Baca: Lukas 2:1-7
Pertama, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Natal
adalah daerah pinggiran. Jauh dari tempat Kaisar Agustus memerintah; jauh dari
tempat kediaman sang wali negeri di Siria, bahkan bukan juga Ibukota Yudea,
Yerusalem. Jauh dari pentas utama sejarah dunia, regional, maupun nasional.
Hanya kota kecil yang bernama Betlehem kebetulan kampung halaman raja Daud
(ayat 4). Kedua, para tokoh utamanya punya latar belakang yang (demi sopan
santun) "mencurigakan". Yusuf dan Maria baru bertunangan, tetapi
Maria sudah mengandung (ayat 5). Lagipula, orang yang cukup terhormat rasanya
masih akan mendapatkan tempat menginap yang cukup layak, apapun situasinya
(ayat 7b). Ketiga, cara terjadinya Natal. Peristiwa Natal itu mengambil
setting, dari berbagai tempat lain yang mungkin, dalam sebuah kandang. Belum
lagi melihat tindakan Maria kepada Sang Bayi Natal yang, jujur saja, tidak
mungkin dijadikan tindakan pascapersalinan teladan (ayat 7). Inilah kesimpulan
yang seharusnya timbul setelah kita membaca nas ini—jika kita melepaskan
sejenak gambaran Natal yang kita punyai selama ini, melalui hasil bentukan
berbagai lukisan, renungan, drama, lm, dll., tentang Natal yang romantis, menggugah,
sekaligus agung megah. Mungkin kesan ini pula yang timbul pada saat Teolus—yang kemungkinan punya
kedudukan cukup terhormat—membaca bagian ini. Namun, melalui pembacaan seperti,
justru kita (dan para Teolus di antara kita) lebih mudah untuk menangkap
berita Natal dalam cara yang dimaksudkan oleh Lukas. Melalui keremeh-temehan
seperti ini, rencana keselamatan Allah yang dahyat, yang telah dijanjikan
dengan dahsyat dalam PL, telah diwujudkan. Melaluinya, nyata bahwa karya
penyelamatan Allah tidak boleh diremehkan, dan berhak menerima pujian dan syukur
kita yang terdalam. Renungkan: Sama seperti Yesus Kristus yang datang dalam
kerendahan juga dalam kehinaan demikian juga kita dipanggil untuk bersukacita
dalam perendahan diri di hadapan Tuhan. Jagalah agar jangan sukacita Natal
justru hilang oleh kesibukan lahiriah ataupun sekedar kewajiban ibadah di saat
Natal tiba.

No comments:
Post a Comment