Thursday, November 16, 2017

Melayani Allah dalam pekerjaan

Melayani Allah dalam pekerjaan
Lalu kata Yesus kepada mereka: “kalau begitu berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Lukas 20: 25

Ayat di atas sering kita pakai dalam hal menghikmati soal pajak kepada pemerintah dan persembahan kepada Allah. Tetapi jika kita bicara lebih luas soal apa yang wajib kita berikan kepada Allah ataupun pemerintah (bangsa dan negara) maka kiat akan menemukan kebenaran yang sejati dari pemberian diri kepada Allah dan bangsa itu sebenarnya adalah satu. Tidak ada satupun manusia yanga akn benar-benar melayani bangsanya ataupun pemerintahnya jika dia tanpa mau melayani Allah di dalamnya. Melayani dalam tugas kewajiban apapun terhadap pekerjaan dan pemerintah kita haruslah kita nikmati sebagai pelayanan dan ibadah kepada Allah hingga di sinilah kita meyakini bahwa segala seuatu adalah benar-benar ibadah di dalam Yesus. Jika itu adalah ibadah maka kita tentu akan sangat menjaga kebenaran di dalam usaha kita tersebut.
Memberi kepada Allah dengan benar berarti kita juga akan sadar bahwa kita harus melayani pemerintah dengan benar. Pemerintah dalam hal ini tidak hanya tertuju pada satu tatanan mereka yang sedang berkuasa dan mengatur keadaan negara tetapi menyangkut keseluruhan bangsa di mana manusia di dalamnya adalah suatu pemerintahan bersama yang bergotong-royong dalam apapun profesi mereka. Ya, kiat akhirnya sadar bahwa kita hendaknya melayani sesama dengan benar. Memberi kepada pemerintah ataupun kehidupan kebersamaan dalam suatu pemerintahan bersama dengan benar itupun berarti kita harus melakukannya seperti kita turut juga memberikan itu kepada Allah. Ya, pembaktian diri kita kepada Allah itu nyata tidak hanya lewat kegiatan rohani tetapi lewat seluruh hidup kita termasuk kegiatan kita dalam bersosial di manapun kita berada. Pemberian diri kita kepada pemerintah ataupun sesama itu akan benar dan baik adanya jika kita lakukan pula sebagai pemberian dir kepada Allah. Jika kesatuan dari kedua hal ini semakin erat maka kita tidak akan mudah terbebani oleh tanggung jawab melainkan menikmati banyak kepuasan sebab itu adalah ibadah dan ibadah memberikan kelegaan dan kepuasdan batin.

Di tengah keadaan dunia yang semakin pelik dan serba ingin cepat kita diperhadapkan dengan berbagai tuntutan tanggung jawab. Jika tanpa hikmat dan pemberian diir yang benar maka kita akan kelabakan. Jika kita telaah dan dalami renungkan secara cermat coba kita telusuri adakah manusia di kolong langit ini yang sanggup melakukan pembaktian diri dengan benar sepenuhnya dalam setiap tanggung jawab hidupnya? Kita tentu sadar bahwa kita semua dalam tahap belajar dan sepertinya untuk mencapai kesempurnaan tidak akan bisa. Ya, makanya kita butuh Yesus dan kita terima Dia dalam diri kita. Dia adalah Allah, satu –satunya Allah yang utuh sempurna dalam pemberian diri kepad manusia dan Dia juga dalam Pribadi Manusia Yesus telah menjadi Manusia utuh yang sempurna dalam pembaktian diri kepada Allah. Inilah mengapa kita dapat belajar memberi diri dalam hidup ini sebab kita memiliki Yesus yang sudah terlebih tahu bagaimana harus membaktikan diri dengan benar dalam segala tanggung jawab yang ada. Manusia duniawi yang tanpa Yesus sesungguhnya akan sulit menikmati kebahagiaan hidup dalam segala tanggung jawabnya. Tapi syuku bagi Allah bahwa kita dapat menikmati hidup ini dengan baik walaupun ada dalam berbagai tanggung jawab sebab Yesuslah yang memampukan kita. Mari kita tidak hanya membaca saja dan bertambah wawasan menjadi tahu akan hal ini tetapi mendoakannya setiap hari agar kita menikmati kebenaran ini dalam diri kita masing-masing. Merasakan bahwa Yesus itu sungguh nyata menguatkan kita dan menghibur kita secara pribadi. Amin.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...