Baca:
Lukas 2:1-14
Peristiwa Natal akan
tenggelam dalam keheningan malam kota kecil Betlehem, seandainya malaikat Tuhan
tidak datang untuk mengumandangkan berita sukacita, “Kristus Tuhan sudah lahir
di kota Daud.” Nyanyian malaikat merupakan tanda bahwa kemuliaan Allah menaungi
isi dunia, direpresentasikan oleh para gembala di padang rumput. Memang dunia
ini ibarat padang rumput dengan para gembala serta domba-domba mereka di malam
hari. Tenang, hening dan hanyut, dan hampir tidak ada kehidupan! Ketika terang
ilahi bersinar melingkupi semuanya, tidak hanya para gembala yang tersentak
dari lamunannya, dunia pun menggeliat terbangun oleh berita sukacita yang datang
dari tempat yang mahatinggi. Dunia yang hanyut oleh ketiadaan pengharapan, tersentak
oleh pernyataan sorgawi: “Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi, dan damai
sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Pernyataan ini
membukakan harapan, bahwa bagi dunia yang hampa diberikan damai sejahtera.
Damai sejahtera itu selain merupakan perwujudan kemuliaan Allah, juga merupakan
penggenapan janji Allah, yaitu bahwa damai diberikan kepada umat yang
memperkenankan hati-Nya. Mereka yang memperkenankan hati Allah adalah mereka yang
menerima Dia, cahaya kemuliaan Allah, yang lahir di kandang hina. Renungkan:Kemuliaan Allahlah yang
mendatangkan damai sejahtera di bumi. Apakah Anda sudah menerima Sang Cahaya
Kemuliaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
DONASI DAN SPONSORSHIP
Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370
-
Agama Kristen lahir di suatu tempat dan pada suatu waktu di mana berbagai kebudayaan dan kepercayaan bertemu. Akarnya ada dalam agama ...
-
67 sm – Ribuan perompak menguasai laut tengah, akibatnya pelayaran amat terganggu dan...
Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.
Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...

No comments:
Post a Comment