Berikut ini adalah contoh materi
Pendidikan Agama Kristen bagi anak usia sekolah yaitu 6-17 tahun. Adapun
contoh-contoh materi ini telah coba saya terapkan di PPA (Pusat Pengembangan
Anak) tempat saya mengajar dan hasilnya cukup efektif sesuai perkembangan usia
mereka.
a.
Usia
6-7 tahun.
1.
Allah
itu ada (Penyataan Allah lewat penciptaan dan lewat Yesus Kristus).
2.
Allah
mengasihi aku.
3.
Allah
mengasihi keluargaku dan semua orang.
4.
Yesus
Kristus adalah Anak Allah dan memiliki Pribadi Allah.
5.
Orang
tua adalah pemimpin dalam rumah tangga.
Tujuan:
Agar anak memiliki dasar iman yang
kokoh tentang keberadaan Allah yang nyata lewat ciptaanNya dan kesempurnaanNya
nyata di dalam Pribadi Kristus. Sejak dini agar anak sudah tertanam di dalam
Kristus. Mereka mengenal Allah sebagai Oknum pengasih dan penyayang yang peduli
atas dirinya dan keluarganya serta semua orang dengan wujud nyata kepedulian
Allah itu adalah Kristus. Mereka belajar menyadari dan menghormati keberadaan
orang tua sebagai Wakil Allah bagi mereka yang menjadi panutan dan harus
dihormati.
b.
Usia
8-9 tahun.
1.
Allah
itu berkuasa, bijaksana, dan ada di mana-mana.
2.
Yesus
adalah Anak Allah dan Juruselamat.
3.
Mengenal
orang tua sebagai oknum yang memiliki aturan yang harus diikuti serta melihat
orang tua sebagai oknum yang memiliki aturan Allah yang mereka ikuti.
Tujuan:
Agar anak mulai mengenal Allah dalam
Kristus sebagai wujud lahiriahNya yang pernah datang sebagai Pribadi yang
bijaksana dan berkuasa atas manusia termasuk hidup mereka pribadi. Agar anak
semakin masuk pada otoritas Allah dan olehnya menghargai dan menghormati
otoritas orang tua dalam rumah. Dalam hal itu pula anak sudah mulai bisa
menilai orang tua dalam arti melihat apa saja yang bisa dia teladani dari orang
tuanya sebab dia telah diajari unutk masuk pada pengenalan Kristus secara
pribadi meskipun masih dalam kapasitas intelektual dan emosionalnya yang
terbatas.
Usia 10-11 tahun.
1.
Allah
adalah Roh.
2.
Allah
ada di mana-mana, Dia ada di Surga.
3.
Allah
ada di dalam saya oleh Roh Kudus.
4.
Roh
Kudus adalah Allah, Dia adalah Wujud Roh dari Yesus Kristus.
5.
Yesus
Kristus adalah teladan sejati, Dia Panutan yang Sempurna sebagai Manusia Allah.
Tujuan:
Anak mengenal secara sederhana hakekat
Pribadi Allah yang adalah Roh yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan ada
di mana saja serta menguasai segala sesuatu dalam kemahakuasaaNya. Selain Dia
ada di Surga namun mereka mengimani dan menikmati bahwa Dia ada di dalam diri
oleh kehadiran Roh Kudus di dalam kita. Anak memahami bahwa Roh Kudus adalah
Allah yang berdiam di dalam diri yang membuat dia menjadi anak Allah dan Yesus
adalah yang Sulung, Anak Allah yang sempurna demi penyempurnaan manusia sebagai
anak-anak Allah di dalam Dia. Mereka mulai diajari untuk semakin masuk di dalam
pengenalan Pribadi Kristus sebagai Keutuhan dan Kesempurnaan Allah bagi dunia
dan hidupnya sehingga semakin hari anak akan semakin mengakui dan memuliakan
Yesus dalam hidupnya. Yesus Kristus menjadi Panutan dan satu-satuNya sumber
utama dalam dia menjalani hidup. Dengan demikian jika anak tersebut
mendalaminya dalam hidupnya secara alami maka dia terlatih untuk selalu
berhubungan dengan Tuhan di setiap situasi diri dan lingkungan. Ikatan yang
erat dengan Tuhan yang membuat dia siap memasuki masa remaja dan pubertas.
c.
Usia
12-14 tahun.
1.
Allah
dan otoritasNya dalam pergaulan.
2.
Menikmati
Kristus dalam pergaulan.
3.
Mendapati
dan makin mengenal Kristus dalam pergaulan.
4.
Masa
depan bersama Kristus.
Tujuan:
Agar anak remaja dapat semakin
mengenal Allah dalam pergaulan hidupnya dan menemukan Jati Diri Kristus dalam
pencarian jati dirinya sebab di luar Kristus maka jati diri manusia adalah jati
diri dosa dalam kebaikan dan kejahatannya. Di dalam Kristus maka jati diri kita
di perbaharui dari ke hari dalam Jati Diri Allah. Inilah Cermin Hidup Allah
bagi dunia yaitu Kristus di dalam kita. Di dalam Dia kita turut menjadi
CerminNya Allah bagi dunia yang ada dalam kepalsuan jati diri dosa mereka. Dalam
bekal yang kuat sejak masa kanak-kanak diharapkan anak mampu menikmati masa
remajanya dalam pergaulan pribadi dengan Kristus lewat segala pergaulan
hidupnya dengan lingkungan termasuk lingkungan pergaulan remaja. Setidaknya
mereka akan semakin menemukan kenikmatan yang sesungguhnya dalam hidup yaitu
Kristus.
Untuk masuk pada iman seperti itu
bukan dilalui dengan ketaatan pemaksaan diri untuk tunduk kepada kehendak Allah
tetapi lewat hubungan pribadi yang terbina secara berkala. Agar mereka tidak
hanya belajar sebatas hukum hurufiah tertulis tapi oleh itu dan pekerjaan Roh
Kudus mereka mendapati Hukum Allah secara Pribadi yaitu Kristus yang sudah
menjadi bagian dalam diri mereka. Hukum itu akan berkembang dengan sendirinya
secara alami lewat hubungan pribadi dengan Allah setiap hari dalam penyerahan
dan pengakuan diri kepada Allah. Hukum itu akan membawa mereka semakin mengenal
Allah secara pribadi dan otomatis akan membongkar diri mereka sedalam mungkin
hingga mereka mulai mengenal diri mereka dengan benar. Pengenalan itu akan
menjadi Hidup di dalam hidup mereka dalam arti mereka menikmati hukum itu
secara pribadi di dalam diri oleh Roh Kudus. Dalam hal ini mereka akan dengan
sendirinya secara alami terbawa terus oleh pengurapan Allah. Ini bukan berarti
menjadikan mereka suci secara pemahaman dunia yang menilai kesucian dari
pengasingan diri dan pertapaan atau dengan berbagai penyangkalan jasmaniah tapi
kesucian yang hadir dalam setiap jengkal perasaan dan pikiran mereka yang akan
memperindah dan mempernikmat hidup masa remaja mereka. Jika ditinjau dari sudut
pandang jasmani dan emosional di mana kemampuan berpikir dewasa mereka belum
terbentuk, mungkin keadalamannya akan terjadi saat mereka menanjak dewasa
setelah lulus masa sekolah, namun setidaknya mereka mulai merasakan hubungan
itu sejak masa remaja. Hubungan pribadi yang akan membawa mereka pada hidup
yang bukan lagi hanya sebatas berusaha diri untuk mentaati hukum tapi menikmati
Hukum itu di dalam diri lewat penyerahan diri kepada Kristus agar Dialah yang
mengerjakannya di dalam kita hingga menggenapi kedewasaan Kristus yang
menyatakan bahwa semua dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Di dalam hal itu
tidak ada lagi beban tapi semakin hari semakin bebas lewat penyerahan diri kita
dalam segala keberadaannya sebab di situlah letak dan sumber segala beban
dunia. Sederhananya kita hanya mengajak mereka untuk mau merendahkan diri
meminta dibawa oleh Allah dalam pengenalan akan Dia setiap saat. Menjadikan
setiap momen hidup ini sebagai sarana saling mengenal dengan Allah.
Anak akan semakin yakin dalam
pencarian jati dirinya meski masih dalam kapasitas keimanannya sebagai seorang
remaja. Mereka akan dibawa Allah untuk makin meyakini akan masa depan mereka
yang indah bersama Dia dan dalam rancanganNya.
d.
Usia
15-17.
1.
Allah
dalam Pribadi Yesus Kristus.
2.
Kemaha
Esaan Allah.
3.
Mengenal
otoritas Allah di dalam diri.
4.
Menyatakan
Allah dalam pergaulan.
5.
Menyatakan
Allah dalam dunia.
Tujuan:
Membawa remaja yang menanjak dewasa
sebagai peserta didik akan masuk pada pengenalan Pribadi Allah yang Utuh dan
Menyatu di dalam Yesus Kristus. Dalam hal iman mereka akan masuk pada kekokohan
yang tidak tergoyahkan mengenai Keilahian dan Ketuhanan Yesus dalam WujudNya
saat ada dalam dunia. Secara pribadi saya mendapati dan menikmati bahwa Dia
memang harus menjadi manusia agar dalam kemanusiawianNya itulah maka Dia bisa
menyatakan Kesempurnaan dari KeAllahanNya. Mereka akan diperkenalkan dan
diperkuat dalam keEsaan Allah dalam tiga Pribadi yang bekerja dalam diri Bapa,
Anak, dan Roh Kudus. Mereka akan mendalami secara pribadi KeEsaan Ketiga
Pribadi itu dalam satu pekerjaan, satu tujuan, dan satu penyelamatan dalam
kebenaranNya.
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian
(di dalam Sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada
tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya
adalah satu.”
1 Yohanes 5:7-8.
Kita perlu memiliki hikmat
dari Kristus untuk menghadapi dunia anak remaja. Saya secara pribadi sejak
mendalami Pribadi Allah yang ada di dalam saya maka Kristuslah yang dimuliakan.
Semakin hari semakin cinta Yesus dan semakin mengakui Yesus dalam segala hal. Itulah
pengajaran Roh Kudus di dalam kita yang mau menelaah Dia semakin dalam. Ada
banyak pembongkaran diri dan pembangunan diri yang Dia kerjakan dari dalam dan
membuat kita secara pribadi menemukan dan memuliakan Dia dalam segala hal.
Dengan modal itulah saya memasuki dunia mereka secara langsung dan ringan.
Seperti contoh menanyakan hobi, cita-cita, sampai band kesukaan ataupun musik
kesukaan mereka. Di situ saya mulai memberitakan Keutamaan Kristus yang saya
temui. Ini bukan karena kepintaran manusiawi saya menelaah Firman, tapi hasil
dari penyerahan diri setiap hari untuk dibukakan dan dibongkar olehNya dari
dalam batin. Pengajaran itu mengalir terus setiap hari bahkan setiap saat
seperti Firman Alkitab yang menyatakan untuk memikirkan Dia setiap saat.
Tidak ada orang yang sanggup
untuk hidup utuh dalam merasakan dan memikirkan Allah, tetapi ada banyak orang
yang bahkan sudah di dalam Yesus pun tapi masih hidup lebih banyak dan peka
untuk merasakan dan memikirkan dunia. Dialah yang mengerjakan di dalam kita
untuk membawa kita lebih dekat dan bergantung kepadaNya. Dialah yang
mengerjakan di dalam kita untuk kita menikmati Dia sebagai Pengurapan dan
Pengajaran dalam diri dan dalam hidup setiap saat. Inilah yang membuat kita
kaya dalam segala sesuatu karena Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia. Dasar
kita hidup dan dasar kita mengajar atau memberitakan Yesus sebagai bagian dari
hidup adalah Yesus Firman Hidup itu sendiri. Dialah Modal hidup kita untuk
menelaah hidup dan memasuki area anak didik yang sudah remaja. Jika mereka
menolak kita bukan kita yang ditolak tetapi Yesus Kristus yang membawa kita dan
yang kita bawakan, Dialah yang ditolak.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh
Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh Kebenaran; sebab Ia tidak
akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya,
itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang
akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa
yang diterimaNya dari padaKu. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya;
sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari
padaku”.
Yohanes 16:13-15.
“Pada waktu itulah kamu akan tahu,
bahwa Aku ada di dalam Bapaku dan kamu ada di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
Yohanes 14:20.
“Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi
kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam
pengetahuan, sesuai dengan kesaksian Kristus, yang telah diteguhkan di antara
kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam satu karuniapun sementara kamu
menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.”
1 korintus 1:5-7.
“Tetapi yang kami beritakan ialah
hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah
disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang
mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan
Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar
oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang
disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah
telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan
hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia
yang tahu apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri
yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang
terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia,
tetapi Roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang di karuniakan
Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka
yang mempunyai Roh, kami berkata-kata
tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan
kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak
menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu
kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai
secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri
tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,
sehingga ia dapat menasehati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”
1 Korintus 2:7-16.
Itulah kekuatan kita dalam menikmati
dan berbagi Pengajaran Kristus. Pengajaran yang murni dari Allah akan hidup
dari dalam diri kita dan membawa kita untuk terus mengenali Allah yang oleh itu
kita akan semakin mengenali diri kita dan hakekat manusia pada umumnya.
Pengajaran itu memperkaya kita dari dalam diri hingga kita akan menemukan Dia
dalam segala hal dan memuliakan Dia dalam segala hal. Kita akan semakin
berkurang dan Dia akan semakin bertambah. Kita akan semakin berani dan bebas
mengakui segenap keberadaan diri di hadapan Allah dan akan semakin mengakui
Yesus di hadapan dunia. Pengajaran itu hidup karena Dia nyata secara Pribadi di
dalam kita. Dalam hal ini Pengajaran itu adalah Roh Kudus itu sendiri.
Pengajaran itu adalah Pribadi yang kita temukan di dalam kita sebagaimana Dia
telah lebih dulu menemukan kita. Bukan kita yang berusaha bernalar lagi untuk
menyelami Dia dan FirmanNya tapi kini Dialah yang akan terus mengalir secara
alami di dalam kita. Dia akan menyatakan PengajaranNya dalam segala keadaan
hidup kita. Hingga kita tidak bisa lepas dari Dia tapi membawa kita semakin
menikmati Dia dan terbebas dari dunia.
Tetapi bukan serta-merta kita akan
menyepelekan tehnik menarik hati para peserta didik, melainkan oleh pengenalan
akan Kristus inilah saya memiliki modal yang benar untuk menarik hati dan minat
para peserta didik ataupun mereka yang mau saya injili tentang Yesus. Sebab
justru dengan menemukan Dia dalam segala hal yang kita temui maka kita tidak
akan kehabisan bahan untuk memberitakan Dia pada semua orang dan pada semua
situasi. Ini bukan sebatas hasil kerja kepintaran otak dan akal manusia tetapi utuh
hasil kerja Roh Kudus. Akal dan otak manusia menyembunyikan dosa di dalam diri,
tetapi Pikiran Kristus menyingkapkannya sehingga kita sadar dan tahu secara
pribadi keaadaan diri kita di hadapan Allah secara nyata dan terbuka. Bukan
untuk menuduh kita tetapi untuk membuat kita semakin bergantung kepadaNya dan
semakin mengakui Dia.
Jika modal kita untuk memikat hati
dan membuat peserta didik remaja tertarik kepada kita hanya sebatas dengan tehnik
atau gaya dunia dan manusia maka bukan keutuhan Kristus yang akan muncul dari
pengajaran kita dan dalam pergaulan dengan mereka kita tidak membawa Kristus
sebagai Pribadi meskipun ada Dia yang kita beritakan. Kita justru sedang
membawa diri kita. Saya beberapa kali mendapati di mana si pengajar justru
jatuh dalam dosa karena terlalu dekat bergaul karib dengan peserta didiknya. Terlebih
ironis di mana ada di antaranya justru pengajar yang membawakan materi rohani. Jika
Kristus adalah dasar dan batasan kedekatan kita dengan para peserta didik maka
hal tersebut tidak akan terjadi. Dalam Pengajaran dan Pengurapan pribadi ini
saya sangat menikmati dan mengimani bahwa Kristus adalah dasar hubungan. Dia
adalah Allah yang mneghubungi manusia dan Manusia yang menghubungi Allah. Dia
adalah Allah yang menghubungkan diri dengan manusia dan Manusia yang
menghubungkan diri dengan Allah. Kedua belah pihak terhubung dan dipersatukan
olehNya. Dia yang mempersatukan Allah dengan manusia dan manusia dengan Allah.
Dalam KeAllahanNya Dia menyatakan Allah yang benar yang mengasihi manusia dan
dalam KeManusiaanNya Dia menyatakan Manusia yang benar yang mengasihi Allah.
Barulah di dalam Dia kita belajar berhubungan dengan benar terhadap Allah dan
terhadap sesama. Di luar Kristus tidak ada hubungan yang benar. Di dalam
Kristus baru ada hubungan yang benar. Dalam hubungan dengan Kristus sebagai
Dasar dan Pengikat maka kita akan semakin
mengenali Allah, mengasihi Allah dan memuliakan Allah. Itulah tujuan Allah
menciptakan manusia dan menciptakan suatu hubungan.
No comments:
Post a Comment