Batu penjuru
Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: “Jika demikian apakah
arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu
penjuru? Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa
ditimpa batu itu, ia akan remuk.”
Lukas 20: 17-18
Sebab ada tertulis dalam
kitab suci: sesungguhnya Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih,
sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan
dipermalukan.”
1 Petrus 2: 6
Pada Lukas 20 ayat 9-19
berkisah tentang perumpamaan dari Yesus tentang para penggarap kebun yang
membunuh semua orang suruhan tuan mereka. Hingga akhirnya Tuann mereka itu
mengutus anaknya kepada para pengerja kebun. Namun mereka malah membunuh anak
dari tuan pemilik kebun tersebut karena berpikir bahwa dia yang datang diutus
itu adalah sang ahli waris jadi jika dia mati maka merekalah yang akan menjadi
pewaris kebun itu. Namun Yesus berkata jika tuan pemilik kebun itu datang maka
para penggarap itu akan dibinasakan dan kebun itu pasti dipercayakan pada orang
lain. Adapun perumpamaan itu Yesus sampaikan untuk menunjukkan bahwa para
tukang kebun yang jahat itu adalah ahli-ahli taurat, farisi, dan tokoh agama
Yahudi yang tidak taat kepada Allah dan menolak Yesus sebagai Anak allah hingga
membunuh para nabi Allah dari zaman perjanjian lama hingga membunuh Yesus
Kristus Anak Allah sendiri yang diutusNya bagi mereka. Tentu saja para ahli
taurat itu amat marah dan kesal oleh penolakkan mereka pada Yesus. Kata Yesus
bahwa Dia sebagai Batu dari tukang bangunan (bangsa Israel) yang dibuang
(ditolak) telah menjadi batu penjuru. Bagi mereka yang percaya kepadaNya Dia
menajdi batu penjuru untuk keselamatan tapi bagi mereka yang menolak Dia, Dia
menjadi batu penjuru kebinasaan. Yaitu mereka yang tidak mau percaya kepada
kebenaranNya.
Hidup dalam dunia yang
rentan ini memang penuh resiko. Sebenarnya manusia yang hidup hanya sebatas
berharap kepada dunia saja akan turut lenyap bersama dunia, binasa dan terbeban
hidup seperti halnya dunia. Inilah dikatakan jika tanpa Yesus kita rentan dan
remuk oleh hidup ini. Sebab sejak dosa masuk ke dalam dunia dan diri manusia
maka manusia sudah tidak bersahabat lagi dengan keadaan sekitar. Keadaan dunia
menjadi begitu ekstrim bagi tubuh, jiwa dan batin manusia. Makanya jika tanpa
Yesus sebagai Batu penjuru keselamatan hidup kita maka kita akan remuk oleh
dunia ini. Pasti saudara pernah mendengar istilah “kejamnya dunia.”
Yesus Kristus sang Batu Penjuru
Keselamatan dari Allah itu adalah penjuru untuk kita kembali terhubung dan
bersahbat dengan Allah. Hingga oleh itu maka kita dapat menikmati hidup yang
menaklukkan dunia. Iblis dalam dosanya adalah pribadi yang mengikat diri dengan
dunia, bersahabat dengan dunia yang sudah tidak bersahabat lagi dengan manusia.
Namun Iblis memakai dunia ini untuk menawan manusia agar turut mengikat diri
dengan dunia yang sebenarnya akan membebani manusia itu sendiri dalam berbagai
keinginan yang tiada putusnya dan masalah yang taida kelarnya.
Jika selama ini permintan
kita kepada Yesus Kristus hanya lebih banyak soal berkat materi ataupun soal
soulusi masalah dan pembelaan dari berbagai masalah ada baiknya kita mulai
berdoa untuk menyerahkan diri kepadaNya dalam hal ini mau semakin mengikatkan
dir dengan Dia. Hingga kita semakin hari semakin lepas dari ikatan atau bujuk
rayu iblis. Tidak ada salahnya dnegan permintaan berkat atau apapun yang kita
rindukan namun mari lebih banyak belajar untuk meminta pengenalan akan Dia
secara Pribadi sebab itualh tujuan Allah menciptakan kita. Semakain menyatu
dengan Dia hingga keinginan apapun jika belum tercapai tidak akan membebani
kita dan masalah apapun tidak akan pernah lagi menghantui dan membebani kita.
Situasi dunia boleh berubah-ubah dan sulit tapi kita tidak akan lagi merasakan
sengatannya. Seperti kata Paulus dalam 1 Korintus 15: 55. Selamat dan Sukses
dalam Yesus Kristus.

No comments:
Post a Comment