Sunday, November 26, 2017

Ketika Tuhan memimpin kita


“Dengan sungguh-sungguh Aku akan mengumpulkan engkau seluruhnya, hai Yakub, dengan sungguh-sungguh Aku akan menghimpun sisa orang Israel; Aku akan menyatukannya seperti kambing domba dalam kandang, seperti kawanan binatang di tenagh-tengah padangnya, sehingga ramai dengan manusia! Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, Tuhan sendiri di kepala barisan mereka!
Mikha 2: 12-13

Petikan ayat di atas adalah tentang janji Allah bagi bangsa Israel untuk penyertaan
dan pemulihanNya bagi mereka bahwa Allah akan berjalan di depan mereka dan mereka akan bersatu dalam pemulihanNya serta berhasil menerobos musuh. Secara rohani dan utuh janji ini berlaku bagi kita Israel-Israel Rohani di dalam Yesus. Bahwa Dia sanggup memulihkan kita dan berada di pihak kita sebagai kepala yang menuntun dan memimpin kita menerobos segala masalah dan halangan apapun yang ada di depan.
     Jaman sekarang saya sering mendengar dan melihat sendiri kotbah dan ungkapan bahwa kita jadi kepala dan bukan ekor. Ungkapan ini diambil dari dari Alkitab tentang janji Tuhan juga bagi kita. Namun sayangnya amat keliru jika selalu diartikan sebatas lahiriah semata di mana yang dimaksud jadi kepala adalah menjadi pemimpin, kepala dinas, kepala bagian, bos dan sebagainya. Jika demikian, jika semua orang percaya hendak menjadi kepala atau pemimpin lalu siapa yang bekerja di bawahnya? Lalu apakah orang yang bekerja sebagai bawahan itu tidak diberkati dan tidak disertai Tuhan jika kita hanya beriman bahwa penyertaan Tuhan adalah menjadikan kita kepala sebagai pemimpin yang selalu memiliki bawahan?
     Apa gunanya kita menjadi kepala atau pemimpin namun tujuan dan kinerjanya buruk? Apa gunanya kita menjadi pemimpin jika kita hidup dan bekerja tanpa Kristus? Jika keluarga kita hancur berantakan, jika jabatan kita membuat kita berubah buruk, berfoya-foya dan mengejar kesenangan dunia semata yang menelan kita dalam dosa? Semua itu tiada gunanya. Kita benar-benar kepala dan pemimpin jika kita sanggup meminpin diri kita sendiri yang terutama dan itu hanya terjadi jika Yesus yang mengendalikan kita, inilah kepala dan pemimpin.
     Jadilah kepala dan pemimpin atas diri kita, atas hidup dan pekerjaan kita. Appaun jabatan dan usaha kita dalam pekerjaan kita masing-masing lakukanlah dalam kepemimpinan Kristus atas kita, inilah yang dimaksud menjadi kepala dan bukan ekor. Kita tidak seperti gaya dunia yang hanya tahu mengekor dan mengikuti arus dan sistem yang buruk yang ada. Seorang kepala dan pemimpin yang sejati itu bebas dari berbagai tekanan apapun. Dia tegap dan bebas bertindak sendiri tanpa takut ditekan oleh sistem yang jahat.
     Jika kita adalah anakNya, kita adalah kepala dalam hidup kita masing-masing yang bertindak tidak di bawah tekana dunia maupun iblis dan dosa. Kita bertindak di bawah kebenaran dan tuntunan Allah yang membebaskan kita. Lihatlah sekeliling anda, lihatlah bagaimana orang yang hidupnya hidup di bawah tekanan nafsu dan tuntutan dosa dunia, mungkin secara lahirah mereka bos dan pemimpin suatu perusahan atau instansi namun secara batiniah dan rohani mereka sedang di bawah perbudakan dosa dan diri sendiri.

     Saudara dan saya diajak Yesus untuk menjadi kepala di dalam  KepemimpinanNya. Dia di pihak kita maka tidak ada yang dapat menjajah kita bahkan dosa dan dunia sekalipun. Dia memimpin kita menerobos segala halangan dan rintangan yang ada di depan kita sebagaimana Dia selalu berhasil memimpin umatNya Israel dahulu demikian juga terlebih sekarang bagi kita umat pilihanNya di dalam Kristus. CaraNya untuk memberi kita kemenangan dan kesuksesan lebih dahsyat dan besar dibanding cara dunia. Semua diawali dari kita yang semakin dilatih bermental pemimpin di dalam diri kita, dalam profesi pekerjaan kita dan dalam keseluruhan hidup kita, inilah iman dalam menjadi kepala dan bukan ekor yang Allah sediakan dan maksudkan bagi kita.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...