Melayani Allah dalam pekerjaan
Lalu kata Yesus kepada mereka: “kalau begitu berikanlah kepada
kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang
wajib kamu berikan kepada Allah.”
Lukas 20: 25
Ayat di atas sering kita
pakai dalam hal menghikmati soal pajak kepada pemerintah dan persembahan kepada
Allah. Tetapi jika kita bicara lebih luas soal apa yang wajib kita berikan
kepada Allah ataupun pemerintah (bangsa dan negara) maka kiat akan menemukan
kebenaran yang sejati dari pemberian diri kepada Allah dan bangsa itu
sebenarnya adalah satu. Tidak ada satupun manusia yanga akn benar-benar
melayani bangsanya ataupun pemerintahnya jika dia tanpa mau melayani Allah di
dalamnya. Melayani dalam tugas kewajiban apapun terhadap pekerjaan dan
pemerintah kita haruslah kita nikmati sebagai pelayanan dan ibadah kepada Allah
hingga di sinilah kita meyakini bahwa segala seuatu adalah benar-benar ibadah
di dalam Yesus. Jika itu adalah ibadah maka kita tentu akan sangat menjaga
kebenaran di dalam usaha kita tersebut.
Memberi kepada Allah
dengan benar berarti kita juga akan sadar bahwa kita harus melayani pemerintah
dengan benar. Pemerintah dalam hal ini tidak hanya tertuju pada satu tatanan
mereka yang sedang berkuasa dan mengatur keadaan negara tetapi menyangkut
keseluruhan bangsa di mana manusia di dalamnya adalah suatu pemerintahan
bersama yang bergotong-royong dalam apapun profesi mereka. Ya, kiat akhirnya
sadar bahwa kita hendaknya melayani sesama dengan benar. Memberi kepada
pemerintah ataupun kehidupan kebersamaan dalam suatu pemerintahan bersama dengan
benar itupun berarti kita harus melakukannya seperti kita turut juga memberikan
itu kepada Allah. Ya, pembaktian diri kita kepada Allah itu nyata tidak hanya
lewat kegiatan rohani tetapi lewat seluruh hidup kita termasuk kegiatan kita
dalam bersosial di manapun kita berada. Pemberian diri kita kepada pemerintah
ataupun sesama itu akan benar dan baik adanya jika kita lakukan pula sebagai
pemberian dir kepada Allah. Jika kesatuan dari kedua hal ini semakin erat maka
kita tidak akan mudah terbebani oleh tanggung jawab melainkan menikmati banyak
kepuasan sebab itu adalah ibadah dan ibadah memberikan kelegaan dan kepuasdan
batin.
Di tengah keadaan dunia
yang semakin pelik dan serba ingin cepat kita diperhadapkan dengan berbagai
tuntutan tanggung jawab. Jika tanpa hikmat dan pemberian diir yang benar maka
kita akan kelabakan. Jika kita telaah dan dalami renungkan secara cermat coba
kita telusuri adakah manusia di kolong langit ini yang sanggup melakukan
pembaktian diri dengan benar sepenuhnya dalam setiap tanggung jawab hidupnya?
Kita tentu sadar bahwa kita semua dalam tahap belajar dan sepertinya untuk
mencapai kesempurnaan tidak akan bisa. Ya, makanya kita butuh Yesus dan kita
terima Dia dalam diri kita. Dia adalah Allah, satu –satunya Allah yang utuh
sempurna dalam pemberian diri kepad manusia dan Dia juga dalam Pribadi Manusia
Yesus telah menjadi Manusia utuh yang sempurna dalam pembaktian diri kepada
Allah. Inilah mengapa kita dapat belajar memberi diri dalam hidup ini sebab
kita memiliki Yesus yang sudah terlebih tahu bagaimana harus membaktikan diri
dengan benar dalam segala tanggung jawab yang ada. Manusia duniawi yang tanpa
Yesus sesungguhnya akan sulit menikmati kebahagiaan hidup dalam segala tanggung
jawabnya. Tapi syuku bagi Allah bahwa kita dapat menikmati hidup ini dengan
baik walaupun ada dalam berbagai tanggung jawab sebab Yesuslah yang memampukan
kita. Mari kita tidak hanya membaca saja dan bertambah wawasan menjadi tahu
akan hal ini tetapi mendoakannya setiap hari agar kita menikmati kebenaran ini
dalam diri kita masing-masing. Merasakan bahwa Yesus itu sungguh nyata
menguatkan kita dan menghibur kita secara pribadi. Amin.

No comments:
Post a Comment