“Dengan sungguh-sungguh Aku akan mengumpulkan engkau seluruhnya,
hai Yakub, dengan sungguh-sungguh Aku akan menghimpun sisa orang Israel; Aku
akan menyatukannya seperti kambing domba dalam kandang, seperti kawanan binatang
di tenagh-tengah padangnya, sehingga ramai dengan manusia! Penerobos akan maju
di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan
akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, Tuhan
sendiri di kepala barisan mereka!
Mikha 2: 12-13
Petikan ayat di atas
adalah tentang janji Allah bagi bangsa Israel untuk penyertaan
dan
pemulihanNya bagi mereka bahwa Allah akan berjalan di depan mereka dan mereka
akan bersatu dalam pemulihanNya serta berhasil menerobos musuh. Secara rohani
dan utuh janji ini berlaku bagi kita Israel-Israel Rohani di dalam Yesus. Bahwa
Dia sanggup memulihkan kita dan berada di pihak kita sebagai kepala yang
menuntun dan memimpin kita menerobos segala masalah dan halangan apapun yang ada
di depan.
Jaman sekarang saya
sering mendengar dan melihat sendiri kotbah dan ungkapan bahwa kita jadi kepala
dan bukan ekor. Ungkapan ini diambil dari dari Alkitab tentang janji Tuhan juga
bagi kita. Namun sayangnya amat keliru jika selalu diartikan sebatas lahiriah
semata di mana yang dimaksud jadi kepala adalah menjadi pemimpin, kepala dinas,
kepala bagian, bos dan sebagainya. Jika demikian, jika semua orang percaya
hendak menjadi kepala atau pemimpin lalu siapa yang bekerja di bawahnya? Lalu
apakah orang yang bekerja sebagai bawahan itu tidak diberkati dan tidak
disertai Tuhan jika kita hanya beriman bahwa penyertaan Tuhan adalah menjadikan
kita kepala sebagai pemimpin yang selalu memiliki bawahan?
Apa gunanya kita
menjadi kepala atau pemimpin namun tujuan dan kinerjanya buruk? Apa gunanya
kita menjadi pemimpin jika kita hidup dan bekerja tanpa Kristus? Jika keluarga
kita hancur berantakan, jika jabatan kita membuat kita berubah buruk,
berfoya-foya dan mengejar kesenangan dunia semata yang menelan kita dalam dosa?
Semua itu tiada gunanya. Kita benar-benar kepala dan pemimpin jika kita sanggup
meminpin diri kita sendiri yang terutama dan itu hanya terjadi jika Yesus yang
mengendalikan kita, inilah kepala dan pemimpin.
Jadilah kepala dan
pemimpin atas diri kita, atas hidup dan pekerjaan kita. Appaun jabatan dan
usaha kita dalam pekerjaan kita masing-masing lakukanlah dalam kepemimpinan
Kristus atas kita, inilah yang dimaksud menjadi kepala dan bukan ekor. Kita
tidak seperti gaya dunia yang hanya tahu mengekor dan mengikuti arus dan sistem
yang buruk yang ada. Seorang kepala dan pemimpin yang sejati itu bebas dari
berbagai tekanan apapun. Dia tegap dan bebas bertindak sendiri tanpa takut
ditekan oleh sistem yang jahat.
Jika kita adalah
anakNya, kita adalah kepala dalam hidup kita masing-masing yang bertindak tidak
di bawah tekana dunia maupun iblis dan dosa. Kita bertindak di bawah kebenaran
dan tuntunan Allah yang membebaskan kita. Lihatlah sekeliling anda, lihatlah
bagaimana orang yang hidupnya hidup di bawah tekanan nafsu dan tuntutan dosa
dunia, mungkin secara lahirah mereka bos dan pemimpin suatu perusahan atau
instansi namun secara batiniah dan rohani mereka sedang di bawah perbudakan
dosa dan diri sendiri.
Saudara dan saya
diajak Yesus untuk menjadi kepala di dalam
KepemimpinanNya. Dia di pihak kita maka tidak ada yang dapat menjajah
kita bahkan dosa dan dunia sekalipun. Dia memimpin kita menerobos segala
halangan dan rintangan yang ada di depan kita sebagaimana Dia selalu berhasil
memimpin umatNya Israel dahulu demikian juga terlebih sekarang bagi kita umat
pilihanNya di dalam Kristus. CaraNya untuk memberi kita kemenangan dan
kesuksesan lebih dahsyat dan besar dibanding cara dunia. Semua diawali dari
kita yang semakin dilatih bermental pemimpin di dalam diri kita, dalam profesi
pekerjaan kita dan dalam keseluruhan hidup kita, inilah iman dalam menjadi
kepala dan bukan ekor yang Allah sediakan dan maksudkan bagi kita.

No comments:
Post a Comment