Thursday, November 16, 2017

Menerima Yesus dengan benar


Menerima Yesus dengan benar
(Ayat bacaan Lukas 20: 1-8)
“jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepadaKu: Baptisan Yohanes itu dari sorga atau dari manusia?”

Lukas 20: 3-4
Ayat-ayat di atas berkisah tentang para ahli taurat dan tua-tua jemaat Yahudi yang hendak menjebak Yesus dengan pertanyaan yang meragukan akan kuasaNya berasal. Mereka sengaja bertanya demikian karena mereka memang telah melihat dan mendengar berbagi mujizat Yesus namun sulit untuk percaya atau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Mesias yang diberikan Allah pada bangsa Israel. Itu karena mereka berharap akan Mesias yang melepaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi yang mendirikan kerajaan Israel baru dan mencapai kejayaan secara lahiriah seperti kerajaan Daud dan Salomo dahulu. Namun Allah menyediakan Mesias yang bersifat Rohani, yang membebaskan mereka dari dosa dan maut serta mendirikan kerajaan Allah secara rohani di dalam diri setiap orang percaya.
Meski sudah melihat berbagai kuasa Allah yang bekerja dalam diri Yesus Kristus namun karena mereka menantikan dan mengharapkan Mesias yang tampil gagah secara lahiriah mereka akhirnya sulit menerima Yesus. Mereka keras dan menolak Dia yang secara jelas telah menagku sebagai Mesias dari Allah di depan mahkamah Agama pada malam saat Dia diserahkan. Pada kisah di atas Yesus balik bertanya kepada para ahli taurat tentang asal kuasa baptisan Yohanes yang telah membaptis Yesus Kristus. Mereka sulit menjawabnya sebab jika mereka menjawab itu berasal dari allah maka Yesus akan menyatakan benar akan hal itu dan mereka berarti tidak punya alasan untuk tidak percaya sebab pasti kuasa Yesus itupun berasal dari Allah. Namun jika mereka hendak menyangkal Dia maka mereka takut akan diadili oelh rakyat sebab rakyat Yahudi amat meyakini kenabian Yohanes.
Sebenarnya para tokoh agama dan ahli taurat Yahudi saat itu sudah tahu bahwa Yesuslah Mesias dari Allah namun mereka enggan percaya dan sulit menerima kenyatan bahwa seorang Mesias hadir dalam rupa hamba seperti Yesus Kristus dan hendak menawarkan hidup yang kekal dan kelepasan secara rohaniah dan bukan lahiriah. Inilah mengapa mereak amat membenci Dia. Dewasa ini kita banyak menemukan orang-orang percaya akan Yesus hanya sebatas pada kuasaNya saja ataupun berkat materiNya saja tetapi menjauh atau tidak menerima akan Kuasa KebenaranNya yang sesungguhnya itulah yang hendak Allah berikan bagi kita. Jika kita hanya sebatas lebih mengagungkan Dia atau menerima Dia karena KuasaNya maka kita akan masih membanding-bandingkan Dia dengan apa yang dunia punya. Kita akan masih goyah dengan berbagai gejolak dunia. Tapi marilah kita menerima Dia yaitu Pribadi KebenaranNya yang akan membuat kita kokoh dan tidak goyah oleh berbagai tawaran dunia atau goncangan dunia.
Di akhir zaman nanti akan banyak orang meninggalkan Yesus atau menjadi kecewa sebab hanya mengandalkan KuasaNya saja, berkatNya saja dan tidak setulusnya mengandalkan KebenaranNya. Padahal Kebenaran Allah itulah sumber dari segala sesuatu. Inilah mengapa betapa pentingnya kita untuk kuat dakam pengajaran allah. Pengajaran itu berlangsung secara pribadi kita dengan Dia lewat segala situasi hidup kita. PengajaranNya itu berlaku bagi semua orang percaya dan bukan hanya untuk mereka para pelayan gereja atau jemaat. Mari bersama menerima Yesus seutuhnya dan sebenar-benarnya yaitu Pribadi KebenaranNya.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...