
“Akulah gembala yang baik,gembala
yang baik memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya.”
Yohanes 10:11
Banyak dari kita tentunya sudah tahu betul
ungkapan gembala yang baik bagi Tuhan Yesus.Di dunia ini tidak ada satupun
pemimpin,baik pemimpin politik maupun pemimpin spiritual yang memiliki hak dan
tanggung jawab sedalam itu bagi rakyat atau umatnya.Gembala baik rela
memberikan nyawanya bagi kawanannya.Yesus telah membuktikan hal itu sejak
dahulu di atas kayu salib.Mari kita selami dan nikmati lebih dalam lagi apa
makna yang indah,yang luas,dan sejati dari pengorbanan.Ada pengorbanan secara
dunia dan ada pengorbanan secara Allah yang sudah nyata bagi kita oleh Kristus.Di
luar Kristus segala pengorbanan kita sia-sia adanya,dan tanpa berkat atau makna
sejati yang sesungguhnya.Syukur kita memiliki Kristus dan belajar terus dari
Dia secara pribadi dalam hidup ini.
Ada sebuah kisah nyata dahulu tentang
seorang ibu yang rela berkorban mati demi anaknya yang akan dihukum mati
sebagai seorang penjahat.Ibu itu ditemukan tewas di dalam sebuah lonceng besar
demi menghentikan waktu berbunyi agar anaknya tidak dihukum saat itu dan dapat
lolos dari maut.Kita selalu memahami pengorbanan nyawa berarti ketika yang
berkorban mati dalam pengorbanannya.Memang Kristus pun melakukan keutuhan
pengorbananNya dengan cara sampai mati di atas kayu salib.Makna pengorbanan
yang Yesus ingin tunjukkan saat itu sebenarnya jauh lebih luas dari sekedar
mati secara jasmani.Sebelum lebih lanjut,kita mengimani bersama bahwa Yesus
adalah Korban yang agung bagi kita.Dialah dan dari Dialah kita belajar
pengorbanan yang sesungguhnya.
Ada orang tua yang begitu susah payah
bekerja sekuat mungkin demi kebahagiaan anaknya.Berkorban dalam segala daya dan
upaya agar anaknya bisa sekolah dan memiliki pekerjaan yang layak dan masa
depan indah.Secara lahiriah orang tua itu bisa saja tidak sampai harus alami
celaka dan tewas atau mati kelelahan oleh pengorbanannya,tapi dia sebenarnya
telah menunjukkan dedikasinya sebagai orang tua dan telah memberikan nyawanya
bagi anaknya.Dia telah mendedikasikan hidupnya yang sama artinya dengan
nyawanya.Ada seorang anak yang serius belajar,berusaha berkarya,dan ingin agar
orang tuanya bangga akan dia.Tidak sampai harus mati dalam apa yang dia
perjuangkan tapi sesungguhnya anak itu telah menunjukkan dia sedang memberikan
nyawanya bagi orang tuanya.Oleh Kristus kita masuk dan menilai tidak sebatas
jasmani tapi dalam makna yang dalam dan makin dalam hingga kita menemukan apa
yang sesungguhnya diinginkan Allah dalam hidup kita secara pribadi.
Pengorbanan Yesus tidak hanya nanti ketika
Dia secara nyata secara jasmaniah terpaku dan mati disalibkan tapi sejak saat
Allah menyatakan kedatanganNya itu sudah menunjukkan pemberian nyawaNya.Ketika
Dia lahir,bertumbuh, dan hidup dalam dunia ini,Yesus sesungguhnya sudah
memberikan nyawaNya.Dia sudah menyatakan dan memberikan dedikasi hidupnnya dan
nyawaNya dalam segenap lakuNya,pengajaranNya,kasihNya,dan kepedulianNya.Inilah
pemberian dan pengorbanan sejati,Dia memberi dalam kebenaran,Dia memberi dalam
BapaNya.Dia berkali-kali menyatakan bahwa Dia tidak bekerja sendiri tapi
mengerjakan apa yang dari bapaNya.Dia dan Bapa adalah Satu dalam pemberian dan
pengorbanan.Dia memberi dalam kebenaran Allah dan bukan dalam kebenaran dunia
yang cemar.Dia adalah kebenaran Allah bagi dunia.Jika tinggal di dalam Dia maka
kita tinggal dalam kebenaran Allah,kebenaran yang membenarkan kita sebab kita
tidak bisa benar dan tidak tahu kebenaran sejati tanpa Dia.
Apalah artinya jika kita berkorban sekuat
tenaga bagi orang lain atau bagi orang yang kita kasihi jika tanpa makna
Kristus di dalamnya.Apalah artinya pengorbanan tanpa memberikan dan menyatakan
Kristus sebagai sumber dan berkat dalam segala pengorbanan dan usaha
kita.Tidakkah itu sia-sia adanya?secara dunia bisa saja ada faedahnya,tapi
faedah itu terbatas adanya,sebagaimana kita terbatas oleh ketidaksempurnaan dan
oleh tuntutan dunia.Bukankah rasul Paulus pernah berkata bahwa sekalipun dia
memberikan nyawanya tapi jika tanpa kasih itu adalah sia-sia belaka?ya,Kasih
yang dimaksud adalah kasih yang sejati dan bukan kasih milik kita atau
dunia.Kasih itu adalah kasih Allah yang sudah datang ke dunia yaitu Kristus
bagi kita yang menerimaNya.Dialah kasih kita dalam segala pengorbanan kita.Orang
tua berkorban memberikan nyawa bagi anaknya,maka berikanlah nyawamu yaitu
hidupmu dan dedikasimu bagi dia di dalam Kristus.Anak yang memberikan nyawanya
yaitu hidupnya dan dedikasinya bagi orang tuanya maka berikanlah itu di dalam
Kristus.Itulah nyawamu yang memberkati orang-orang yang ada di
sekelilingmu,itulah inti dari pengorbanan,yaitu Kristus yang ada di dalam kita,nyawaNya yang diberikanNya bagi kita.
Pengorbanan kita dalam Kristus tidaklah
sia-sia adanya,meskipun ada yang menolak dan mencemooh tapi pengorbanan kita
sudah memberkati kita oleh Kristus.Pengorbanan dunia terasa rugi adanya sebab
nanti merasa diberkati jika diakui,dihargai,dikenang dan dipuji.Tapi jika
dicemooh dan tidak dianggap maka merasa dirugikan dan tidak menerima berkat.Demikianlah
pengorbanan dunia yang rusak maknanya.Dalam Kristus yang adalah berkat sejati
bagi kita maka pengorbanan kita sudah memberkati kita dan orang lain.Jika dunia
merasa tidak diberkati oleh pengorbanan itu seperti penolakkan dunia terhadap
Yesus maka kita tetap diberkati adanya.Itulah pengorbanan sejati,nyawa atau hidup
Kristus yang diberikan bagi kita yaitu Roh Kudus yang ada di dalam kita.Roh
Kudus yang adalah Nyawa Ilahi Allah yang menghidupi kita,Dialah sumber
pengorbanan kita
No comments:
Post a Comment