Menerima Yesus dengan benar
(Ayat bacaan Lukas 20: 1-8)
“jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan suatu
pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepadaKu: Baptisan Yohanes itu dari sorga
atau dari manusia?”
Lukas 20: 3-4
Ayat-ayat di atas berkisah
tentang para ahli taurat dan tua-tua jemaat Yahudi yang hendak menjebak Yesus
dengan pertanyaan yang meragukan akan kuasaNya berasal. Mereka sengaja bertanya
demikian karena mereka memang telah melihat dan mendengar berbagi mujizat Yesus
namun sulit untuk percaya atau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat
Mesias yang diberikan Allah pada bangsa Israel. Itu karena mereka berharap akan
Mesias yang melepaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi yang mendirikan
kerajaan Israel baru dan mencapai kejayaan secara lahiriah seperti kerajaan
Daud dan Salomo dahulu. Namun Allah menyediakan Mesias yang bersifat Rohani,
yang membebaskan mereka dari dosa dan maut serta mendirikan kerajaan Allah
secara rohani di dalam diri setiap orang percaya.
Meski sudah melihat
berbagai kuasa Allah yang bekerja dalam diri Yesus Kristus namun karena mereka
menantikan dan mengharapkan Mesias yang tampil gagah secara lahiriah mereka
akhirnya sulit menerima Yesus. Mereka keras dan menolak Dia yang secara jelas
telah menagku sebagai Mesias dari Allah di depan mahkamah Agama pada malam saat
Dia diserahkan. Pada kisah di atas Yesus balik bertanya kepada para ahli taurat
tentang asal kuasa baptisan Yohanes yang telah membaptis Yesus Kristus. Mereka
sulit menjawabnya sebab jika mereka menjawab itu berasal dari allah maka Yesus
akan menyatakan benar akan hal itu dan mereka berarti tidak punya alasan untuk
tidak percaya sebab pasti kuasa Yesus itupun berasal dari Allah. Namun jika
mereka hendak menyangkal Dia maka mereka takut akan diadili oelh rakyat sebab
rakyat Yahudi amat meyakini kenabian Yohanes.
Sebenarnya para tokoh
agama dan ahli taurat Yahudi saat itu sudah tahu bahwa Yesuslah Mesias dari
Allah namun mereka enggan percaya dan sulit menerima kenyatan bahwa seorang
Mesias hadir dalam rupa hamba seperti Yesus Kristus dan hendak menawarkan hidup
yang kekal dan kelepasan secara rohaniah dan bukan lahiriah. Inilah mengapa
mereak amat membenci Dia. Dewasa ini kita banyak menemukan orang-orang percaya
akan Yesus hanya sebatas pada kuasaNya saja ataupun berkat materiNya saja
tetapi menjauh atau tidak menerima akan Kuasa KebenaranNya yang sesungguhnya
itulah yang hendak Allah berikan bagi kita. Jika kita hanya sebatas lebih
mengagungkan Dia atau menerima Dia karena KuasaNya maka kita akan masih
membanding-bandingkan Dia dengan apa yang dunia punya. Kita akan masih goyah
dengan berbagai gejolak dunia. Tapi marilah kita menerima Dia yaitu Pribadi
KebenaranNya yang akan membuat kita kokoh dan tidak goyah oleh berbagai tawaran
dunia atau goncangan dunia.
Di akhir zaman nanti akan
banyak orang meninggalkan Yesus atau menjadi kecewa sebab hanya mengandalkan
KuasaNya saja, berkatNya saja dan tidak setulusnya mengandalkan KebenaranNya.
Padahal Kebenaran Allah itulah sumber dari segala sesuatu. Inilah mengapa
betapa pentingnya kita untuk kuat dakam pengajaran allah. Pengajaran itu
berlangsung secara pribadi kita dengan Dia lewat segala situasi hidup kita.
PengajaranNya itu berlaku bagi semua orang percaya dan bukan hanya untuk mereka
para pelayan gereja atau jemaat. Mari bersama menerima Yesus seutuhnya dan
sebenar-benarnya yaitu Pribadi KebenaranNya.

No comments:
Post a Comment