Sebagian besar orang tidak suka berada di dalam kegelapan.
Itu ditandai dengan tindakan untuk mencari dan menyalakan alat penerang bila
tidak ada lampu, misalnya. Manusia memang membutuhkan terang karena terang
membuat manusia merasa nyaman dan aman. Demikian juga dengan kehidupan rohani
manusia. Dosa menguasai manusia, seperti kegelapan menguasai malam. Dalam
keadaan demikian, manusia membutuhkan terang agar tidak lagi hidup di dalam kegelapan
dosa. Yohanes mengaitkan terang itu dengan Firman. Firman itu ada sejak semula
bersama-sama dengan Allah (ayat 1). Firman itu kemudian datang ke dalam dunia
(ayat 9). Melalui Firman,
manusia beroleh hidup dan terang (ayat 4, band.
Mzm. 36:10). Di dalam terang tidak ada kegelapan dan kegelapan tidak dapat
menguasai terang (ayat5). Terang menyelamatkan hidup dari kekacauan,
mengungkapkan hal hal yang tak kelihatan, memperlihatkan segala sesuatu apa
adanya, dan juga membimbing. Tanpa terang, orang akan berjalan di dalam
kegelapan. Pemaparan Yohanes dengan jelas menunjukkan bahwa Firman itu ialah
Yesus (ayat 14), Seseorang yang ia kenal dan kasihi. Dialah Pencipta alam
semesta (ayat 3, band. Kol. 1:17). Hidup-Nya memberi terang pada manusia. Di dalam
terang-Nya, manusia dapat melihat diri sebagaimana adanya, yakni pendosa yang membutuhkan
Juruselamat. Ia memang datang untuk membebaskan manusia dari kehancuran akibat
dosa sehingga manusia memiliki kehidupan yang bermakna, yakni sesuai dengan kehendak
Allah. Natal mengingatkan kita akan kehadiran Terang itu ke dalam dunia.
Menyambut natal berarti menyambut Sang Terang. Memberi diri diterangi oleh
Yesus sama dengan menyambut hidup yang kekal. Orang yang mengikut Yesus tidak
akan berjalan di dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup. Marilah
kita mempersilakan Kristus mengusir kegelapan dosa yang menguasai kita.

No comments:
Post a Comment