Dalam
Yudaisme, akhir zaman biasanya disebut akhir hari-hari (aharit
ha-yamim, אחרית הימים), sebuah ungkapan yang beberapa kali muncul
dalam Tanakh. Meskipun gagasan tentang bencana mesianik memiliki tempat
yang menonjol dalam pemikiran Yahudi, gagasan ini bukanlah suatu proses yang
tak dapat berubah yang berdiri sendirian, melainkan ditemukan bersama-sama
dengan gagasan tentang penebusan tanpa penderitaan. Kedua gambaran ini kadang-kadang
dilihat sebagai dua kemungkinan yang berbeda untuk masa depan Israel.
Akhir
zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait:
·
Pengumpulan kembali orang-orang yang
hidup di pembuangan
·
Kurban binatang atau Korban[1] [2] [3]
·
Dunia yang Akan Datang (Olam
ha-Ba), sebuah istilah yang ambigu yang mungkin merujuk kepada kehidupan
setelah kematian, dunia mesianik, atau kehidupan
setelah kebangkitan
Kesengsaraan yang dicatat dalam
Perjanjian Lama
Kejadian-kejadian
penuh bencana akan menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama, seperti yang
dicatat dalam contoh-contoh ayat berikut ini dalam Alkitab Perjanjian Lama:
Ulangan 4:29-39: Dan baru di sana
engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia
dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila engkau dalam keadaan
terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan
kembali kepada Tuhan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. Sebab Tuhan,
Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan
engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah
kepada nenek moyangmu. Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung
langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah
menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian
besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Pernahkah suatu
bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti
yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk
mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan
cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan
yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang
besar, seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhan Allah, tidak ada yang
lain kecuali Dia. Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk
mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan
segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. Karena Ia mengasihi
nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa
engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, untuk menghalau dari
hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk
membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi
milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. Sebab itu ketahuilah pada
hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi
di bawah, tidak ada yang lain.
Yesaya 2:1-5: Firman yang dinyatakan
kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada
hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung
dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke
sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke
gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang
jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan
keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem." Ia akan menjadi hakim
antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka
mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya
menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap
bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub,
mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!
Mikha 4:1-5: Akan terjadi pada
hari-hari yang terakhir: gunung rumah Tuhan akan berdiri tegak mengatasi
gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan
berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata:
"Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar
kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari
Sion akan keluar pengajaran, dan firman Tuhan dari Yerusalem." Ia akan
menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku
bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa
pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau
pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka
tidak akan lagi belajar perang. Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah
pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan,
sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya. Biarpun segala bangsa
berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama
Tuhan Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
Kejadian-kejadian
ini menciptakan suatu tatanan baru di saat Allah secara universal diakui sebagai penguasa atas seluruh
ciptaan-Nya, termasuk setiap orang dan segala sesuatu.
Talmud
Dalam
tulisan-tulisan lain, salah seorang guru hikmat Talmud berkata:
"Biarkanlah hari-hari terakhir
itu datang, tetapi mudah-mudahan aku tidak akan hidup melihatnya", karena
hari-hari itu akan penuh dengan konflik dan penderitaan."
Talmud, dalam risalat Avodah Zarah, pada halaman 9A, menyatakan
bahwa dunia ini seperti yang kita kenal hanya akan ada selama enam ribu
tahun. Kalender Ibrani (luach)
sepenuhnya berfungsi berdasarkan asumsi bahwa waktu dimulai pada penciptaan
Adam, manusia primordial. Banyak orang (khususnya Yahudi Konservatif dan Reformasi dan beberapa orang Kristen) beranggapan bahwa tahun-tahun dalam Torah, atau Alkitab Yahudi, bersifat simbolik. Menurut ajaran-ajaran
Yahudi kuno yang diteruskan sekarang ini oleh orang-orang Yahudi
Ortodoks, tahun-tahun ini bersifat harafiah
dan konsisten sepanjang masa, dengan setiap hari panjangnya 24 jam dan
rata-rata per tahunnya dan 365 hari. Penyesuaian-penyesuaian tentu saja
dilakukan, sesuai dengan tahun kabisat, untuk memperhitungkan perbedaan
antara kalender komariah dan kalender
syamsiah, karena kalender Yahudi didasarkan
pada keduanya. Jadi, tahun 2007 sama dengan 5767 tahun sejak penciptaan
manusia dalam kalender Yahudi yang sekarang. Menurut perhitungan ini,
akhir zaman akan terjadi pada atau sebelum tahun 2240 (tahun 6000 dalam kalender Ibrani).
Menurut
tradisi Yahudi, mereka yang hidup pada akhir zaman akan menyaksikan:
1.
Dikumpulkannya orang-orang Yahudi di
pembuangan ke Israel yang
ada secara geografis,
2.
Dikalahkannya semua musuh Israel,
3.
Pembangunan (atau penempatan oleh
Allah) kenisah di Yerusalem dan dipulihkannya kembali persembahan kurban dan ibadah di Kenisah,
4.
Kebangkitan orang mati (techiat
hameitim), atau Kebangkitan,
5.
Pada suatu saat, Mesias Yahudi akan menjadi Raja Israel. Ia akan memisah-misahkan orang-orang Yahudi di
Israel menurut bagian-bagian wilayah sukunya yang asli di negeri Israel. Pada masa ini, Gog, raja Magog, akan menyerang Israel. Siapa Gog dan negara Magog itu
tidak diketahui. Magog akan bertempur dalam suatu pertempuran hebat, yang mengakibatkan
jauh korban yang besar di kedua belah pihak, tetapi Allah akan ikut campur dan
menyelamatkan orang-orang Yahudi. Ini adalah pertempuran yang dirujuk sebagai Harmagedon. Setelah memusnahkan musuh-musuh terakhir ini untuk
selama-lamanya, Allah akan mengenyahkan semua kejahatan dari keberadaan
manusia. Setelah tahun 6000 (dalam kalender Yahudi), milenium ketujuh adalah masa
kesucian, ketenangan, kehidupan rohani, dan perdamaian di seluruh dunia, yang
disebut sebagai Olam Haba ("Dunia Masa Depan"), di
mana semua orang akan mengenal Allah secara langsung."
"Seluruh
Israel akan memiliki bagian di dunia yang akan datang." (Talmud Sanhedrin
10:1) Ramban (Nachmanades) menafsirkan dunia yang akan datang itu sebagai
kebaikan tertinggi dan maksud dari penciptaan. Karena itu ia berpendapat bahwa
dunia yang akan datang sesungguhnya merujuk kepada kebangkitan orang-orang yang
telah meninggal. Suatu peristiwa yang akan terjadi setelah dimulainya zaman
mesianik. Ramban berpendapat bahwa seluruh Israel, bahkan orang-orang berdosa,
mempunyai bagian dari zaman kebangkitan ini. (The Tzemach Tzedek, Derech
Mitzvosecha, Law of Tzitzis).
No comments:
Post a Comment