Sunday, November 26, 2017

HIKMAH DARI HILANGNYA PESAWAT MH 370


“Sebab aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”
1 Korintus 9 : 26
Kita  pasti  ingat  dan tahu  tentang  kejadian tentang  hilangnya  pesawat Malaysia Airlines yaitu
MH 370 pada Maret 2014 silam. Pesawat jenis Boeing yang perkasa itu entah mengalami kecelakaan udara ataupun dibajak secara tiba-tiba menghilang dari pantauan radar dan lenyap beserta 239 penumpang dan awak yang dibawanya. Pencarian terhadap pesawat ini menjadi operasi pencarian pesawat terbesar sepanjang sejarah yang melibatkan 29 negara yang terus bertambah secara bertahap seiring dengan semakin luasnya daerah pencarian.
     Di berita nampak sekali betapa keluarga para korban merasa amat kehilangan dan frustasi. Ada yang marah dan ada yang pingsan karena ketidakjelasan nasib kerabat mereka. Hubungan Malaysia dan China pun merenggang karena peristiwa ini. Sebagian besar penumpang adalah warga China. Meskipun pihak Malaysia telah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian dan dibantu negara-negara lainnya namun hasilnya belum jelas dan nihil. Berkali-kali pertemuan dengan keluarga korban diadakan oleh pihak Malaysia Airlines namun kericuhan yang terjadi pada setiap penghujungnya. Betapa mengherankan melihat keluarga korban yang tidak bisa menerima usaha keras pencarian yang dilakukan. Protes demi protes terus mengalir.
     Berbagai spekulasi akhirnya bermunculan, baik dari pemerintah Malaysia secara resmi maupun dari orang-orang tertentu yang hendak memperkeruh suasana atau hanya sekedar menebar sensasi. Ada yang mengatakan pesawat itu kemungkinan besar dibajak oleh penumpang gelap, ada yang bilang mungkin juga dibajak oleh pilotnya sendiri. Pihak Malaysia tidak main-main dengan hal itu, mereka menginstruksikan untuk memeriksa rumah dari semua awak dan penumpang dalam pesawat tersebut.
     Dugaan kuat tentang lokasi pesawat itu jatuh terdapat di samudera Hindia yang terkenal sebagai samudera paling ganas dan jarang dilewati kapal laut manapun. Puing-puing mencurigakan ditangkap oleh berbagai citra satelit, beberapa di antaranya adalah satelit milik Australia, Prancis, dan Thailand. Namun awal tahun 2016 ini akhirnya titik terang didapati setelah puing-puing pesawat yang diduga kuat milik MH 370 ditemukan di pantai Mozambique Afrika.
     Di dalam pesawat itu terdapat beberapa pasangan suami istri yang justru baru pulang dari bulan madu dan ada yang baru akan berbulan madu. Ada banyak pengusah terkenal di dalam pesawat itu dan ada 23 artis China turut serta di dalamnya termasuk seorang pemeran pengganti dari Aktor Jet Lee.
     Selain itu pihak Amerika mengkonfirmasi bahwa ada beberapa pegawai perusahaan militer mereka yang turut serta dalam pesawat itu. Para pegawai itu berwarga negara Malaysia dan China namun mereka bekerja di sebuah perusahan militer di Amerika. Ini memunculkan dugaan kuat akan adanya kemungkinan campur tangan usaha terorisme dalam kecelakaan pesawat tersebut.
     Apa yang dapat kita timba dan hikmati dari peristriwa itu? Berkaitan dengan pembacaan ayat di atas, yaitu Paulus mengatakan bahwa dalam Kristus dia berlari dalam suatu tujuan. Tujuan ilahi yang benar, tujuan ilahi yang pasti yaitu keselamatan dan hidup kekal dengan Allah. Inilah tujuan kita yaitu bersama dengan Allah sejak sekarang hingga nanti di kekekalan. Inialh tujuan kita, menikmati Kristus dalam hidup kita ini. Sebab tujuan manusia rohani bukan semata sebatas dunia dan materi atau kesuksesan jabatan melainkan kesuksesan Rohani. Semakin melekat dan menyatu dengan Kristus. Itulah yang kita kejar dalam Kristus yaitu Dia sebagaimana Paulus pun berkata bahwa dia semakin berlari pada tujuab panggilan Kristus dalam hidupnya.
     Banyak orang terhilang arah tujuan hidup, dalam hal ini karena mereka sebatas hanya mencari apa yang ada dalam dunia. Dalam hal ini karena mereka hanya mencari segala sesuatu tanpa adanya Pribadi Kristus yang harus dimuliakan di dalamnya. Padahal betapa nikmatnya jika kita selalu meminta pengenalan akan Dia dalam segala hal, baik lewat apa yang kita minta dan rencanakan maupun lewat apa saja yang kita alami dan hadapi.
     Jika tanpa adanya tuntunan Kristus dalam setiap usaha dan pencarian kita maka kita akan kehilangan arah tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu Keselamatan Kekal dalam Kristus. Kita akan fana dan terhilang seperti dunia ini. Sebagaimana Yakobus berkata bahwa hidup manusia seperti uap layaknya, hanya sesaat lalu hilang lenyap beserta segala kemuliaannya. Padahal adakah kemuliaan yang tidak kekal itu adalah kemuliaan sejati? Tentu tidak bukan?       
     Kita yang sudah di dalam Yesus belajar menikmati hidup yang penuh kemuliaan itu dalam segala pemberian diri kita untuk semakin mengenal Dia dan menemukan keutuhanNya, mengejar Dia selalu sebagai panggilan sorgawi kita, tujuan hidup kita. Orang yang mengejar tujuan sorgawi tidak akan pernah terhilang dalam dunia ini. Berkat lahiriah itu hanya mengikuti semata dan tidak bersusah-susah kita mencarinya dalam berbagai beban, sebaba Allah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan dalam kasihNya.
     Oleh karena Kristus kita mengalami hidup baru, hidup yang tidak lagi tersesat dan terhilang tanpa tujuan jelas. Mereka yang tanpa Kristus tujuannya tidak pasti dan terhilang. Dalam hal ini mengalami kefanaan bersama dunia yang tidak menentu arah tujuannya serta akan lenyap berlalu. Tetapi Firman Allah itu tinggal tetap, itulah arah tujuan kita yang sejati dan tidak akan pernah hilang dan menyesatkan. Kristus yang sudah menjadi Firman yang hidup dan tingal di dalam kita.
     Apapun tujuanmu dalam dunia ini, serahkan dan nikmati itu dalam pendidikan Allah yaitu mengenal Kristus semakin dalam hingga kita memahami Dia yang lebih dulu memahami kita. Apapun rencana dnan cita-cita kita, serahkan dan kerjakan kebenaran Kristus di dalamnya maka kita akan menikmati bahwa tujuanNya ada dalam segenap usaha kerja kita. Inilah yang disebut mengerjakan keselamatan, bukan lagi mengusahakan untuk masuk surga tetapi karena kita telah berada dalam lingkungan kerajaan Allah dan hendak menikmati, mengusahakan, mengejar, dan mengenal Kristus dalam segala hal. Inilah satu tujuan dengan Allah di dalam Kristus.          


No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...