Monday, April 1, 2019

Memberikan nyawa

“Akulah gembala yang baik,gembala yang baik memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya.”
Yohanes 10:11

     Banyak dari kita tentunya sudah tahu betul ungkapan gembala yang baik bagi Tuhan Yesus.Di dunia ini tidak ada satupun pemimpin,baik pemimpin politik maupun pemimpin spiritual yang memiliki hak dan tanggung jawab sedalam itu bagi rakyat atau umatnya.Gembala baik rela memberikan nyawanya bagi kawanannya.Yesus telah membuktikan hal itu sejak dahulu di atas kayu salib.Mari kita selami dan nikmati lebih dalam lagi apa makna yang indah,yang luas,dan sejati dari pengorbanan.Ada pengorbanan secara dunia dan ada pengorbanan secara Allah yang sudah nyata bagi kita oleh Kristus.Di luar Kristus segala pengorbanan kita sia-sia adanya,dan tanpa berkat atau makna sejati yang sesungguhnya.Syukur kita memiliki Kristus dan belajar terus dari Dia secara pribadi dalam hidup ini.
     Ada sebuah kisah nyata dahulu tentang seorang ibu yang rela berkorban mati demi anaknya yang akan dihukum mati sebagai seorang penjahat.Ibu itu ditemukan tewas di dalam sebuah lonceng besar demi menghentikan waktu berbunyi agar anaknya tidak dihukum saat itu dan dapat lolos dari maut.Kita selalu memahami pengorbanan nyawa berarti ketika yang berkorban mati dalam pengorbanannya.Memang Kristus pun melakukan keutuhan pengorbananNya dengan cara sampai mati di atas kayu salib.Makna pengorbanan yang Yesus ingin tunjukkan saat itu sebenarnya jauh lebih luas dari sekedar mati secara jasmani.Sebelum lebih lanjut,kita mengimani bersama bahwa Yesus adalah Korban yang agung bagi kita.Dialah dan dari Dialah kita belajar pengorbanan yang sesungguhnya.
     Ada orang tua yang begitu susah payah bekerja sekuat mungkin demi kebahagiaan anaknya.Berkorban dalam segala daya dan upaya agar anaknya bisa sekolah dan memiliki pekerjaan yang layak dan masa depan indah.Secara lahiriah orang tua itu bisa saja tidak sampai harus alami celaka dan tewas atau mati kelelahan oleh pengorbanannya,tapi dia sebenarnya telah menunjukkan dedikasinya sebagai orang tua dan telah memberikan nyawanya bagi anaknya.Dia telah mendedikasikan hidupnya yang sama artinya dengan nyawanya.Ada seorang anak yang serius belajar,berusaha berkarya,dan ingin agar orang tuanya bangga akan dia.Tidak sampai harus mati dalam apa yang dia perjuangkan tapi sesungguhnya anak itu telah menunjukkan dia sedang memberikan nyawanya bagi orang tuanya.Oleh Kristus kita masuk dan menilai tidak sebatas jasmani tapi dalam makna yang dalam dan makin dalam hingga kita menemukan apa yang sesungguhnya diinginkan Allah dalam hidup kita secara pribadi.
     Pengorbanan Yesus tidak hanya nanti ketika Dia secara nyata secara jasmaniah terpaku dan mati disalibkan tapi sejak saat Allah menyatakan kedatanganNya itu sudah menunjukkan pemberian nyawaNya.Ketika Dia lahir,bertumbuh, dan hidup dalam dunia ini,Yesus sesungguhnya sudah memberikan nyawaNya.Dia sudah menyatakan dan memberikan dedikasi hidupnnya dan nyawaNya dalam segenap lakuNya,pengajaranNya,kasihNya,dan kepedulianNya.Inilah pemberian dan pengorbanan sejati,Dia memberi dalam kebenaran,Dia memberi dalam BapaNya.Dia berkali-kali menyatakan bahwa Dia tidak bekerja sendiri tapi mengerjakan apa yang dari bapaNya.Dia dan Bapa adalah Satu dalam pemberian dan pengorbanan.Dia memberi dalam kebenaran Allah dan bukan dalam kebenaran dunia yang cemar.Dia adalah kebenaran Allah bagi dunia.Jika tinggal di dalam Dia maka kita tinggal dalam kebenaran Allah,kebenaran yang membenarkan kita sebab kita tidak bisa benar dan tidak tahu kebenaran sejati tanpa Dia.
     Apalah artinya jika kita berkorban sekuat tenaga bagi orang lain atau bagi orang yang kita kasihi jika tanpa makna Kristus di dalamnya.Apalah artinya pengorbanan tanpa memberikan dan menyatakan Kristus sebagai sumber dan berkat dalam segala pengorbanan dan usaha kita.Tidakkah itu sia-sia adanya?secara dunia bisa saja ada faedahnya,tapi faedah itu terbatas adanya,sebagaimana kita terbatas oleh ketidaksempurnaan dan oleh tuntutan dunia.Bukankah rasul Paulus pernah berkata bahwa sekalipun dia memberikan nyawanya tapi jika tanpa kasih itu adalah sia-sia belaka?ya,Kasih yang dimaksud adalah kasih yang sejati dan bukan kasih milik kita atau dunia.Kasih itu adalah kasih Allah yang sudah datang ke dunia yaitu Kristus bagi kita yang menerimaNya.Dialah kasih kita dalam segala pengorbanan kita.Orang tua berkorban memberikan nyawa bagi anaknya,maka berikanlah nyawamu yaitu hidupmu dan dedikasimu bagi dia di dalam Kristus.Anak yang memberikan nyawanya yaitu hidupnya dan dedikasinya bagi orang tuanya maka berikanlah itu di dalam Kristus.Itulah nyawamu yang memberkati orang-orang yang ada di sekelilingmu,itulah inti dari pengorbanan,yaitu Kristus yang ada di dalam  kita,nyawaNya yang diberikanNya bagi kita.

     Pengorbanan kita dalam Kristus tidaklah sia-sia adanya,meskipun ada yang menolak dan mencemooh tapi pengorbanan kita sudah memberkati kita oleh Kristus.Pengorbanan dunia terasa rugi adanya sebab nanti merasa diberkati jika diakui,dihargai,dikenang dan dipuji.Tapi jika dicemooh dan tidak dianggap maka merasa dirugikan dan tidak menerima berkat.Demikianlah pengorbanan dunia yang rusak maknanya.Dalam Kristus yang adalah berkat sejati bagi kita maka pengorbanan kita sudah memberkati kita dan orang lain.Jika dunia merasa tidak diberkati oleh pengorbanan itu seperti penolakkan dunia terhadap Yesus maka kita tetap diberkati adanya.Itulah pengorbanan sejati,nyawa atau hidup Kristus yang diberikan bagi kita yaitu Roh Kudus yang ada di dalam kita.Roh Kudus yang adalah Nyawa Ilahi Allah yang menghidupi kita,Dialah sumber pengorbanan kita

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...