan dan memikirkan dunia. Dialah yang mengerjakan di dalam kita untuk membawa kita lebih dekat dan bergantung kepadaNya. Dialah yang mengerjakan di dalam kita untuk kita menikmati Dia sebagai Pengurapan dan Pengajaran dalam diri dan dalam hidup setiap saat. Inilah yang membuat kita kaya dalam segala sesuatu karena Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia. Dasar kita hidup dan dasar kita mengajar atau memberitakan Yesus sebagai bagian dari hidup adalah Yesus Firman Hidup itu sendiri. Dialah Modal hidup kita untuk menelaah hidup dan memasuki area anak didik yang sudah remaja. Jika mereka menolak kita bukan kita yang ditolak tetapi Yesus Kristus yang membawa kita dan yang kita bawakan, Dialah yang ditolak.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh Kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya, itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaKu. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaku”.
Yohanes 16:13-15.
“Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku ada di dalam Bapaku dan kamu ada di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
Yohanes 14:20.
“Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam satu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.”
1 korintus 1:5-7.
“Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi Roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang di karuniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata  tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasehati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
1 Korintus 2:7-16.
          Itulah kekuatan kita dalam menikmati dan berbagi Pengajaran Kristus. Pengajaran yang murni dari Allah akan hidup dari dalam diri kita dan membawa kita untuk terus mengenali Allah yang oleh itu kita akan semakin mengenali diri kita dan hakekat manusia pada umumnya. Pengajaran itu memperkaya kita dari dalam diri hingga kita akan menemukan Dia dalam segala hal dan memuliakan Dia dalam segala hal. Kita akan semakin berkurang dan Dia akan semakin bertambah. Kita akan semakin berani dan bebas mengakui segenap keberadaan diri di hadapan Allah dan akan semakin mengakui Yesus di hadapan dunia. Pengajaran itu hidup karena Dia nyata secara Pribadi di dalam kita. Dalam hal ini Pengajaran itu adalah Roh Kudus itu sendiri. Pengajaran itu adalah Pribadi yang kita temukan di dalam kita sebagaimana Dia telah lebih dulu menemukan kita. Bukan kita yang berusaha bernalar lagi untuk menyelami Dia dan FirmanNya tapi kini Dialah yang akan terus mengalir secara alami di dalam kita. Dia akan menyatakan PengajaranNya dalam segala keadaan hidup kita. Hingga kita tidak bisa lepas dari Dia tapi membawa kita semakin menikmati Dia dan terbebas dari dunia.
           Tetapi bukan serta-merta kita akan menyepelekan tehnik menarik hati para peserta didik, melainkan oleh pengenalan akan Kristus inilah saya memiliki modal yang benar untuk menarik hati dan minat para peserta didik ataupun mereka yang mau saya injili tentang Yesus. Sebab justru dengan menemukan Dia dalam segala hal yang kita temui maka kita tidak akan kehabisan bahan untuk memberitakan Dia pada semua orang dan pada semua situasi. Ini bukan sebatas hasil kerja kepintaran otak dan akal manusia tetapi utuh hasil kerja Roh Kudus. Akal dan otak manusia menyembunyikan dosa di dalam diri, tetapi Pikiran Kristus menyingkapkannya sehingga kita sadar dan tahu secara pribadi keaadaan diri kita di hadapan Allah secara nyata dan terbuka. Bukan untuk menuduh kita tetapi untuk membuat kita semakin bergantung kepadaNya dan semakin mengakui Dia.

          Jika modal kita untuk memikat hati dan membuat peserta didik remaja tertarik kepada kita hanya sebatas dengan tehnik atau gaya dunia dan manusia maka bukan keutuhan Kristus yang akan muncul dari pengajaran kita dan dalam pergaulan dengan mereka kita tidak membawa Kristus sebagai Pribadi meskipun ada Dia yang kita beritakan. Kita justru sedang membawa diri kita. Saya beberapa kali mendapati di mana si pengajar justru jatuh dalam dosa karena terlalu dekat bergaul karib dengan peserta didiknya. Terlebih ironis di mana ada di antaranya justru pengajar yang membawakan materi rohani. Jika Kristus adalah dasar dan batasan kedekatan kita dengan para peserta didik maka hal tersebut tidak akan terjadi. Dalam Pengajaran dan Pengurapan pribadi ini saya sangat menikmati dan mengimani bahwa Kristus adalah dasar hubungan. Dia adalah Allah yang mneghubungi manusia dan Manusia yang menghubungi Allah. Dia adalah Allah yang menghubungkan diri dengan manusia dan Manusia yang menghubungkan diri dengan Allah. Kedua belah pihak terhubung dan dipersatukan olehNya. Dia yang mempersatukan Allah dengan manusia dan manusia dengan Allah. Dalam KeAllahanNya Dia menyatakan Allah yang benar yang mengasihi manusia dan dalam KeManusiaanNya Dia menyatakan Manusia yang benar yang mengasihi Allah. Barulah di dalam Dia kita belajar berhubungan dengan benar terhadap Allah dan terhadap sesama. Di luar Kristus tidak ada hubungan yang benar. Di dalam Kristus baru ada hubungan yang benar. Dalam hubungan dengan Kristus sebagai Dasar dan Pengikat maka  kita akan semakin mengenali Allah, mengasihi Allah dan memuliakan Allah. Itulah tujuan Allah menciptakan manusia dan menciptakan suatu hubungan.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...