Thursday, June 18, 2020

Tidak di bawah hukuman

Michael Jordan Quote: “Don’t be afraid to fail. Be afraid ...


“barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”Yohanes 3: 18
 
 Ketika kita semakin mendalami hidup di dalam Kristus, kita akan semakin tahu dan sadari akan diri kita dan sekitar kita. Lihatlah bahwa betapa dunia ini dan mereka yang hanya bergantung kepada dunia sedang hidup dalam hukuman. Hal itu akan tampak jelas dari sikap dan tindak-tanduk mereka sehari-hari. Mengapa demikian? Orang dunia akan lebih bergantung pada dunia dan cara dunia yang serakah dan jauh dari kebenaran. Semua itu karena mengejar keuntungan semata dengan menghalalkan segala cara.
Mereka yang lebih bergantung pada dunia akan sangat diikat oleh takut dan kuatir ataupun keinginan duniawi semata yang membuat mereka berlaku curang, salah, dan merampas. Satu contoh adalah pengalaman seorang pegawai yang bercerita kepada saya tentang beberapa pengalamannya semasa bekerja. Banyak sekali rekan-rekannya yang kerap memanfaatkan jabatan dan kedudukan ataupun bidang pekerjaan dinas mereka sebagai lahan untuk mendapatkan imbalan yang tidak sepantasnya mereka terima. Jikalaupun itu sebatas pemberian sekedarnya sebagai ungkapan terimakasih maka itu masih bisa dimaklumi namun miris adanya ketika ada yang cenderung memeras sesama dalam dinas atau tugas yang mereka kerjakan untuk melayani masyarakat.
Bahkan ada yang tidak segan-segan meminta sejumlah uang dalam jumlah besar untuk pelayanan tugas yang sudah seharusnya dia kerjakan. Mereka tidak peduli keadaan ekonomi orang yang hendak mereka “peras”. Ini hanya salah satu realita dunia yang saya amati.
     Di sebuah toko saya mengantri untuk membayar barang saya beli. Di depan saya ada seorang pegawai juga yang mengantri hendak membayar. Saya mengenal baik beliau dan beliau adalah orang yang aktif bergereja dan bekerja di salah satu instansi pemerintah dalam bidang hukum. Hal yang miris adalah ketika beliau pergi seorang ibu di dekat saya menyeletuk pada temannya begini: “duh, saya kenal orang itu. Dia yang meminta tiga juta kepada nenek saya untuk perkara nenek saya. Kasihan, padahal nenek saya susah dan perkaranya tiada kunjung usai.”
Saya tertegun, inilah sistem di masa kita hidup sekarang. Ketika uang seolah telah mengalahkan kasih dan nurani. Semua ini berpangkal pada ketakutan akan dunia. Banyak orang takut dengan hidup ini hingga mereka jatuh dalam keserakahan dan segala usaha yang tidak baik yang memanfaatkan segala keadaan dirinya dan jabatannya untuk keuntungan yang tidak semestinya serta memeras sesama.
     Ada beberapa pegawai curhat kepada saya akan apa yang mereka alami seputar lingkungan kerja mereka. Menceritakan saat mereka masih aktif berdinas dulu, ada banyak pejabat yang kelihatan begitu berwibawa dan rohaniawan namun di balik itu dalam tugas kerjanya mereka sering memanfaatkan jabatan dan kekuasaan untuk
Keuntungan dan kepentingan pribadi mereka.
     Kita tidak diajak untuk saling menghakimi sesama, namun yang dimaksudkan lewat peristiwa-peristiwa realita di atas adalah hikmahnya bagi kita. Lihtalah betapa dunia ini amat jahat bagi mereka yang hidupnya hanya berharap pada dunia. Kita yang mau tinggal di dalam Yesus Kristus tentu semakin hari semakin diperkuat dan dihibur dalam pengharapan kepada Dia. Semakin kita kuat di dalam yesus maka semakin kita akan jauh dari tindak pemerasan pada sesama oleh karena tamak.
     Ayat di atas menyatakan bahwa jika kita benar percaya kepada Yesus maka kita akan bebas dari hukuman, bebas dari hukuman dosa, dan hukuman dunia yang memang telah jatuh dalam dosa. Kita bebas dari semua hukum yang membebani itu sebab kita ada di dalam kepercayaan kepada Yesus.
 
Jika dunia saling merampas, memeras, bahkan sampai membunuh seklaipun karena tuntutan keserakahan maka kita tidak akan terpengaruh olehnya sebab kita memiliki Yesus yang sejati dan yang kekal. Mereka yang berpegang pada dunia ini semata akan lenyap bersama dunia ini, bukan hanya nanti tapi sejak mereka memberi dirinya bagi dunia dan segala keinginannya yang serakah. Tetapi siapa yang percaya dalam nama Anak Tunggal Allah, dan berpegang kepadaNya pasti selamat. Selamat dari perbudakan dan keserakahan dunia yang menjajah batin dan diri kita sendiri.
     “slamat di tangan Yesus, aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia. Lagu merdu malaikat, olehku terdengar. Dari negeri mulia, aman sejahtera. Slamat di tangan Yesus, aman pelukanNya, dalam teduh kasihNya, aku bahagia.”
Saudara pasti ingat dan hafal akan lagu tersebut, mari  nikmati betapa dalam Allah menyapa kita dan kita menyapa Allah lewat lagu itu. Betapa sejuk kenyamanan di dalam Dia yang lebih dari apa yang dunia dan iblis tawarkan.
     Sekedar penutup, saya pernah mengalami sebuah pengalaman pribadi di dalam sebuah bank. saya hendak antri di dalam bank ketika datang seorang satpam menawarkan jasanya untuk membantu meringankan saya yang membutuhkan nomor antrian. Saya menerima bantuannya dan dia dengan penuh permohonan berkata bahwa sekiranya saya bisa menolong dia dengan sedikit “angpao” sebab dia membutuhkan. Raut wajah dan caranya membuat saya tidak merasa sedang dipalak atau dia sedang menjalankan praktek kolusi.
Saya mengenalnya betul meskipun sebatas wajah saja sebab sering ketemu di bank tersebut. Saya memberinya sejumlah uang yang tidak begitu banyak atas bantuannya dan dia berterimakasih sekali seraya berkata bahwa dia baru saja mendapatkan uang makan untuk anak istrinya hari ini. Saya tahu bahwa adalah lebih baik terang-terangan seperti itu meminta imbalan karena butuh daripada bersikap “diam-diam” namun dengan berbagi maksud dan tujuan yang tidak tulus membantu.
     Kita semua tahu dalam penalaran yang dewasa mana yang masih dalam kewajaran dalam arti menerima pemberian yang adalah murni ungkapan terimakasih dari orang yang kita bantu dalam tugas kerja kita, dan mana yang sudah pemerasan. Janganlah memeras sesama apalagi dengan mempergunakan jabatan.
    Ingatlah akan Tuhan kita yang telah menjadi bagian dalam hidup kita, yangrela mengorbankan diriNya bagi kita agardi dalam Dia kita selamat dari berbagai racun tipu dunia yang berusaha menjajah kita untuk takut, kuatir, atau serakah. Mari kita bersama mengimani dan menikmati petikan lagu di atas, bahwa benar ada selamat di dalam Yesus, di dalam tanganNya dan dalam namaNya. Aman pelukanNya, teduh dan sejahtera adanya.
     Banyak orang lebih berlindung padajabatan dan uang, mereka tidak tahu mereka sedang mempersulit orang lain. Namun kita mau untuk dewasa dalam Yesus Kristus, tahu memilah mana yang baik dan buruk, mana yang sepantasnya bisa kita terima dan mana yang tidak. Mana imbalan seadanya sebagai ungkapan kerelaan serta terimakasih sebagai saudara sesama dan mana yang sudah pemerasan
 
 
 
Ingatlah, selamat di tangan Yesus, bukan di tangan dunia dan lain-lain. Mari kita semakin kuat di dalam Yesus walaupun harus berada di tengah angkatan yang semakin bengkok hatinya seperti ungkapan Yosua saat akan berpisah dengan bangsa Israel di penghujung usianya. Dia bertekad tetap beribadah kepada Allah. Seperti Nuh yang bertekad menyembah Allah di tengah kejahatan dunia sekelilingnya. Hingga air bah datang dia beserta keluarganya beroleh selamat karena mendengar perintah Allah untuk membuat bahtera. Yesuslah Bahtera perlindungan kita melewati berbagai air bah dan gelombang dunia yang menenggelamkan. Dalam Dia kita selamat, selamat di tangan Yesus.

No comments:

Post a Comment

DONASI DAN SPONSORSHIP

Untuk menunjang pelayanan kami di bidang media renungan dan berita, anda dapat beriklan di web/blog kami atau berdonasi.
Silahkan hubungi nomor telepon/WA kami di: 08991658370



Pekabaran Injil di Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Pembaruan Masyarakat dan Negara.

Oleh: Merphin Panjaitan. I.Pendahuluan. Injil Yesus Kristus muncul di tengah bangsa Yahudi, dan pekabarannya pertama di tujukan kepada m...