Baca: Matius 1:18-25
bermaksud menceraikan istrinya diam-diam. Matius menyebut
Yusuf sebagai orang yang benar (19: terjemahan yang lebih tepat daripada tulus
hati). Mengapa? Menurut hukum Taurat, hukuman untuk perzinahan adalah dilempari
batu hingga mati. Apakah
tindakan Yusuf terhadap
Maria dapat dikatakan benar? Tidakkah ia benar jika menuntut Maria dihukum
sesuai dengan hukum Taurat? Jawabannya terletak pada fakta bahwa `benar' dalam Perjanjian
Lama adalah sesuai dengan hati Allah dan hukum-Nya. Bahkan Saul pun menyadari
bahwa kemurahan hati lebih mendemonstrasikan kebenaran daripada kaku mengikuti hukum
yang berlaku ketika ia menangis kepada Daud, `Engkau lebih benar dari pada aku,
sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang
jahat kepadamu (ISam. 24:18). Yusuf menerapkan prinsip ini. Meskipun ia
menganggap Maria sudah memperlakukan dia tidak baik, ia tetap akan memperlakukan
Maria dengan baik. Karena itu secara rohani dan jasmani, Yusuf adalah anak Daud
yang sejati (Mat. 1:20). Perjanjian Baru tidak banyak berbicara tentang Yusuf kecuali
yang tercatat dalam kitab ini. Yusuf adalah seorang manusia seperti nenek
moyangnya yaitu Daud yang mempunyai hati untuk Allah dan belas
kasihan.
No comments:
Post a Comment