Thursday, November 16, 2017

Batu penjuru


Batu penjuru
Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: “Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.”
Lukas 20: 17-18
 Sebab ada tertulis dalam kitab suci: sesungguhnya Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan.”
1 Petrus 2: 6

Pada Lukas 20 ayat 9-19 berkisah tentang perumpamaan dari Yesus tentang para penggarap kebun yang membunuh semua orang suruhan tuan mereka. Hingga akhirnya Tuann mereka itu mengutus anaknya kepada para pengerja kebun. Namun mereka malah membunuh anak dari tuan pemilik kebun tersebut karena berpikir bahwa dia yang datang diutus itu adalah sang ahli waris jadi jika dia mati maka merekalah yang akan menjadi pewaris kebun itu. Namun Yesus berkata jika tuan pemilik kebun itu datang maka para penggarap itu akan dibinasakan dan kebun itu pasti dipercayakan pada orang lain. Adapun perumpamaan itu Yesus sampaikan untuk menunjukkan bahwa para tukang kebun yang jahat itu adalah ahli-ahli taurat, farisi, dan tokoh agama Yahudi yang tidak taat kepada Allah dan menolak Yesus sebagai Anak allah hingga membunuh para nabi Allah dari zaman perjanjian lama hingga membunuh Yesus Kristus Anak Allah sendiri yang diutusNya bagi mereka. Tentu saja para ahli taurat itu amat marah dan kesal oleh penolakkan mereka pada Yesus. Kata Yesus bahwa Dia sebagai Batu dari tukang bangunan (bangsa Israel) yang dibuang (ditolak) telah menjadi batu penjuru. Bagi mereka yang percaya kepadaNya Dia menajdi batu penjuru untuk keselamatan tapi bagi mereka yang menolak Dia, Dia menjadi batu penjuru kebinasaan. Yaitu mereka yang tidak mau percaya kepada kebenaranNya.
Hidup dalam dunia yang rentan ini memang penuh resiko. Sebenarnya manusia yang hidup hanya sebatas berharap kepada dunia saja akan turut lenyap bersama dunia, binasa dan terbeban hidup seperti halnya dunia. Inilah dikatakan jika tanpa Yesus kita rentan dan remuk oleh hidup ini. Sebab sejak dosa masuk ke dalam dunia dan diri manusia maka manusia sudah tidak bersahabat lagi dengan keadaan sekitar. Keadaan dunia menjadi begitu ekstrim bagi tubuh, jiwa dan batin manusia. Makanya jika tanpa Yesus sebagai Batu penjuru keselamatan hidup kita maka kita akan remuk oleh dunia ini. Pasti saudara pernah mendengar istilah “kejamnya dunia.”
     Yesus Kristus sang Batu Penjuru Keselamatan dari Allah itu adalah penjuru untuk kita kembali terhubung dan bersahbat dengan Allah. Hingga oleh itu maka kita dapat menikmati hidup yang menaklukkan dunia. Iblis dalam dosanya adalah pribadi yang mengikat diri dengan dunia, bersahabat dengan dunia yang sudah tidak bersahabat lagi dengan manusia. Namun Iblis memakai dunia ini untuk menawan manusia agar turut mengikat diri dengan dunia yang sebenarnya akan membebani manusia itu sendiri dalam berbagai keinginan yang tiada putusnya dan masalah yang taida kelarnya.

Jika selama ini permintan kita kepada Yesus Kristus hanya lebih banyak soal berkat materi ataupun soal soulusi masalah dan pembelaan dari berbagai masalah ada baiknya kita mulai berdoa untuk menyerahkan diri kepadaNya dalam hal ini mau semakin mengikatkan dir dengan Dia. Hingga kita semakin hari semakin lepas dari ikatan atau bujuk rayu iblis. Tidak ada salahnya dnegan permintaan berkat atau apapun yang kita rindukan namun mari lebih banyak belajar untuk meminta pengenalan akan Dia secara Pribadi sebab itualh tujuan Allah menciptakan kita. Semakain menyatu dengan Dia hingga keinginan apapun jika belum tercapai tidak akan membebani kita dan masalah apapun tidak akan pernah lagi menghantui dan membebani kita. Situasi dunia boleh berubah-ubah dan sulit tapi kita tidak akan lagi merasakan sengatannya. Seperti kata Paulus dalam 1 Korintus 15: 55. Selamat dan Sukses dalam Yesus Kristus.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...