Kristus sebagai penakluk
Mari kita belajar dari Kristus sang
penakluk sejati tentang apa itu sesungguhnya penakluk dan penaklukkan.
Ayat-ayat di bawah ini akan menyingkapkan hal tersebut dan menunjukkan
keutamaan Kristus dalam segala sesuatu lewat Pribadi Penakluk.
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih
daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita, sebab aku
yakin bahwa baik maut, maupun hidup, baik malikat-malaikat, maupun
pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau
kuasa-kuasa baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu mahkluk
lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada di dalam
Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8: 37-39
Apapun
kasih itu jika itu berasal dari dunia itu akan terpisahkan tetapi jika itu
berasal dari Allah itu kekal dan menyatukan tidak terpisahkan. Allah yang mau
mengasihi dan mengikat diriNya dengan manusia itu nyata dalam pribadi Kristus.
Dan manusia yang mengikatkan dirinya dan manu mengasihi Allah itu terwujud
nyata pula dalam Kristus inilah Kristus yang nyata dalam kita. Segala sesuatu
bermula dari Dia sebagai dasar kita semenjak kita mau menerima Dia. Sayangnya
jika belum masuk pada penerimaan keutuhan Kristus banyak orang yang sedang
melayani pekerjaan Allah atau beraktifitas dalam kerohanian namun tidak sadar
kalau sedang menolak Dia sebab belum mendasarkan dan mengakui segala sesuatu
dari Dia dan oleh Dia. Semua akan terbuka ketika kita masuk pada fase
selanjutnya dalam pengiringan akan Dia. Yang dibutuhkan di sini adalah
kepekaaan diri kita untuk meminta yang utama kepadaNya dalam doa permohonan
kita serta kerelaan diri kita untuk memberi diri kepadaNya. Hal ini akan
semakin terbuka jika kita masuk pada pembahasan selanjutnya.
“lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu
kepadaku: “jangan engkau menangis! Sesungguhnya, Singa dari suku Yehuda, yaitu
tunas Daud telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan
membuka ketujuh meterainya.” Wahyu 5:5
Dalam ayat di atas kita menemukan
penyataan akan Kristus sebagai Singa
dari Yehuda, Dia yang telah menang dari sekian banyak pendahulu. Pemenang di
sini di mana Kristus mewakili dua, yaitu Dia sebagai Allah yang menang untuk
manusia dan sebagai Manusia yang menang untuk Allah atau di hadapan Allah.
Hanya Dia satu-satunya yang menang yang sanggup dan layak membuka gulungan
kitab yang termeterai. Di dalam Dia dan oleh Dialah maka kita pun akan
menikmati hidup yang termeterai dalam gulungan kitab kehidupanNya Allah. Dialah
Kristus, Allah yang memeteraikan diriNya bagi manusia, mendedikasikan diriNya
atau mempersembahkan DiriNya bagi manusia dan sebaliknya pula Dialah manusia
yang seutuhnya benar dan mendedikasikan DiriNya untuk Allah. Makanya dalam
segala hal Allah sangat meninggikan Dia dan sebagaimana Allah meninggikan Dia
maka Dia harus dan layak ditinggikan oleh segenap umat manusia sebagai sumber
kemenangan dan keselamatan. Inilah Kristologi sejati, kesatuan yang tersingkap
jelas antara Allah dan manusia di dalam pribadi Yesus Kristus.
“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai
maut, di manakah sengatmu?” sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum
taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita
kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Korintus 15: 57
Satu-satunya Allah yang sanggup
mengalahkan dosa dan maut itu terwujudnyatakan di dalam pribadi Yesus Kristus
agar di dalam Dia manusia yang percaya dapat beroleh kemenangan dan kelepasan
yang sama. Sebab apapun setiap usaha manusia sebenarnya berujung pada keinginan
untuk mencari kepuasan diri karena sejatinya manusia sejak jatuh dalam dosa
kehilangan akan kemuliaan dan kepuasan hidup untuk menikmati hidupnya. Inilah
Kehadiran Kristus bagi kita dimaksudkan agar kita mau menerima Dia semakin hari
semakin luas di dalam diri kita dan menanggalkan segenap keinginan dan pribadi
kita di dalam Dia. Agar keinginan dan kehendak Dia masuk dalam setiap sendi
aspek hidup kita. Inilah kebebasan dan kemenangan orang percaya, kita tidak
lagi berjalan sesuai kehendak kita dan meminta penyertaanNya untuk apa yang
kita mau tetapi kita berjalan sesuai kehendak Dia dan meminta penyertaanNya
untuk apa yang Dia mau di dalam kita. Jika manusia berjalan sesuai kehendak
sendiri maka sebaik apapun itu, itu adalah penjajahan dan perbudakan sebab
tanpa Allah diri manusia itu lekat dengan hukum dosa.
Sewaktu saya masuk pada penyangkalan diri
secara utuh dalam hal ini saya katakana utuh sebab ada satu titik di mana saya
mengalami pengalaman rohani luar biasa. Saat di mana saya setelah sekian lama
berdoa demikian: “ Ya Tuhan, ajar saya dalam segala hal untuk semakin mengenal
Engkau, dan nyatakanlah PribadiMu yang ada di dalam saya”, maka akhirnya saya
mengalami di mana Dia menyatakan diriNya bahwa benar-benar Dia ada di dalam
kita secara pribadi lewat Roh KudusNya, saya tekankan di sini Roh Kudus itu
Pribadi Allah dan ada di dalam kita makanya kiat di sebut anak-anak Allah. Pada
saat itu saya diperhadapkan kenyataan untuk menerima bahwa hidup saya bukan
milik saya tetapi milik Dia yang ada di dalam saya. Saya harus menerima
kenyataan bahwa saya milik Dia tidak berhak lagi menentukan sendiri sejengkal
pun jalan hidup saya dan keinginan saya. Satu hal yang saya pergumulkan sejak
dahulu adalah tentang pelayanan dan pekerjaan. Saya tidak mau terjun dalam
dunia pelayanan dalam hal ini secara umum terjemahkan sebagai pelayanan rohani
atau jadi pendeta dan rohaniawan lainnya secara full. Namun di sisi lain saya
memang lebih suka hendak memiliki pekerjaan yang dunia kategorikan sebaga
pekerjaan sekuler yang dianggap tidak ada kaitannya sedikitpun dengan hal
rohani.
Hingga pada akhirnya saya berhasil
melepaskan diri saya dari segala beban ketidakinginan untuk tunduk dan
menyerahkannya kepada Dia yang ada di dalam saya, yang juga menguatkan saya
untuk melakukan itu. Dan apa yang saya temui adalah luar biasa bebas, ketika
saya memberi apa yang seolah hak saya, seolah hak di sini dalam arti diri saya
secara utuh dalam segala keinginannya, ketikak saya serahkan itu dan tunduk
kepada Dia maka Dia memenuhi saya secara utuh dalam setiap sendi kehendak saya
hingga akhirnya Kristus kembali memberikan apa yang saya anggap hak saya itu
kepada saya namun dalam keadaan diri saya yang sudah berbeda. “Karena engkau
sudah memberi dirimu dan segala aspek kehendak di dalamnya maka Aku
memberikannya kembali sebab yang di ubah bukan pada kehendak atau keinginan
kita tetapi motivasi dan dasar dari mana kehendak itu muncul.” Yang dirombak di
sini adalah dosa, sesungguhnya hukum atau pribadi dosa itu yang dirombak dan
dihancurkan oleh Allah di dalam kita, Cuma karena diri manusia kita sudah lekat
dan senyawa dengan dosa maka kita merasa diri inilah yang diambil atau
dirombak. Tetapi sesungguhnya dosa di dalam diri kita, bukan sekedar
perbuatannya, itu terlalu kecil tetapi akar hidupnya, hukumnya atau pribadinya,
kuasanya yang dihancurkan hingga kita dapat menikmati kembali diri kita seturut
kehendak Allah dan tanpa beban lagi dalam pengiringan akan Dia.
“Berry, jika kamu pun bekerja sesuai
keinginanmu dan tanpa adanya Aku di
sana, apakah kamu akan benar menikmatinya?” saya berkata tidak Tuhan. “Berry,
jika kamupun melayani Aku dan kamu hanya melakukan karena beban hukum tanpa adanya Aku di sana apakah
kamu akan menikmatinya?” jawabku, tidak Tuhan. Ketika saya telah masuk pada
penyerahan diri kepadanya maka Dia menunjukkan
suatu realita baru yang lebih bersifat batiniah, perombakan dan
perubahan diri dari dalam nyata Dia kerjakan di dalam saya. “AnakKu, karena
kamu telah menyerahkan dirimu dan segala kehendak di dalamnya maka apapun yang
kamu kehendaki, apapun yang kamu inginkan, terjadilah sesuai rencanamu dan Aku
menyertaimu.” Sebab yang diubah bukan kehendak rencana lahiriah kita tetapi
dasar dari mana itu berasal. Yang diubah adalah batin kita, hati dan pikiran
kita. Jika dahulu masih bersenyawa dengan dosa dan hanya hidup dalam kasih
karunia pelayakanNya maka sekarang telah hidup dalam bersenyawa dengan Dia dan
dalam kelayakanNya. Ini perbedaan yang amat jauh dalam fase hidup orang
percaya. Hanya bisa diukur dan dinilai secara batiniah rohaniah dan tidak bisa
diukur sebatas jasmaniah sebagaimana Paulus utarakan dalam 1 Korintus 5: 16-17.
Terjadi perubahan atau peningkatan yang
besar dalam cara pandang, iman, kekuatan dalam Kristus, menilai hidup dan
segala sesuatu. Nyata benar bagaimana Kristus yang telah menaklukkan saya tidak
bisa lagi ditaklukan oleh siapaun dan apapun juga. Sebab utamanya adalah
bermula dari diri kita selama kita mnasih belum seutuhnya takluk atau mau
takluk kepada Kristus maka dunia masih mudah menaklukan kita sebab kita masih
banyak membawa diri kita saja dna Kristus hanaya labelnya. Tetapi jika kita membawa Kristus sebagai Pribadi utuh, dunia
pasti akan membenci tetapi mereka tidak akan sanggup membantah. Inilah yang
saya alami dan nikmati sejak saat pengalaman hebat itu hingga sekarang.
“Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah
dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenanganNya
atas mereka.” Kolose 2: 15
Apa sebab kita tidak bisa menilai Kristus
sebatas lahiriah saja? Sebab kekayaan dan kemuliaan Allah tidak akan tergambar
sepenuhnya secara lahiriah. Ayat di atas contohnya. Secara lahiriah mata
jasmaniah, perasaan dan pikiran jiwani manusia akan menilai bahwa Kristuslah
yang dilucuti dan dijadikan tontonan di kayu salib tetapi ayat di atas
berbicara realita yang berlawanan bahwa sebaliknya pemerintah dunialah yang
dilucuti dan menjadi tontonan umum dalam kemenangan Kristus. Manusia duniawi
mengukur kemenangan secara jasmaniah semata, uang banyak, jabatan digapai,
punya gedung baru, rumah baru, usaha baru maju, sukses dan lain-lain. Sangat
menyedihkan juga iman dalam kehidupan rohaniah dinilai juga sebatas lahiriah
semata. Iman digambarkan hanya dalam situasi jika mempercayai hal supranatural.
Yakin sembuh, menyembuhkan sakit-sakit parah secara medis, meyakini berkat
datang, dan lain-lain. Padahal iman bukanlah objek semata, tetapi jika kita
masuk dalam Keutuhan Kristus atau Kristologi sejati kita akan menemukan Iman
itu berbicara Pribadi dan semua kebenaran ungkapan Alkitab menunjuk dan menuju
pada satu pribadi yang sempurna di mana semua kebenaran Alkitab itu sempurna di
dalam Dia. Dialah Kristus, segala sesuatu tanpa hakekat Kristus itu bukan iman
dan segala sesuatu yang dasarnya hakekat Kristus itu adalah Iman sebab Iman itu
adalah Kristus, perhatikan Galatia 3:22-26.
Amat menyedihkan dan tidak heran jika
sekarang banyak pengajaran dan komunitas pelayanan yang akhirnya salah kaprah
dalam menerjemahkan iman bagi jemaat. Dalam Galatia 3: 22-25 jelas menyatakan
Iman itu adalah Pribadi Kristus. Apapun yyang kita lakukan tanpa Dia, sehebat
apapun itu sebaik apapun itu itu bukan Iman, itu motivasi diri manusiawi,
manusia alamiah yang akan berakhir dalam dunia. Jika iman Kristus yang kita
miliki maka kita tidak akan berpandangan sesempit yang umumnya orang lakukan.
Mengasihi sesama itu wujud iman, tidak hanya nanti menyembuhkan sakit ini dan
itu. Menerima keberadaan diri dan sesama itu iman, bukan sembarang iman tidak
hanya dinilai dari mengahdirkan mujisat supra natural ini dan itu. Iman itu
Kristus di dalam kita.
“sebab semua yang lahir dari Allah,
mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita.
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya bahwa Yesus
adalah Anak Allah?” 1 Yohanes 5:4-5
Kemenangan yang mengalahkan Dunia adalah
Iman kita dan iman kita adalah Kristus bukan dari diri kita sendiri tetapi dari
Allah untuk kita. Kita perlu mempercayai betul FirmanNya yang mengatakan semua
dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia, (Kolose 1:16). Untuk masuk pada percaya
kepada Yesus adalah Anak Allah itupun bukan sebatas percaya kehadiranNya yang
lahir sebgai anak Allah dan anak Manusia
sebagaimana Alkitab selalu nyatakan dengan jelas. Tetapi dalam hal ini kita
harus menerima dan mengakui keberadaanNya sebagai Anak Allah dan Anak Manusia
di mana di dalam Dia Allah dan Manusia menjadi satu dan dipersatukan. Pribadi
yang utuh mewakili Allah dan Manusia agar keduanya dipersatukan kembali di
dalam Dia.
“demikianlah kita
mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang
sebagai manusia, berasal dari Allah. Dan setiap roh, yang tidak mengaku
(menolak, membenci, menghindari, menghalangi) Yesus, tidak berasal dari
Alla.Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia kamu dengar, bahwa ia akan
datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.”
1 Yohanes 4: 4-5
“Sebab banyak penyesat
telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus
telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”
2 Yohanes 1: 7
“Maka kata Yesus: apabila
kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan
bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri tetapi Aku berbicara
tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu.” Yohanes 8: 28
“Dan sama seperti Musa
meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.” Yohanes
3: 14-15
Ingat kejadian bangsa
Israel yang dipagut ular di padang gurun? Agar terlepas dan sembuh dari bisa
ular maka Musa oleh perintah Allah memperlihatkan tongkat ular hingga mereka
yang melihat tongkat ular itu selamat dan sembuh. Jika ingin sembuh dari racun
dunia, pandang dan tinggikan Yesus Kristu, Anak Allah dan Anak Manusia.
Perhatikan kata Anak Manusia yang oleh Alkitab di tulis dengan huruf capital. Jelas
sudah bahwa kita tidak hanya bisa lebih mengakui Kristus hanya pada sisi
Keilahian Dia atau sisi Ketuhanan Dia tetapi kita perlu mengakui sejajar dengan
sisi kemanusiaan Dia yang sempurna. Sebab mengakui Tuhan dalam KetuhananNya itu
semua manusia yang bahkan tidak percaya Kristus pun bisa lakukan meski tuhan
mereka dalam hal ini berbeda dengan Tuhan kita. Namun mengakui Ketuhanan Allah
dalam wujud manusia itu sulit. Hanya kemurahan Roh kudus yang membuat kita
mampu beriman kepadaNya. Dan untuk masuk lebih dalam akan Kristus maka
pengakuan akan kesempurnaanNya dalam wujud manusia itu akan banyak menemplak dosa
di dalam batiniah setiap pribadi, itu akan menghancurkan dan menelanjangi
pribadi dosa setiap orang. Ini yang membuat banyak orang marah dan geram akan
pengajaran Kristus dalam hal ini Kristologi sejati sebab itu yang saya sudah
alami selama memberitakan Dia secara pribadi. Namun jika hati berani dan rela terbuka kepadaNya
maka justru kehadiranNya secara utuh dalam diri kita lewat pengakuan diri kita
kepada Dia yang sempurna dan satu-satunya itu akan membuat kita lega dan
terbebas dari segala beban dunia. Dunia akan tunduk sebab kita terlebih dahulu
telah tunduk kepadaNya. Diawali dari dalam batin, dalam RohNya yang ada dalam
kita.

No comments:
Post a Comment