Baca: Yesaya 8:23-9:6
Sebagian besar umat kristiani merayakan hari ini
sebagai hari Natal. Apa yang kita ingat sewaktu merayakan Natal? Kelahiran
Yesus sebagai bayi? Atau Sang Mesias yang membawa pengharapan? Yesaya 8:23-9:6
berkonteks kehidupan Yehuda yang dilanda ketakutan terhadap ancaman Aram dan
Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta pertolongan kepada Asyur
dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena
dipimpin oleh raja yang tidak takut Tuhan. Allah menjanjikan Mesias. Ia akan
membawa pengharapan bagi umat-Nya. Kedatangan-Nya membuka babak baru dalam
hidup umat-Nya. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa, kini melihat Terang yang
besar yang mengenyahkan kegelapan. Kedatangan-Nya mengubah kedukaan yang
mencekam menjadi sukacita besar. Ia membuat manusia lepas dari belenggu dosa yang
menindas dan memberikan damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan
perseteruan (1-4). Janji Mesias ini telah digenapi dengan kelahiran Yesus. Dua
hal penting yang dikatakan Yesaya mengenai Yesus adalah bahwa Dia adalah
manusia sejati dan Allah sejati. Yesus adalah manusia sejati sesuai perkataan
'seorang anak telah lahir'. Yesus Kristus adalah Allah sejati nampak dari empat
nama Ilahi: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja
Damai. Natal bukan perayaan ulang tahun Yesus, melainkan kedatangan Yesus ke
dunia yang memberikan pengharapan kepada manusia berdosa. Jika Yesus sudah lahir
2000 tahun yang lalu, mengapa masih ada orang yang hidup tanpa pengharapan dan
damai? Bukankah Sang Raja Damai itu telah datang? Betul, dan itulah tugas kita
untuk memperkenalkan Yesus sang Raja Damai itu, dan momen natal adalah salah satu
kesempatan yang dapat kita pakai.
No comments:
Post a Comment